Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiTalk show parenting islami - Meneladani Muhammad SAW di Era Milenial

Maret 25, 2019 Add Comment


Andai Rasulullah datang mengetuk pintu rumah kita, apa yang akan kita sampaikan?

Ah, itu kalimat yang selalu bunda Kurnia Widhiatuti, kang Nugie Al-Afgani Dua dan kami semua ulang ulang.
Tidakkah Rasulullah akan bertanya, 'bagaimana kalian mengenalkanku pada anak anak kalian?'
'Rindukah kalian padaku?'

Andai Rasulullah masuk ke rumah kita..
Akankah kita sBundak menyembunyikan televisi yang lebih sering menyala daripada lantunan ayat ayatNya, atau cerita seputar kehidupan baginda yang mulia?
Akankah kita sBundak mencari cari buku kisah hidup Rasulullah yang entah dimana kita menyimpannya?

Ah, sungguh tak pernah cukup apa yang kita lakukan agar karunia berjumpa baginda yang mulia Allah perkenankan. Sungguh hanya kasih sayangNya lah yang membuat semuanya menjadi mungkin..

Secuil usaha yang kita azzamkan, sebait do'a yang terus kita pintakan, dan seuntai shalawat yang terus kita lantunkan, semoga Allah catat sebagai pemberat timbangan amal kebaikan.

Yang mau join webinar bersama kami, sila kontak link yang tertera. Insyaallah Ustadz Indra Gunawan Indra San Meazza juga akan join untuk speech. Semoga sinyal bersahabat karena sekarang ini beliau sudah kembali ke Mesir.

Sampai ketemu tanggal 4 April.., Insyaallah..
Jangan lupa berdo'a agar kita semua sehat.. ???????
Yg mw ikutan japrinya...








#webinar #muhammadismyhero#littleabid #smartwaytoloveprophetmuhammadandlivewithhissunnah
#seminaronline #parentingnabawiyah #yukbelajarsirah #belajarmenjadiorangtua
#cordobakids #tigaraksa #bismillah




- Tips Bunda dan BayiBelajar Menjadi Pendengar yang Baik

Mei 14, 2018 Add Comment
Belajar Menjadi Pendengar yang Baik ?

.
.

Banyak orang yang lebih suka jika dialah sang pembicara, sementara yang lain mendengarkan perkataannya�

.
.

Banyak diantara kita tatkala mendengarkan saudaranya berbicara, maka segera dia potong
Padahal saudaranya belum selesai berbicara�

.
.

Diantara adab yang tinggi yang diajarkan oleh salaf adalah mendengarkan pembicaraan saudara dengan baik�

.
.


?? ????: ????? ????????? ?????????????? ?????????????? ?????????? ???? ???????? ???? ??????????? ?????? ??????????
?????? ???? ????????
.
�Atoo rahimahullah berkata, �Sesungguhnya seseorang menyampaikan kepadaku tentang suatu pembicaraan, maka akupun seksama mendengarkannya, seakan-akan aku tidak pernah mendengarnya. Padahal aku telah mengetahuinya, sebelum ia dilahirkan� (Siyar A�laam An-Nubalaa 5/86)

.
.

Tidak semua orang bisa sabar mendengar pembicaraan orang lain, terutama pembicaraan berbelit-belit, atau yang sudah ia ketahui dan telah ia dengarkan sebelumnya�

.
.

Belajar mendengarkan pembicaraan dengan baik, merupakan akhlak yang sangat mulia, karena :
. � Sikap ini menunjukkan ketawadhu�an seseorang�
.
� Menunjukkan penghargaannya. terhadap saudaranya�
.
� Menjaga perasaan saudaranya�
.
� Menyenangkan hati saudaranya yang tentunya senang jika pembicaraannya didengarkan dengan seksama.

.
.

