Tampilkan postingan dengan label Tips Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Puasa. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiBagaimana Melatih Anak Berpuasa?

Mei 30, 2017 Add Comment
Bagaimana Melatih Anak Berpuasa?



Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School | www.auladi.net

Sudah jelas pendapat para ulama manapun bahwa ibadah wajib seperti sholat dan shaum hanya diwajibkan untuk anak-anak yang mencapai usia baligh (pubertas). Umumnya anak-anak mencapai usia pubertas pada usia 12 tahun untuk anak perempuan dan 14 tahun untuk anak laki-laki.

Namun demikian, sebagaimana ibadah-ibadah ritual ini memerlukan latihan, tidak serta merta begitu saja dilaksanakan baru setelah wajib. Seumpama olahraga, konsistensi kekuatan fisik dan pikiran akan dicapai jika sudah berlatih lebih dulu berulang-ulang.

Bukan saya yang bicara, tapi Utusan Tuhan yang bicara. Dalam hadits shahih tentang pendidikan sholat untuk anak misalnya, Rasulullah memerintahkan para orangtua untuk mengajak sholat usia 7 tahun. Padahal, wajibnya sholat ya mulai anak baligh kan?

Para sahabat Rasulullah pun melatih anak untuk melakukan puasa jauh sebelum anak-anak mereka baligh. Disebutkan dalam hadits Rubayi�bin Muawidz ra, bahwa Rasulullah Sallallhu 'alaihi wassallam mengutus sahabat di hari Asyura (10 Muharam) untuk mengumumkan, �Barangsiapa yang sejak pagi sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya. Barangsiapa yang sudah makan, hendaknya dia puasa di sisa hairnya.�

Para sahabat mengatakan �Setelah itu, kami puasa dan menyuruh anak-anak kami untuk puasa. Kami pergi ke masjid dan kami buatkan mainan dari bulu. Jika mereka menangis karena minta makan, kami beri mainan itu hingga bisa bertahan sampai waktu berbuka (HR. Bukhari No1960, no.1136).

Ibnu Hajar mengatakan �Hadits ini adalah dalil disyariatkannya membiasakan anak-anak untuk berpuasa, karena anak yang berusia sebagaimana yang disebutkan dalam hadtis belum termasuk usia mendapatkan beban syariat. Namun mereka diperintahkan puasa dalam rangka latihan.� (fathul Bari, 4201)

Lalu kabar baik pula, meski belum wajib, anak-anak tetap mendapatkan pahala saat melaksanakan ibadah, seolah seperti tabungan masa depan anak.

Ibnu Rusyd mengatakan, �Sesungguhnya bagi anak kecil, perbuatan dosanya tidak dicatat dan perbuatan baiknya dicatat, menurut pendapat yang lebih kuat.�

Dalam At-Tamhid, Ibnu Abdil Bar membawakan riwayat dari Abul Aliyah, dari Umar bin Khatab radhiallahu �anhu, bahwa beliau mengatakan, "Perbuatan baik anak kecil dicatat dan perbuatan dosanya tidak dicatat.� (At-Tamhid, 1:106)

Jadi umur berapa anak mulai diperintahkan puasa? Jika disandingkan (di-qiyas-kan) dengan ibadah sholat, maka perintah ibadah puasa pun dapat dilakukan saat anak mulai usia 7 tahun.
Disebutkan dalam riwayat dari Zubair bin Awam bahwa beliau memerintahkan anaknya untuk berpuasa jika mereka sudah mampu, dan beliau memerintahkan anaknya untuk shalat jika sudah mumayyiz (Riwayat Ibnu Abid Dunya dalam Al-Iyal, 1:47).

Apakah boleh langsung tamat sampai maghrib? Jika anak kuat melaksanakan dan tidak membahayakan kesehatan, tentu saja boleh. Al-Auza�i mengatakan �jika seorang anak mampu berpuasa tiga hari berturut-turut dan dia tidak lemah maka dia diminta untuk puasa. Demikian keterangan Ibnu Hajar�. (Fathul Bari, 3:5).

Bagaimana pula dengan anak di bawah 7 tahun? Apakah diperbolehkan anak-anak balita puasa? Semua ada tahapannya, yang dimaksud sejak dini mengenalkan ibadah itu usia berapa? Apakah berarti sedini mungkin itu sejak usia sedini-dininya, seperti mulai bayi?

Sebaik-baiknya contoh adalah Rasulullah dan para sahabatnya. Rasulullah sudah jelas-jelas memerintahkan usia 7 tahun dalam ibadah sholat, jika bersikeras bahwa lebih dini lebih baik, mengapa Rasulullah tidak memerintahkan orangtua mengajarkan sholat usia 5 tahun? Mengapa tidak 3 tahun? Mengapat tidak sejak bayi sekalian? Saya sih tidak mau merasa lebih pintar dari Utusan Tuhan itu.

