Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiMelatih Kemandirian Anak Itu Penting

September 13, 2017 Add Comment
MELATIH KEMANDIRIAN ANAK



Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?

Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.

Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.

Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.

Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?

Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.

Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita madih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

Apa saja tolok ukur kemandirian anak-anak?

?Usia 1-3 tahun
Di tahap ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak-anak untuk bisa setahap demi setahap meenyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri.
Contoh :
?Toilet Training
?Makan sendiri
?Berbicara jika memerlukan sesuatu

??Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th  adalah sbb :
??????????? Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.
??????????? Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua mengalami tantangan yang luar biasa.
???????????Komitmen dan konsisten dengan aturan

Contoh:
Aturan berbicara :
Di rumah ini hanya yang berbicara baik-baik yang akan sukses mendapatkan apa yang diinginkannya.

Maka jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.

Aturan bermain:
Di rumah ini boleh bermain apa saja, dengan syarat kembalikan mainan yang sudaj tidak dipakai, baru ambil mainan yang lain.

Maka tempatkanlah mainan-mainan dalam tempat yang mudah di ambil anak, klasifikasikan sesuai kelompoknya. Kemudian ajarilah anak-anak, ambil mainan di tempat A, mainkan, kembalikan ke tempatnya, baru ambil mainan di tempat B. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan tersebut, jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya.

?Anak usia 3-5 th
Anak-anak di usia ini sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya
Contoh :
? Anak-anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa.
?Ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya

??Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia 3-5 th adalah sbb :
???????????Hargai keinginan anak-anak
???????????Jangan buru-buru memberikan pertolongan
??????????? Terima ketidaksempurnaan
??????????? Hargai proses, jangan permasalahkan hasil
??????????? Berbagi peran bersama anak
??????????? Lakukan dengan proses bermain bersama anak

Contoh :
?Apabila kita setrika baju besar, berikanlah baju kecil-kecil ke anak.
?Apabila Kamu memasak, ajarkanlah ke anak-anak masakan sederhana, sehingga ia sdh bisa menyediakan sarapan untuk dirinya sendiri secara bertahap.
?Berikanlah peran dalam menyelesaikan kegiatannya, misal manager toilet, jendral sampah dll. Dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan diberikan sebagai tugas dari orangtus.Mereka senang mengerjakan pekerjaannya saja itu sudah sesuatu yang luar biasa.

?Anak-anak usia sekolah
Apabila dari usia 1 tahun kita sudah menstimulus kemandirian anak, mka saat anak-anak memasuki usia sekolah, dia akan menjadi pembelajar mandiri. Sudah muncul internal motivation dari dalam dirinya tentang apa saja yang dia perlukan untuk dipelajari dalam kehidupan ini.

?Kesalahan fatal orangtua di usia ini adalah terlalu fokus di tugas-tugas sekolah anak, seperti PR sekolah,les pelajaran dll. Sehingga kemandirian anak justru kadang mengalami penurunan dibandingkan usia sebelumnya.

??Kunci orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia sekolah
???????????Jangan mudah iba dengan beban sekolah anak-anak sehingga semua tugas kemandirian justru dikerjakan oleh orangtuanya
???????????Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri
???????????Percayakan manajemen waktu yang sudah dBundaat oleh anak-anak.
???????????Kenalkan kesepakatan, konsekuensi dan resiko

Contoh :
?Perbanyak membuat permainan yang dBundaatnya sendiri ( DIY = Do It Yourself)
?DBundaatkan kamar sendiri, karena anak-anak yang mahir mengelola kamar tidurnya, akan menjadi pijakan awal kesuksesan ia dalam mengelola rumahnya kelak ketika dewasa.

?Ketrampilan-ketrampilan dasar yang harus dilatihakan untuk anak-anak usia sekolah ini adalah sbb:
1?Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya
2?Ketrampilan Literasi
3?Mengurus diri sendiri
4?Berkomunikasi
5?Melayani
6?Menghasilkan makanan
7?Perjalanan Mandiri
8?Memakai teknologi
9?Transaksi keuangan
??Berkarya

?3Hal yang diperlukan secara mutlak di orangtua dalam melatih kemandirian anak adalah :
1?Konsistensi
2?Motivasi
3?Teladan

Silakan tengok diri kita sendiri, apakah saat ini kita termasuk orangtua yang mandiri?

