Tampilkan postingan dengan label Matrikulasi IP Batch 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matrikulasi IP Batch 3. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiAliran Rasa - Kenapa Mesti Ikutan di Program Matrikulasi IIP ?

April 04, 2017 Add Comment

assalamu�alaikum wr wb, sahabat-sahabat semua. Semoga selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan rezeki oleh Allah.

Banyak yang bertanya, ngapain aja? Rame ga? Belajar apa aja? Bikin apa?
Iya, awalnya saya maju mundur mau daftar. Tapi dari sebelum nikah pun sebenernya sudah ngeceng-ngeceng pengen banget ikutan dan alhamdulillah tahun ini kesampaian untuk mengikuti semua alur programnya. 

Awal ikutan merasa semangat banget, mulai dengan tema pertama yaitu Adab Dulu Sebelum Ilmu. Di awal aja udah berasa berat nih bahasannya, mengajak saya buat berfikir keras, dan berlari. Daripada mikir harga cengek yang naik terus kan buBunda, hehe.
Atau gimana lemesnya pas anak GTM, cara saya buat mengalihkan hal itu sementara yaitu dengan membuka-buka lagi materi matrikulasi dan tentunya mengerjakan Nice Homework. 
Karena rasanya setelah mengerjakan NHW yang super duper gue banget itu, jiwa saya berasa hadir lagi, apa sih haha. But you must try, mom. It's work ??

Meskipun kalau baca judulnya sepintas sih orang juga bakal biasa aja nanggapinnya. Tapi bakalan beda kalau kita memang terjun langsung membaca, mengerjakan dan mengaplikasikannya. You will find your diamond in your self, mom ??

Ok, super salut sama Bunda Septi dan Pa Dodik yang bisa menciptakan kurikulum seperti ini. Its so give me long effects.
Dan kurikulum ini tuh ga akan kita temuin di Sekolah Formal mana pun. Ya, mungkin karena inilah yang namanya Universitas Kehidupan. You must to be profesional, mom ??

Senengnya lagi, disini pun kita punya teman seperjuangan. Ada teteh yang masih single, teteh yang sama seperti saya baru berbuntut satu, atau ada yang lebih dari tiga buntutnya. Jadi disini saya belum seberapa, di banding mereka. Apalahi ketika ada acara kopdar, anaknya ada yang lari-larian dan satunya lagi rewel. Lihat Bundanya tetep kalem sambil nyerap materi sharing. Wow, we are a supermom ??

Jujur, dengan mengikuti ini mindset saya tentang Bunda Rumah Tangga berubah. Saya tidak akan membandingkan diri saya dengan teman-teman yang lain. Tapi saya membandingkan diri saya yang dulu dengan yang sekarang. Itulah proses. Belajar dan terus belajar. Terutama ketika materi Bunda Produktif, mindset lah yang di bentuk terlebih dahulu tentang bagaimana keberkahan dan kemuliaan itu lah yang dicari. Be a gratefull, mom ??

Sekian aliran rasa dari saya, kalau mau nanya-nanya atau sharing bisa kita chit-chat di sosmed saya atau via WA ?? 



Wassalamu'alaikum wr wb, 


Calon Bunda Profesional 

- Tips Bunda dan BayiMANAGEMEN EMOSI DALAM PENGASUHAN ANAK (Sharing Session KOPDAR MIP BATCH 3)

Maret 16, 2017 Add Comment

Bandung, 15 Maret 2017
Oleh : Teh Wiwik Wulansari dan Ketua IIP Bandung Teh Nisa Nur'arifah
Tempat:  Aula Lt. 4 Rabbani Hypnofashion jl. Dipatiukur no 44, Bandung

Setiap Individu termasuk Bunda memiliki emosi, lalu bagaimana cara kita me-manage emosi tersebut ketika kita sedang membersamai anak.













Bagi mereka yang sudah berpengalaman pasti akan paham, bagaimana rasa capenya ketika mempunyai banyak anak. Ilustrasinya, punya anak 1 itu cape, punya anak 2 cape banget, punya anak 3 cape banget sekali, nah biasanya anak ke-3 dst rasanya akan sama dengan punya anak 3. Kenapa, karena dari anak sebelumnya kita sudah bisa belajar bagaimana cara kita menghandle mereka.

Sebelum kita mengendalikan emosi kita, kita pun sebaiknya bisa mengenal signal tubuh kita yang dapat memicu emosi.
Berikut hal-hal yang biasa membuat kita emosi :
- berantakan
- dBundaru-buru suami
- dicurigai dan disalahkan
- anak makannya ga habis
- dan masih banyak lagi stressor lainnya.

Kesimpulannya penyebab marah itu bisa 3 macam :
- menggenggam dan melepaskan. Maksudnya dimana ketika kita memiliki  harapan dan kenyataan yang tidak sesuai. Maka lepaskanlah..

- melanggar batasan. Maksudnya sudah kelewat cape, kelewat lapar, kelewat sabar, dan kelewat nungguin, dsb.

- urusan yang belum selesai, punya luka dalam diri. Ko bisa? Ya tentu karena bisa jadi ketika kita dalam kondisi yang penuh luka akan melimpahkannya ke anak pada saat kita emosi itu.