Terlebih lagi dalam hal pengasuhan, saling "mendengarkan" adalah soft skill dan modal utama dalam mengajarkan adab pada anak kita.
Jadi sebelum kita ingin didengar oleh anak-anak kita, kita lah terlebih dahulu yg menjadi pendengar setia anak-anak kita. Atau bisa juga dengan pasangan kita.

.
.

Apalagi usia teteh Alula yg beranjak 2 tahun ini, kosakatanya sudah mulai banyak. Suka gemes dan seneng aja gitu Unna nya nanggepinnya ????
Kalau kita ga mendengarkan dgn baik nih, siap-siap di protes sama dia ????

.
.

Yuk Bunda.. Mari menjadi pendengar yang baik untuk anak dan pasangan kita ???

#YukBerubah #KeluargaRKTIM

- Tips Bunda dan BayiMendidik Anak Pre-Aqil Baligh Bersama Suami di Rumah

Mei 01, 2018 Add Comment



Ayahnya dulu ambil jurusan perkuliahan teknik, memahami bagaimana mengatur segala sesuatunya bisa berjalan dengan sistematis, berfungsi dgn baik dan memeliharanya..
Unnanya dulu ambil jurusan perkuliahan psikologi, memahami bagaimana jiwa seorang manusia..

.
.

Ko beda jauh sih?
Lalu apa ada yg salah?
Engga.. Semua udah takdir Allah yg mempertemukan kita, ibaratnya nih kita pribadi pun ada alasan untuk hidup di dunia ini, lalu dipertemukan dgn pasangan kita..
Sempurna lah separuh agama kita dan tinggal berkolaborasi lah bersama pasangan kita yg pastinya ada alasan kenapa Allah mempertemukan kita.. So deep ??
Ga sekedar cuman cicintaan yaa bro-sist.. ??

.
.

Banyak hal, misal terkait aktualisasi diri kita yg statusnya sudah berbeda bukan lagi single, tp sudah punya gelar, ayah dan Bunda ??
Musti berfikir 2-3x untuk berbuat sesuatu dan mengambil keputusan..
Ingin tetap berkarya tapi bisa ko dari rumah dan terlibat semua anggota keluarga..

.
.

Terkait pendidikan anak, nah yg ini kita masih bau kencur ?? jauh dari pengalaman mereka yg sudah berhasil mendidik dan membanggakan keluarga, negara, dan agama..

.
.

Baru diamanahi seorang anak sholehah (insyaallah) yg beranjak menuju 2 tahun, mau di didik apa sih? "Ntar aja kalau dah gede.. Skg mah main main aja dulu..", mereka bilang.

Iya betul ko.. Anak itu dunianya bermain ??
Tapi kita sedang berusaha tuk hadirkan home education sesuai dgn usianya..
Setiap tempat adalah sekolahnya..
caranya ?
? mengenalkan dgn penciptanya
? memberikan contoh yg sesuai syariat agama kita
? mengajarkan adab dulu sebelum ilmu
? mengajak belajar bersama Alam
? mengenalkan kearifan lokal dan bahasa Bunda
? optimalisasi golden age

.
.

Jadi, saya dan suami tidak bisa saling tuduh/menyalahkan, kamu yg didik anak krn kamu lebih paham jiwa..
kamu aja yg sempet jadi guru..
kamu kan imam kamu yg wajib tanggung jawab..
kamu yg full di rumah yg lebih tau..

.
.

No..
Ga ada kata aku kamu..
Kita berkolaborasi,
Saling mengisi,
Saling mengkoreksi,
Dan saling support...
Semua orang adalah guru..
Terutama kitalah yg Allah percayakan untuk mendidiknya..

Kita pegang tangan anak kita dengan erat..
Jaga amanah-Nya ini, bidadari surga ini.. ????

- Tips Bunda dan Bayi12 Manfaat Membacakan Cerita Untuk Anak

Februari 22, 2018 Add Comment



Membacakan cerita bukanlah hal yang sulit. Dengan senang hati anak Kamu akan duduk manis begitu Kamu bilang, �Waktunya mendengarkan cerita!� Namun jangan salah, membacakan cerita bukanlah kegiatan sampingan yang hanya bisa dilakukan kalau ada waktu luang saja. Berikut ini, sekilas ulasan 12 manfaat membacakan cerita untuk anak.