?Dukungan-dukungan untuk melatih kemandirian anak
1?Rumah harus didesain untuk anak-anak
2?Membuat aturan bersama anak-anak
3?Konsisten dalam melakukan aturan
4?Kenalkan resiko pada anak
5?Berikan tanggung jawab sesuai usia anak

Ingat, kita tidak akan selamanya bersama anak-anak.Maka melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita

Salam,


/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber bacaan:

Institut Bunda Profesional, Bunda Sayang, antologi, gaza media, 2014
Septi Peni, Mendidik anak mandiri, pengalaman pribadi, wawancara
Aar Sumardiono, Ketrampilan dasar dalam mendidikan anak sukses dan bahagia, rumah inspirasi

- Tips Bunda dan BayiMotorik Kasar dan Halus Pada Anak

September 13, 2017 Add Comment


Motorik Kasar dan Halus Pada Anak
Setiap mama pasti menginginkan keterampilan motorik anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
.
Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh, yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, atau naik turun tangga.
.
Perkembangan motorik ini beriringan dengan proses kematangan fisik anak.
.
Misalnya, anak akan mulai berjalan jika sistem sarafnya sudah matang, proporsi kakinya cukup kuat untuk menopang tubuhnya, dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.
.
Sebaliknya, motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan secara rutin, seperti bermain puzzle, menyusun balok, memasukan benda ke dalam lubang sesuai bentuknya dan sebagainya.
.
Kemampuan motorik halus setiap anak berbeda-beda, baik dalam hal kekuatan maupun ketepatannya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pembawaan anak dan stimulai yang didapatnya.
.
Setiap anak bisa mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Anak justru bisa menjadi bosan dan malas mengembangkan kemampuan motorik halusnya jika ia kurang mendapatkan rangsangan. Tapi, bukan berarti Kamu boleh memaksakan satu bentuk stimulasi atau rangsangan pada anak, ya.


Jika ingin lihat seru ya bermain ala ala Montessori Play cekidot ke IG nya Alula ya bun..
Klik disini.. 


Sumber: http://www.parenting.co.id/balita/motorik+kasar+vs+motorik+halus

- Tips Bunda dan BayiTips Stimulasi Rambatan dan Berjalan pada Bayi

Juli 04, 2017 Add Comment
Sharing ini Beliau tulis untuk group Gema Indonesia Menyusui

Judul : stimulasi rambatan dan berjalan
Oleh : Bia Adeeva
Usia : 8-10 bulan


Fase rambatan dan berjalan dimulai dari bayi mampu menopang seluruh badannya menggunakan kaki kemudian berdiri sendiri dg berpegangan

Stimulasi Rambatan
1. Letakkan media rambatan untuk bayi (fence, sofa, box bayi dll)
Pastikan terbuat dari bahan yg ramah bayi
2. Letakkan mainan disamping kiri atau kanan bayi dan pancing bayi untuk meraih mainannya.
Jangan terlalu banyak mainan (stimulasi) agar bayi fokus meraih satu mainan
3. Jika bayi terjatuh, jangan panik, biarkan saja, tanamkan kalimat positif, dan berikan semangat untuk mencoba lagi
4. Tubuh Bunda juga bisa dijadikan media rambatan lho,
Bunda duduk dg kaki ditekuk didepan dada, minta bayi berdiri menggunakan tangan kiri Bunda, tangan kanan memegang mainan/apa saja yg menarik perhatian bayi, minta dia mengambilnya, bayi akan merambat ke lutut Bunda kemudian mencoba mengambil mainan
Cara ini juga akan meningkatkan bonding bayi dg Bunda

Stimulasi Berjalan
1. Gelar playmat yg permukaannya licin (fungsi playmat untuk melindungi bayi ketika terjatuh dan agar benda yg didorong bisa bergeser)
2. Letakkan mainan/meja/kursi tanpa roda atau kardus bekas yg bersih diatas playmat didekat bayi, tinggi mainan tidak lebih tinggi dari bahu bayi
Bayi yg sudah bisa berdiri akan mencoba berdiri berpegangan pada benda disampingnya
3. stimulasi bayi untuk mendorong mainan/benda didepannya dg cara membuat suara didepan bayi
Bayi akan mencoba mendekati Bunda dg cara mendorong mainannya
4. Bagi bayi yang sdh bisa mendorong benda tanpa terjatuh, berikan dia mainan (push walker) atau meja/kursi beroda (playmat tidak diperlukan)
Tetap awasi bayi ya
5. Duduk didepan bayi, ulurkan kedua tangan Bunda ke bayi, minta dia untuk meraihnya, ketika bayi sudah memegang tangan Bunda, tarik tangan Bunda dan bayi keatas, bayi akan mengikuti dg berdiri, kemudian tarik perlahan bayi untuk berjalan kearah Bunda, Bunda bisa bergeser ke belakang agar langkah bayi semakin banyak, ketika sudah mencapai tubuh Bunda, peluk bayi dan ucapkan kalimat positif
6. Titah bayi kapan pun bayi mau dan dimanapun berada, pakai alas kaki ataupun tidak pakai alas kaki, pastikan bayi berjalan diatas material yg aman
7. Bayi yang sudah kuat kakinya dan sdh mahir berjalan dg berpegangan 2 tangan lama2 akan berpegangan hanya dg satu tangan, lakukan stimulasi yg sama dg menggunakan 1 tangan
Setelah cukup kuat
Bayi akan berdiri tanpa berpegangan
Tralaa ini saatnya bayi melangkah tanpa berpegangan
Ketika dia berdiri tanpa pegangan, Bunda duduk didepan anak berjarak kurang lebih 60cm dg memegang mainan kesayangannya, minta bayi untuk meraihnya
Jika bayi sudah bisa melangkahkan kakinya beberapa langkah, Bunda bisa mundur untuk menstimulasi bayi melangkah lebih banyak

Semangat mak ??

