Tampilkan postingan dengan label Montessori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Montessori. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiOpen PO buku PhonicQur'an Juliah Sarah Rangkuti

November 30, 2017 Add Comment
Open PO buku PhonicQur'an
.


Sebuah buku untuk Mengajarkan Huruf yang dapat disentuh dan diraba (Touch and Trace) Berdasarkan Kisah dalam Al-Qur'an.
.
Buku ini sebagai pendamping buah hati dalam kegiatan pra-membaca. Perpaduan antara metode Montessori, Phonic dan Kisah dalam Al-Qur'an. Didukung dengan ilustrasi menarik yang pasti akan membuat anak-anak sukaaaa....
.
PERTAMA DAN SATU-SATUNYA di Indonesia
.
BONUS :
.
*2 Ebook PREMIUM senilai Rp. 1.497.000*
- Ebook "Kisah-kisah dalam Phonic Based On Al-Qur'an"
- Ebook "Mengenal Tahap Pembelajaran Membaca dalam Metode Montessori"
.
*Voucher belanja dari SPONSOR senilai Rp. 430.000*
.
+ Donasi Rp. 5.000 untuk Program Peduli Tuna Rungu Dompet Dhuafa
.
(Spesifikasi buku dan info bonus di postingan selanjutnya)
.
Order klik disini yah ??
bit.ly/TanyaCicit
.
#phonicqur'an #phonicbaseonalquran
#juliasarahrangkuti
#rumahmainanak
#RMA
#montessoriindonesia
#indonesia Montessori 

- Tips Bunda dan BayiMotorik Kasar dan Halus Pada Anak

September 13, 2017 Add Comment


Motorik Kasar dan Halus Pada Anak
Setiap mama pasti menginginkan keterampilan motorik anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
.
Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh, yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, atau naik turun tangga.
.
Perkembangan motorik ini beriringan dengan proses kematangan fisik anak.
.
Misalnya, anak akan mulai berjalan jika sistem sarafnya sudah matang, proporsi kakinya cukup kuat untuk menopang tubuhnya, dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.
.
Sebaliknya, motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan secara rutin, seperti bermain puzzle, menyusun balok, memasukan benda ke dalam lubang sesuai bentuknya dan sebagainya.
.
Kemampuan motorik halus setiap anak berbeda-beda, baik dalam hal kekuatan maupun ketepatannya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pembawaan anak dan stimulai yang didapatnya.
.
Setiap anak bisa mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Anak justru bisa menjadi bosan dan malas mengembangkan kemampuan motorik halusnya jika ia kurang mendapatkan rangsangan. Tapi, bukan berarti Kamu boleh memaksakan satu bentuk stimulasi atau rangsangan pada anak, ya.


Jika ingin lihat seru ya bermain ala ala Montessori Play cekidot ke IG nya Alula ya bun..
Klik disini.. 


Sumber: http://www.parenting.co.id/balita/motorik+kasar+vs+motorik+halus

- Tips Bunda dan BayBundasy Books Mainan Anak Kreatif

April 17, 2017 Add Comment
Repot gak sih Bun, kalo bawa anak ke tempat aktivitas kita??
Yangmana, sebelum berangkat pergi kita ajak bicara.. "
Janji yaa Nak, disana tidak rewel , jangan rBundat yaaa", Iya katanya..

Eh, baru saja acara dimulai belum setengah perjalanan kegiatan. Anak kita mulai narik-narik baju kita..
Belum yang bilang Bu, Bundauuu mau es krim, coklat, mau ini mau itu..
Bu, Bundau pulaaang, Bu, Bundauu mau handphone, mau game..
Ia mulai bosan.. hukum kekekalan ikhtiar pun dimulai..

Ga tahan pengen pulang, uring-uringan, teriak, tantrum dimulai..
Kita mulai kerepotan, apalagi, kalo tatapan orang-orang disekitar kita yang sudah mulai menyinis..
Seolah-olah berkata "masak, gak bisa diemin anak sih, anaknya berisik, dan kegiatan yang kita ikuti pun berantakan..
Apalagi, sampai kita cubit bentak dan pukul anak tersebut agar diam.. (istighfar dalam hati) semoga ini tak terjadi yaa Bun..

Tenang, saya yakin sekali bagi BuBunda yang sudah berpengalaman dengan hal-hal ini tau solusinya..
Tarik nafas..
Kita sadari, "Fitrah anak sampai usia 7 tahun mereka senang bermain, berekspresi, eksplorasi,  ingin tahun.. untuk itu jangan bunuh "rasa ingin belajar mereka" dengan teriakan, cubitan, pukulan kita yaaa..

untuk itu ketika anak kita ajak ke tempat aktivitas kita pastikan kebutuhan main mereka terpenuhi, Mis, adanya playground untuk anak-anaknya, tempat penitipan anaknya tidak. Kalo memang tidak ada, kita sediakan mainan, yang buat mereka teralihkan dari rasa bosan itu.

Untuk itulah, diperlukan mainan/buku edukasi anak sebagai media penyaluran rasa bermain anak atau sering disebut "Busy Book". Didalamnya beragam aktivitas mencocokkan, ada hitungan kecil, ada pengenalan bentuk, warna, benda, huruf hijaiyah, dsb.. yang bisa anak-anak bawa kemana-mana. Jadi, kita pun saling nyaman bisa beraktivitas anak bisa bermain? Yuk, pelihara rasa ingin tahu anak dengan kita fasilitas ingin tahunya.









ayah bunda mau kan anaknya anteng tapi NO TV & Gadget :)
order sekarang ya bunda...
di 085721482488