7 tahun itu START latihan, bukan PEAK nya. Sebagian orang memahami salah kaprah bahwa 7 tahun itu anak harus sudah bisa khatam sampai magrib. Jika demikian itu seperti menuntunt sholat anak 7 tahun sholat langsung bisa sholat 5 waktu dengan benar, tanpa menunda-nunda sholat apalagi bolong-bolong. Padahal sudah jelas dalam hadits shahih tentang sholat, pukullah 10 tahun. Artinya PEAK dari latihan sejak usia 7 tahun itu justru 10 tahun. Jika tidak mau, baru boleh dipaksa.

Tapi jika hanya ingin mengenalkan puasa untuk anak dibawah 7 tahun, boleh-boleh saja. Tapi ingatlah lho ya, namanya �mengenalkan� artinya sesekali, bukan sering kali. Sekali ini puasa, besok tidak, ya tidak apa. Bahkan dalam 1 bulan hanya puasa 3 hari pun tidak apa. Namanya juga sesekali kan?

Bagaimana jika anaknya yang mau? Padahal orangtua tidak memerintahkan? Pantau Kesiapannya. Anak-anak yang memang di hari-hari biasa malas makan atau sedikit makan, maka puasa bagi mereka adalah kesempatan emas untuk tidak disuruh-suruh makan lagi.

Meski demikian, biasanya anak dibawah 7 tahun itu akan semangat di awal pagi hari, tapi saat hari menjelang siang sampai sore, keluhan-keluhan lapar akan keluar dari mulut mereka. Bersiaplah! Untuk anak-anak balita biarkan mereka berpuasa, tapi kita sebut dengan puasa setengah hari.

Lalu bagaimana melatih anak 7 tahun atau lebih berpuasa? Bolehkah langsung khatam sampai maghrib?

1. Agar tak kaget, melatih anak puasa sebaiknya bertahap, tidak langsung tamat 1 hari penuh. Tapi jika anak memang bersemangat sampai maghrib, tentu saja diperbolehkan.

2. Dalam 1 tahun pertama anak-anak melaksanakan puasa Ramadhan, dari awal diinfokan bahwa mereka akan sahur 2x, pertama sahur betulan, bersama orang dewasa saat sebelum Subuh dan kedua �sahur� pada siang hari. Sahur kedua ini hanya istilah untuk anak, bukan sahur yang sebenarnya seperti aturan syariat.

3. Meski misalnya anak tidak tamat 1 hari penuh, pembiasaan sahur tetap dilaksanakan, agar anak dapat merasakan �suasana puasa Ramadhan� sesungguhnya kelak. Jadi bukan sahur pada jam 6 pagi.

4. Tidurlah lebih awal agar lebih dibangunkan lebih awal.

5. Diluar sahur 2x tadi, anak-anak tetap tidak diperbolehkan untuk makan dan minum. Ingatkan berulang-ulang �kita lagi puasa�.

6. Bersiaplah dengan �ujiannya�. Umumnya, �muqoddimahnya� dimulai dari dzuhur dan memuncak sebelum maghrib, sebagian anak akan terus melancarkan berbagai keluhan pada orangtua, tidak sekali, berkali-kali:

�Aduh lapar� �

�Sudah tak tahan��

�Nanti kalau dedek sakit bagaimana?�

�Kapan sih adzan magribnya?�

�Adek adzan duluan ya, biar maghribnya duluan�.

�Bisa nggak sih jamnya dipercepat?�

7. Buat anak sBundak jika keluhan datang bertubi-tubi. Anak makin merasakan �lapar� karena banyak nganggur. Utamanya antara ashar - magrib, puncak lemas-lemas tubuh, jika anak diam nganggur maka makin mudah bagi anak merasakan �kebosanan� menunggu adzan magrib. Jadi, sBundakkan anak dengan berbagai permainan, seperti para sahabat memberikan mainan dari buku-bulu agar anak teralihkan kebosanannya.

8. Reward puasa diperbolehkan jika memang belum usia baligh, tapi tidak diberikan kepada anak baligh. Umumkan dari awal bahwa reward hanya diberikan dalam rangka latihan, setelah baligh tidak akan diberikan. Tidak ada reward untuk perbuatan yang sudah wajib. Setelah ibadah jadi wajib, katakan pada anak bahwa rewardnya langsung dari Allah, lebih besar, bukan dari orangtua.

9. Selalu dampingi anak saat bukan puasa. Anak yang berlatih puasa diperbolehkan diberikan makanan atau minuman istimewa sesuai permintaan anak, selama makan dan minuman yang �direquest� anak masih halalan thayyiban. Tapi setelah anak baligh, biasakan anak untuk makan sederhana. Jangan sampai alasan agar anak tertarik puasa, menyajikan makanan lebih mewah, menjadi keterusan sampai anak berusia baligh. Puasa mengendalikan nafsu tubuh dan pikiran, bukan malah memuliakannya. Ingat, Puasa seharusnya memuliakan jiwa bukan memuliakan perut.