1. Kemampuan Berbahasa Meningkat
2. Kemampuan Mendengar Meningkat
3. Kemampuan Berkomunikasi Verbal Meningkat
4. Kemampuan Konseptual Meningkat
5. Kemampuan Memecahkan Masalah Meningkat
6. Daya Imajinasi dan Kreativitas Bertambah
7. Kecerdasan Emosi (EQ) Meningkat
8. Nilai Moral Bertambah
9. Wawasan Bertambah
10. Pengetahuan Ragam Budaya Bertambah
11. Mendapatkan Relaksasi Jiwa dan Raga
12. Keakraban Emosi Antara Orang Tua dan Anak Meningkat

Wah banyak sekali, ya Bun, manfaat membacakan buku untuk anak kita sejak dini. Buat para Bunda yang masih memiliki anak usia dini, yuk jangan kita sia-siakan masa golden age anak kita! Dan buat Bunda yang belum sempat mengenalkan membacakan buku pada anaknya sejak dini, jangan khawatir ya. Tidak ada kata terlambat, hanya perlu lebih berjuang lagi. Semangggattt

Klik hastag #KatalogRkCPD
#bukudongeng #bukucerita #bukuanak #bukupremium #premiumbook #englishbook

- Tips Bunda dan BayiMateri Pokok 10 - Teknis Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun

September 27, 2017 Add Comment


????????????????

*Materi Pokok ??*

*Teknis Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun*

_Ditulis oleh : Ustadz Harry Santosa_

??????????

Menurut bapak Prof Daniel Rosyid, inti berumah tangga hanya 2, mendidik generasi dan membangun kepemimpinan berbasis potensi atau enterpreneurship bersama (berdakwah, berkomunitas, bersosial bisnis etc). Tanpa dua fungsi sejati itu hidup akan kehilangan gairah. Namun, tidak perlu juga menjadi panik dan tergesa-gesa atau membuat pacuan kuda. Ustadz saya, Ustadz Adriano menganjurkan *Optimistic Parenting*. _Esensinya mendidik anak perlu rileks namun konsisten, Ithminan namun istiqomah. Sebagaimana sunnatullah, semua ada waktu dan tahapan._

Saya melihat ada *periode kritis* di usia 8-10. Pada usia 7 tahun sholat mulai diperintah, dan usia 10 tahun boleh dipukul. Apa maknanya? Ada waktu 2-3 tahun, agar anak _berlatih dan membangun kesadaran_ sehingga tidak perlu dipukul karena meninggalkan shalat.

Bagaimana membimbing anak-anak untuk dapat mencapai fitrah-fitrah baiknya dalam fase ini?

_?? Fitrah Keimanan_
_Keteladanan dan Membangun Kesadaran_

Walau kewajiban Syar'i jatuh ketika aqil baligh, latihan dan pembiasaan dengan cara keteladanan dan membangun kesadaran mesti dimulai sejak 7 tahun, dan 10 tahun adalah titik kritis. Bila tahap ini gagal, dengan berbagai alasan misalnya pemaksaan, trauma atau pendidikan tidak berhasil membuat terbangun kesadarannya, maka fase berikutnya akan sulit recovery.

Masa 7/8 - 10 tahun adalah masa transisi awal dari masa egosentris sebagai anak di usia 0-6 tahun, kepada kesadaran awal sebagai makhluk Tuhan dan makhluk sosial.

Nah, kembali ke tahap 8-10 tahun. Jika imaji ttg sholat dan ibadah lainnya sudah "negatif" di usia 0-6 tahun, di usia 7 tahun batas untuk memulai kesadaran kembali. Ada waktu 8-10 tahun untuk kembali membangun kesadaran positifnya tentang kebenaran. Jadi jangan sampai dipukul. Seingat saya tidak ada satu hadits pun yang menceritakan Rasulullah SAW pernah memukul anak. Nah, sholat adalah contoh. Ada begitu banyak nilai-nilai kebenaran yang bersemayam dalam fitrah keimanan anak-anak kita yang sebaiknya disadarkan.

