Tampilkan postingan dengan label Planning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Planning. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiSepenggal kisah Rasulullah SAW dan upaya BundKamu Aminah

Mei 19, 2017 Add Comment
Sepenggal kisah Rasulullah SAW dan upaya BundKamu Aminah dalam memelihara fitrahnya Rasulullah SAW.

Alhamdulillah, dulu di kalangan bangsawan Arab sudah berlaku tradisi yang baik, mereka mencari wanita-wanita desa yang bisa menyusui anak-anak mereka. Anak-anak disusukan di pedalaman agar terhindar dari penyakit, memiliki tubuh kuat, dan agar dapat belajar bahasa Arab yang murni di daerah pedesaan.

Lalu datanglah serombongan wanita dari kabilah sa'ad, mencari bayi untuk disusui. Di antaranya ada Halimah binti abu dzu'aib, yang kemudian kita kenal dengan nama Halimatusy sya'diyah.

Halimah dan suaminya berharap mendapatkan bayi bangsawan, agar mereka mendapatkan upah yang layak untuk menanggulangi kesulitan yang sedang dihadapinya. Namun, ternyata harapan mereka belum terkabul, hampir semua bayi bangsawan telah memiliki Bunda susu, dan hanya ada satu bayi dalam gendongan Bundanya yang mereka temui.

Bayi itu bernama Muhammad, Halimah dan suaminya sebenarnya enggan menerimanya, lantaran tidak ada ayah yang dapat memberi upah seperti yang mereka harapkan. Karena Halimah tidak ingin pulang tanpa membawa bayi, akhirnya ia pun menerima Muhammad SAW.

Ya, selama 2 tahun pertama BundKamu Aminah dan Rasulullah SAW berpisah untuk sementara.

Ini dulu dilakukan bukan semata-mata hanya tradisi, karena setelah disusui, kakeknya Rasulullah SAW juga tetap menahan Rasulullah SAW di sana. Karena apa?
Karena lingkungan kota Mekkah yang jahiliyyah. Selain itu juga lagi ada wabah penyakit di mekkah. Setelah 2 tahun disusui, Abdul Muthalib datang ke rumah BundKamu aminah untuk melihat cucunya. Ia lihat cucunya tumbuh menjadi anak yang tegap dan sehat, ia bangga sekali melihat pertumbuhan cucunya yang begitu bagus di daerah pedalaman.

"Aku ingin Muhammad kembali ke dusun Bani Sa'ad sampai dia berusia lima tahun. Agar dia di situ belajar berkata-kata dan telinganya terbiasa mendengarkan bahasa Arab yang fasih sehingga dia akan mampu berbicara dengan kata-kata yang fasih pula."
Lingkungan Bani Sa'ad memang sangat kondusif, bahasa yang digunakan di sana pun masih baik.

Nah, berdasarkan siroh ini, membuat saya berpikir, bahwa anak-anak harus diperkenalkan dengan sesuatu yang sesuai dengan fitrahnya mulai dari usia 0-5 tahun. Berada di lingkungan yang benar-benar akan menjaga fitrahnya.

Pada saat tinggal bersama Halimah pula, tepat terjadinya peristiwa pembelahan dada Muhammad SAW, untuk "dicuci" hatinya, oleh malaikat. Ini mungkin yang kita sering sebut dengan golden age. Lebih tepatnya harus serius, nggak boleh main2, nggak boleh hanya sekedarnya, karena kita sedang membangun peradabab. Mengurus anak sama halnya dengan mengurus negeri, karena merekalah penerus generasi

- Tips Bunda dan BayiNice Homework 8 :MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Maret 15, 2017 Add Comment

assalamu�alaikum sahabat-sahabat semua. Semoga selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan rezeki oleh Allah.
Kali ini saya akan sharing ilmu tentang �misi hidup� yang sangat menarik ketika saya mempelajarinya di program matrikulasi Bunda Profesional Batch3 dan sangat berat makna, karena ini mempengaruhi tujuan Hidup (life purpose) kita. semoga bermanfaat :)

Masih nempel di kepala tentang materi sesi #8 dimana kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Karena perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. 
Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari.
- Be Profesional amd Rezeki will Follows - 

Tagline Bunda Profesional diatas akan selalu mengingatkan kita bahwa   produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima. 

Maka NHW kali ini akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis.

PERTAMA 
a. Kita ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah  di tulis di kuadran SUKA dan BISA (pada saat NHW#7)
saya lampirkan ulang yang kuadran saya.. 



Dan saya ambil "membantu mencarikan solusi dengan berjualan"

mulailah dan jalankan saja yang kita BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Kemudian jika sudah menemukan misi hidup tsb apabila kita  menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. 

b. Setelah ketemu satu hal yang Suka dan Bisa..  jawablah pertanyaan �BE  DO HAVE� di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE) 
Leader reseller dan Bunda Profesional
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Membantu para orangtua untuk menghadirkan Home Education dirumahnya Dan share ilmu dan pengalaman tentang Parenting. Kenapa? Karena parenting ini perlu untuk melahirkan generasi jempolan penerus bangsa.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
anak yg sholeh-sholehah, HOME EDUCATIOM/Perpustakaan di rumah, tim / partner yang solid dan rumah yang NYAMAN. 