- Tips Bunda dan BayiSMART HAFIZ Pengganti Gadget yang Lebih SMART dan Solusi Agar Menjadi Sholeh/ah

Mei 23, 2017 Add Comment



Wooow ternyata sudah banyak ayah bunda yang menjatuhkan pilihannya pada smart Hafiz sebagai alternatif pengganti gadget....
So nggak usah khawatir lagi sama yang namanya radiasi...
Layarnya 7" dong, mic nya dapet 2 bisa karokean bareng buah hati tercinta....
Anaknya 2 ya nggak bakal rebutan lha wong mic nya ada 2.
Tapi kan smart Hafiznya? 1 doang?
Tenang... Saatnya mengajarkan anak untuk bermain bergiliran

Tuuh kaan... Smart Hafiz membangun bounding antara kakak dan adik ??????
No rebut rebutan laah yaa....
Saling bekerja sama rupanya....
Belajar ngaji bareng, nyanyi bareng, nonton bareng, denger cerita bareng... asyik laah...
Suuuts malah ada yg mamahnya malah sembunyi-sembunyi nonton drakor pake SMART Hafiz ini hihi..

Dan seat Arisan pun mengantri... Psssssst kabarnya emang sih Juni naik harga ??????
Amankan harga dari sekarang mumpung masih Mei ??????

WA sekarang yah ke 085721482488 (citra)

#smarthafiz
#penggantigadget
#arisansmarthafiz

- Tips Bunda dan BayiModal Komunikasi Baik Benar Menyenangkan

Maret 14, 2017 Add Comment

Selagi Alula boci, saya mau sedikit bercerita, begini..

Seorang Bunda mengeluh anaknya (usia 6th) susah nurut, maunya dituruti. Suka tantrum.  Waktu ketemu si anak ternyata dia jinak banget, bahkan sampai gak mau pulang. Betah main  di klinik Ykbh.
Apa yg membuat dia suka? Modalnya cuma KBBM (komunikasi baik, benar dan menyenangkan).

Seperti waktu dia menolak utk diajak pulang.
Ke mamanya dia bilang : "Aku gak mau pulang sekarang, maunya nanti yang lama"  Sambil memainkan stopwatch.
Nah ini saatnya kita menggunakan tehnik mendengar aktif (MA)
Saya (MA) : " kamu suka ya main di sini"
Anak : mengangguk sambil tersenyum
Saya (PS/pesan saya) : "Aku juga suka main sama kamu." Sambil senyum juga.
"Kamu boleh main ke sini lagi kok" Senyumnya makin lebar.
Lanjutkan dengan BMM : "Sekarang kamu mau main sampai angka 5, atau angka 10? Tanyaku sambil menyetel angka di stopwatch.
Anak : " 10 aja yg banyak"
Saya: " oke kita main sampai 10 ya"
Anak : main sambil memperhatikan stopwatch . Sampai angka 10, dia langsung menyerahkannya sambil pamitan : " udah 10 angkanya, aku pulang dulu ya"

Bundanya heran : kok dia Gak tantrum ya. Padahal biasanya tantrum kalau di larang.
Hehehe Bunda... Kan saya gak melarang.  Cuma memberi pilihan.   Anak sendiri yang memutuskan untuk berhenti bermain dan pulang. Jadi anak tidak merasa dipaksa, dan diapun melakukan dengan senang hati.

 Allah SWT pun sebetulnya mendidik kita dengan memberi pilihan. Bila beriman maka Jannah balasannya. Bila ingkar maka neraka jahanam konsekwensinya.
Kenapa kita tidak mengikuti cara Allah? Dengan memberikan pilihan sebagai arahan. Bukan dengan telunjuk dan kata harus, pokoknya, mama gak suka dll.

Memberi pilihan memberi pengalaman  utk berpikir, memilih dan memutuskan sendiri.  Sehingga anak akan mandiri dalam bersikap. Mengapa perlu kemampuan ini? Agar  nanti  dia bisa menolak atau memilih bila di ajak temannya melakukan hal negatif.  Gak jadi menjadi robot atau boneka yang harus serba nurut.

Tinggal kita orangtuanya yg perlu belajar lebih kreatif merumuskan pilihannya sesuai usia anak  dan  tetap berada dalam koridor Allah..

Sumber : Perwitasari Mulyaningsih, Psi

dapet poinnya ya bun?
Jadi, masih mau maksain kepengen kita ke anak ?? ????
Berikan pilihan.. A atau B atau C

Kalau masih bayi gimana, ya gpp, saya juga kalau menyiapkan menu MP-ASI Alula suka beragam pilihan tekstur dan rasa..

Nah, KBBM (Komunikasi Benar Baik dan Menyenangkan) itu sebenernya masih banyak lagi contohnya.. nanti saya share lagi ya, insyaallah secepatnya...

Apa kah ada ummi bunda emak disini yang ingin mencontohkan, silahkan yaa ????