Tampilkan postingan dengan label golden age. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label golden age. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiTips Ketika Anak Banyak Tanya ?

Oktober 25, 2017 Add Comment
Assalamualaikum smart parents
Ada info nih buat yang anaknya banyak tanya

Jika anak hobi bertanya, berikanlah ia buku, dan tingkatkanlah minat bacanya
ini Tips Meningkatkan Minat Baca untuk Anak:

1. Kegiatan membaca bersama lebih efektif bila dilakukan 10-15 menit setiap harinya.

2. Membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan, jadi hindari memaksakan anak untuk membaca saat si kecil lelah dikarenakan banyak kegiatan. Biarkan ia memiliki inisiatif untuk memulai membaca.

3. Setelah kegiatan membaca selesai, sebaiknya gunakan waktu untuk si kecil memberikan pendapat, kesan, ide tentang cerita tersebut dan dengarkan apa yang diutarakannya kemudian diskusikan.

4. Gunakanlah fasilitas yang mendukung cerita, seperti nikmati setiap gambar pada buku cerita tersebut.

5. Selalu memilih cerita yang sederhana, lucu dan menarik untuk anak.

6. Tema cerita buku anak-anak sangat beragam. Jadi belilah buku tersebut di store atau distrBundator terpercaya, yang menyediakan buku menarik, seperti RKTIM

7. Sederhanakanlah penggunaan kata-kata yang Kamu ucapkan. Hindari membacakan kalimat yang panjang dan sulit dimengeri anak.

8. Jangan ragu untuk menilai buku dari sampul dan siapa penulisnya. Ini dapat menolong Kamu untuk memutuskan apakah buku tersebut layak Kamu beli.

9. Jangan khawatir jika anak Kamu ingin membaca buku yang sama setiap saat. Anak-anak biasanya menikmati kegiatan pengulangan karena dapat membantu mereka untuk lebih memahami cerita.

10. Berikanlah pujian kepada anak Kamu yang telah berusaha untuk membaca. Biarkan ia tahu apa kesalahannya saat membaca. Dengan begitu, ia akan semakin sempurna dalam membaca.

Mau ngobrol buku apa sih yg cocok buat anKamu tercinta? Ngobrol aja yuks

#ketikaanakbanyakbertanya
#littleabid





- Tips Bunda dan BayiSepenggal kisah Rasulullah SAW dan upaya BundKamu Aminah

Mei 19, 2017 Add Comment
Sepenggal kisah Rasulullah SAW dan upaya BundKamu Aminah dalam memelihara fitrahnya Rasulullah SAW.

Alhamdulillah, dulu di kalangan bangsawan Arab sudah berlaku tradisi yang baik, mereka mencari wanita-wanita desa yang bisa menyusui anak-anak mereka. Anak-anak disusukan di pedalaman agar terhindar dari penyakit, memiliki tubuh kuat, dan agar dapat belajar bahasa Arab yang murni di daerah pedesaan.

Lalu datanglah serombongan wanita dari kabilah sa'ad, mencari bayi untuk disusui. Di antaranya ada Halimah binti abu dzu'aib, yang kemudian kita kenal dengan nama Halimatusy sya'diyah.

Halimah dan suaminya berharap mendapatkan bayi bangsawan, agar mereka mendapatkan upah yang layak untuk menanggulangi kesulitan yang sedang dihadapinya. Namun, ternyata harapan mereka belum terkabul, hampir semua bayi bangsawan telah memiliki Bunda susu, dan hanya ada satu bayi dalam gendongan Bundanya yang mereka temui.

Bayi itu bernama Muhammad, Halimah dan suaminya sebenarnya enggan menerimanya, lantaran tidak ada ayah yang dapat memberi upah seperti yang mereka harapkan. Karena Halimah tidak ingin pulang tanpa membawa bayi, akhirnya ia pun menerima Muhammad SAW.

Ya, selama 2 tahun pertama BundKamu Aminah dan Rasulullah SAW berpisah untuk sementara.

Ini dulu dilakukan bukan semata-mata hanya tradisi, karena setelah disusui, kakeknya Rasulullah SAW juga tetap menahan Rasulullah SAW di sana. Karena apa?
Karena lingkungan kota Mekkah yang jahiliyyah. Selain itu juga lagi ada wabah penyakit di mekkah. Setelah 2 tahun disusui, Abdul Muthalib datang ke rumah BundKamu aminah untuk melihat cucunya. Ia lihat cucunya tumbuh menjadi anak yang tegap dan sehat, ia bangga sekali melihat pertumbuhan cucunya yang begitu bagus di daerah pedalaman.

"Aku ingin Muhammad kembali ke dusun Bani Sa'ad sampai dia berusia lima tahun. Agar dia di situ belajar berkata-kata dan telinganya terbiasa mendengarkan bahasa Arab yang fasih sehingga dia akan mampu berbicara dengan kata-kata yang fasih pula."
Lingkungan Bani Sa'ad memang sangat kondusif, bahasa yang digunakan di sana pun masih baik.

Nah, berdasarkan siroh ini, membuat saya berpikir, bahwa anak-anak harus diperkenalkan dengan sesuatu yang sesuai dengan fitrahnya mulai dari usia 0-5 tahun. Berada di lingkungan yang benar-benar akan menjaga fitrahnya.

Pada saat tinggal bersama Halimah pula, tepat terjadinya peristiwa pembelahan dada Muhammad SAW, untuk "dicuci" hatinya, oleh malaikat. Ini mungkin yang kita sering sebut dengan golden age. Lebih tepatnya harus serius, nggak boleh main2, nggak boleh hanya sekedarnya, karena kita sedang membangun peradabab. Mengurus anak sama halnya dengan mengurus negeri, karena merekalah penerus generasi