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
kemuliaan, ridho Allah, kesehatan keluarga, kelancaran Rezeki, bermnafaat bagi orang lain, habluminallah dan habluminanas
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
Bisnis berjalan dengan lancar dan semakin berkembang.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Omzet 70 jt/tahun dan memiliki 100 buku bacaan untuk perpustakaan di rumah.

Sekian detail real NHW misi saya yang berbasis pada kemampuan saya. Nah, Berarti sekarang tinggal saya memulai dan berkomitmen untuk �BERUBAH� dari kebiasaan-kebiasaan yang memang harus diubah. 


Salam Bunda Ceria ????

- Tips Bunda dan BayiNice Home Work 6 : Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Maret 09, 2017 Add Comment

Nice home work yang ke � 6 ini sangat menarik, karena dapat membantu kita nih terutama bunda full rumah tangga yang kadang ngerasa �aduuuh kerjaan aku ko ga beres-beres yah.. gimana mau bisnis, gimana mau bikin mainan tuk baby, gimana mau kreasi masakan dsb�.
Hehe, tenang bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap �belajar menjadi manajer keluarga yang handal.
Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.
Hal-hal yang sempet saya sebutkan tadi di atas kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup kita. Hal tersebut bernama yaitu RUTINITAS.
Ya, meskipun kadang kita merasa ya ini memang sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab saya, dan kalau bukan saya yang harus menyelesaikannya, ya siapa lagi??
Tidak apa jika kita menjalankan pekerjaan rutin yang tidak kunjung selesai, tetapi ingat hal itu bisa membuat kita merasa sBundak sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka ikutilah tahapan-tahapan menurut bunda profesional sbb :
Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
DO: 
?memasak untuk anak dan suami sedari subuh hingga pagi
?memposting konten di sosmed atau update materi / ilmu terbaru 
?menemani dan mendampingi Alula
DON�T:
? mengobrol berjam-jam dengan tetangga
? menumpukkan cucian piring dan baju
? telat menyiapkan makanan anak dan suami
Waktu Kamu selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Menemani dan mendampingi Alula
Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras
Dari ketiga poin di atas itu sudah merasa paling penting dari berbagai kegiatan penting lainnya. Hanya saja masih ada yang kurang karena lebih mengutamakan menemani Alula.
Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan �kandang waktu�, dan patuhi cut off time ( misal Kamu sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
Terlampir di jadwal harian
Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
Insyaallah tetapi saya masih harus bisa adaptasi dengan aituasi ataupun kondisi yang dadakan atau di luar kendali saya.
Setelah tahap di atas selesai Kamu tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah Kamu kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 � jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
Jadwal Rutin
04.00 � 06.00 : menyiapkan Makanan anak dan suami, ibadah, belanja. 
06.00 � 06.30 : grooming 
06.30 � 07.00 : menemani anak makan
07.00 � 09.00: memandikan anak, sarapan, moyan dan silaturahmi tetangga
Jadwal Dinamis: 09.00 � 12.00
Jadwal Rutin
12:00 � 13:00 : menemani anak makan siang dan ibadah
Jadwal Dinamis: 13.00 � 15.30
Jadwal rutin
15.30 � 17.00 : ibadah, memandikan anak, menemani anak makan sore
17.00 � 18.00 : masak sore dan grooming 
18.00 � 20.00 : ibadah, makan malam dan membereskan dapur
20.00 � 21.00 : menemani anak tidur
Jadwal dinamis:  21.00 � esok hari
Ket: Untuk jadwal dinamis, kadang ada yang berbeda setiap harinya. Kadang saya masih belum menyelesaikan jadwal rutin sehingga bergeser jamnya. Atau saya harus mengikuti kegiatan di luar rumah sekalipun saya pasti membawa Alula. Karena 24 jam saya untuk Alula ????
Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.
Baiklah, sekian jadwal rutin dan jadwal dinamis harian saya. Semoga saya dan teman � teman semua yang sudah mau mencoba jadwal yang sama bisa tetap istiqomah dalam menjalankannya.. semangat ??
Salam,
Unna Alula :):)

- Tips Bunda dan BayiNice Home Work 5 : Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Maret 09, 2017 Add Comment

Apa itu?
Yaps. Yang sedang teman-teman lihat di atas adalah, tangga ke-istiqomah-an versi saya.
Ko simple banget?  Hehe iya 
Saya bikin simple aja ya biar nanti pas saya butuh recharge motivasi saya tinggal lihat tangga itu lagi.. 
Karena untuk mencapai keistiqomahan dalam belajar sesuatu itu sebenarnya simple..
Berfikir sebelum bertindak, untuk apa saya belajar sesuatu itu.. kenapa saya harus belajar itu.. berapa lama, kapan, dan dimana saja saya bisa mempelajarinya..
Analisis lah kemudian, kayanya cocok nih dengan minat bakat saya jika saya mempelajari hal itu.. 
Planning lah rencanakan kapan saja dan dimana tadi ya bisa juga disini� atau seminar apa saja yang akan di ikuti.. 
Try. Ya lakukan, terjunlah, nyemplunglah.. 
Kelelep?? DO.. DO AGAIN.. 
Terakhir tinggal kita istiqomah menjalankannya dan amanah dengan ilmu yang telah kita pelajarinya. 
Ketika nanti saya menurunkan bagaiamana proses belajar ke anak saya, cukup sederhanakan saja dan tidak terlalu berekspetasi tinggi. Karena proses itu sendiri yang membuat kita untuk terus belajar dan bersabar.