@abahihsan

- Tips Bunda dan BayiMinuman Infused Water "Rendaman Kurma" Ala Nabi Muhammad SAW

Mei 29, 2017 Add Comment
*Sebentar Lagi Trend Korma, Ini Ada Tipsnya.*



_Infuse Water:_

*Ternyata Rasul Minum Infuse Water...*

Minumlah Air Rendaman Kurma, Inilah yang Akan Terjadi Pada Tubuh Anda:

Air Nabeez adalah Air Rendaman (Infused Water) Kurma/Kismis (Raisins). Kurma atau Kismis di rendam dalam air masak semalaman (dalam wadah yang bertutup) dan diminum keesokkan paginya.

Air Nabeez ini merupakan Kegemaran Rosululloh. Nabi merendam beberapa butir kurma atau kismis (salah satunya) didalam air matang dalam wadah bertutup selama 12 jam. Airnya diminum & buah kurma yang sudah lembut ditelan sekali telan.

Ada beberapa hadis yang menyebutkan tentang cara membuat air Nabeez ini, salah satunya riwayat dari Imam Muslim sebagai berikut:

Dari Aisyah dia berkata: �Kami biasa membuat perasan untuk Rosululloh di dalam air minum yang bertali diatasnya, kami membuat rendaman dipagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya di pagi hari.� (H.R. Muslim).

Berbicara mengenai Infused Water.
Orang Barat baru sekarang faham dan baru mempopulerkan khasiat Infuse Water ini.
Tetapi Nabi Muhammad SAW telah lama melakukan hal ini.

Dari segi kesehatan tubuh, buah kurma telah terbukti sebagai :

1. Pemberi & Pemulih Tenaga (inilah sebab mengapa kita disunahkan untuk memakan buah kurma pada saat berbuka puasa).

2. Tinggi Kandungan Fiber ~ menghilangkan Kolestrol Jahat yang terkumpul di dalam tubuh.
Sangat bagus dalam menghilangkan sembelit (atau meredakan & memulihkan diri dari sembelit).

3. Pemberi Zat Besi yang Sangat Bagus.

4. Kaya akan Pottassium ~ penting dalam menjaga jantung & menstabilkan tekanan darah.

Khasiat Air Nabeez:
Air Nabeez adalah minuman beralkali, yang mampu menolong membuang kelebihan asam pada perut dan memulihkan sistem pencernaan tubuh. Juga membantu badan untuk menyingkirkan Toksin yang berbahaya didalam tubuh, dalam kata lain berguna sebagai Detox.

Disebabkan Air Nabeez tinggi akan kadar Fiber, ia mampu membantu Proses Pencernaan Yang Baik & Meningkatkan / Menajamkan Fikiran Agar Kita Tidak Mudah Lupa.

Cara membuat Air Nabeez:

Rendamlah Beberapa Butir Kurma (sebagusnya dalam bilangan ganjil) kedalam air masak didalam segelas air. Alangkah baiknya dBundaat pada waktu sore menjelang malam, dan pastikan gelas rendaman kurma tersebut tertutup rapat.
Keesokkan paginya (+ 8 -12 jam setelah perendaman), air rendaman baru boleh diminum & buah kurma hasil rendaman yang telah lembut ikut dimakan.

Kurma yang baik digunakan untuk membuat Air Nabeez adalah kurma Ajwa.
Tapi kalau tidak ada Kurma Ajwa bisa menggunakan buah kurma yang lainnya.

Kalau ingin membuat Air Nabeez dengan menggunakan buah kismis pun bisa.

 Caranya ambil segenggam kismis, kemudian direndam dalam segelas air.
Dan dibiarkan semalaman seperti membuat air rendaman kurma.

Kalau ingin meminum Air Nabeez diwaktu pagi hari, siapkan rendaman kurma/ kismis pada sore menjelang malam.
Dan kalau ingin meminum Air Nabeez diwaktu malam, buatlah Rendaman Kurma/ Kismis diwaktu pagi hari (+ 8 sampai) 12 jam perendaman).

Sebaiknya, hanya menggunakan satu macam buah saja Kurma atau Kismis. Jangan dicampur.

Air Nabeez bila tersimpan didalam lemari es bisa bertahan 1 hingga 2 hari.
Tetapi dilarang meminum air rendaman kurma/ kismis yang sudah memasuki lebih dari 3 hari, karena akan terjadi proses fermentasi, yang menjadikan, air rendaman kismis/kurma tersebut menjadi arak dan dan *hukumnya haram untuk diminum.*

*Silahkan bagikan tips sehat ala Nabi ini, agar dibaca oleh Saudara2 kita yang lain...*

_*Mudah-mudahan Bermanfaat.*_

*Aamiin.*