_?? Fitrah Belajar_
_Intellectual Curiosity_

Intellectual Curiosity adalah salah satu cara membangkitkan fitrah belajar. Yang paling efektif adalah experiental learning atau project based learning atau biasa disebut menggali hikmah bersama peristiwa sehari-hari, atau dari sejarah atau yg ada di alam semesta.

Tidak ada yang kebetulan dari peristiwa sehari-hari. Beternak kelinci misalnya, bukan hanya fitrah belajarnya yang digali, tetapi fitrah-fitrah lainnya. Misalnya ketika ada kelinci yang wafat, kita bisa menemukan hikmah-hikmah dibalik kematian kelinci dan musibah lalu bagaimana menyikapinya. Bagaimana imaji postif dibangun dari peristiwa itu bukan sebalikanya. Jangan remehkan peristiwa dan imaji di masa anak-anak. Banyak orang dewasa yang bersikap negatif terhadap musibah, menjadi terpuruk, depresi dstnya. Itu karena ada imaji negatif, yang membuat luka persepsi lalu melahirkan pensikapan yang buruk ketika dewasa.

Salah satu yang dapat kita gali dari Siroh Nabawiyah ketika Nabi saw berusia 8-10 tahun adalah melakukan perjalanan jauh berdagang ke Syam bersama Pamannya. Dunia luar membuka cakrawala.... Nabi SAW menyaksikan beragam suku bangsa bertemu di Syam, melihat bagaimana nasib pedangan yang jujur dan pedangang yang curang.

Silahkan dieksplorasi cara-cara untuk INSiDE OUT semua fitrah-fitrah baik yang ada dalam diri anak kita....

_?? Fitrah Bakat_

Fitrah bakat yang dimaksud adalah potensi keunikan terkait personality yang merupakan bawaan lahir. Orang menyebutnya bakat, talent, strength, grit dll.

Setiap bayi adalah unik, dan keunikannya adalah keistimewaannya yang bila dikembangkan akan menjadi peran peradabannya, misi spesifiknya sebagai khalifah. Tidak ada bayi yang lahir tanpa bakat dan keunikan. Inilah sesungguhnya panggilan hidup yang sudah Allah rancang. Nampak pada sifat-sifat dominannya sejak kecil misalnya suka memimpin, suka mengatur, suka guyub, suka meneliti, suka berfikir, suka mengaitkan, suka curigaan atau waspada dll. Maka amatilah, catatlah, fokus dan konsisten menumbuhkannya.

_??Fitrah Perkembangan_

Fitrah ini sangat terkait dengan tahapan usia. Ada cara dan metode yang berbeda untuk tiap tahap usia dan tiap jenis fitrah.

Dasar pemahaman adanya fitrah perkembangan :
- Bahwa segala sesuatu di muka bumi dan di alam semesta memiliki sunnatullah perkembangan terkait waktu dan tahapan. Fitrah adalah ibarat benih, maka punya tahapan merawat dan menumbuhkannya.
- Bahwa fitrah perkembangan punya tahun-tahun perkembangan manusia, yang sepenuhnya mengambil dari tahun-tahun yang disebut dalam alQuran maupun alHadits, yaitu 2,7,10 dan 14-15. Dimana 14-15 adalah batas antara anak dan bukan anak, antara bukan mukalaf dan mukalaf, antara tidak wajib memikul beban syariah dan wajib memikul beban syariah, antara pedagogi dan andragogi
- Bahwa semua tahapan adalah Golden Age dalam pandangan Islam, asal memahami pada tahapan apa, fitrah apa, akan mengalami puncaknya dengan cara bagaimana.

??????????