Dalam teori psikologi ada yang disebut inner child, jika kita belum selesai dengan masa lalu kita. Maka bisa jadi inner child kita lah yang keluar, sifat dan perilaku saat kanak-kanak kita lah yang keluar. Jadi, jangan salahkan anak jika memiliki perilaku kurang baik saat emosi. Bisa jadi dia meniru bagaimana cara kita mengeluarkan emosi. Ingat? Anak itu peniru yang ulung. Dan perlu diingat selain itu menurut Bunda Elly Risman, bahwa kuncinya dalam mengajarkan kedisiplinan pada anak pun kita harus bisa berdamai terlebih dahulu dengan masa lalu.

Ketika kondisi pemicu tersebut muncul, fisik kita sudah membaca emosi tersebut.
Berikut gejala fisik yang biasanya kita sering rasakan ketika sedang emosi.
- jantung berdegub kencang
- pundak terasa pegal dan berat
- kepala mulai panas dan pusing
- muka memerah,
- dan gejala psikomatis lainnya..

Ketika sudah merasakan hal itu maka, mulailah ambil jarak dengan anak. Komunikasikan ke anak, kalau Bunda perlu waktu menenangkan diri. Bahkan kalau bisa, katakan saja kalau kita sedang marah. Bisa juga komunikasikan kepada pasangan atau keluarga yang ada untuk menitipkan anak kita.

Lalu kita bisa untuk mulai releasing-bernafas sadar. SADAR sedang marah, apa yang dirasakan? Merinding? Ya rasakan itu, nikmati, tarik nafas dalam-dalam, tahan, hembuskan dengan tenang. Coba untuk mengucapkan istigfar berulang-ulang. Dengan begitu asupan oksigen menjadi  lebih baik dan nalar bisa kembali bekerja. Masih belum bisa, kita bisa coba dengan mengambil air wudhu, meminta dan curhat hanya pada Allah SWT.

Jangan sampai kita terus menerus berada pada rantai emosi.
Dimana saat kita marah, kita ga sadar, dan malah mengabaikannya. Setelah marah kita menyesalinya atau yasudahlah, tapi anak jadi korban. Lalu apa hal tersebut terulang lagi? Jadi jangan sampai hal tersebut terulang kembali. Ada baiknya kita coba konsultasikan kepada yang lebih ahli atau bercerita kepada orang yang amat sangat kita percaya untuk dipintakan nasehat dan solusinya.

Sekarang bagaimana jika menghadapi anak tantrum, gunakan teknik pengabaian tapi jangan mengabaikan. Jadi kita memberikan kesempatan ke anak untuk meluapkan emosinya (nangis, dll)  tapi tetap kita beri perhatian misal, kakak mau Bunda peluk? Kalau anak tetap memilih nangis kita menepi lagi. Jadi kita beri ruang sendiri untuk anak tapi tetap kita tunjukan kepedulian kita pada kondisi mereka. Lalu setelah kondisi tenang, bisa kita mulai dengan "komunikasi produktif".

Alhamdulillah acara sharing session berjalan kurang lebih satu jam saja. Memang apa yang saya resume disini masih kurang lengkap dan hanya intinya saja. Belum lagi hasil jepretan saya yang agak burem dan belum bisa mewakili materi yang disampaikan. Silahkan teman-teman boleh cari ilmu lain tentang bagaimana me-manage emosi dari sumber lainnya.

Semoga acara sharing session ini menjadi amal jariah untuk para pemateri teteh-teteh Bunda Profesional yang lebih dulu telah lulus. Semoga saya dan teman-teman seperjuangan lainnya juga cepat menyusul kesuksesannya.

Sebelumnya gak apa-apa ya, saya posting juga foto teman-teman seperjuangan saya di kelompok Bandung 4 dan di temani teteh Fasil plus pemateri juga.

Salam Hangat dari para Calon Bunda Profesional,


- Tips Bunda dan BayiNice Homework 8 :MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Maret 15, 2017 Add Comment

assalamu�alaikum sahabat-sahabat semua. Semoga selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan rezeki oleh Allah.
Kali ini saya akan sharing ilmu tentang �misi hidup� yang sangat menarik ketika saya mempelajarinya di program matrikulasi Bunda Profesional Batch3 dan sangat berat makna, karena ini mempengaruhi tujuan Hidup (life purpose) kita. semoga bermanfaat :)

Masih nempel di kepala tentang materi sesi #8 dimana kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Karena perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. 
Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari.
- Be Profesional amd Rezeki will Follows - 

Tagline Bunda Profesional diatas akan selalu mengingatkan kita bahwa   produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima. 

Maka NHW kali ini akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis.

PERTAMA 
a. Kita ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah  di tulis di kuadran SUKA dan BISA (pada saat NHW#7)
saya lampirkan ulang yang kuadran saya.. 



Dan saya ambil "membantu mencarikan solusi dengan berjualan"

mulailah dan jalankan saja yang kita BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Kemudian jika sudah menemukan misi hidup tsb apabila kita  menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. 

b. Setelah ketemu satu hal yang Suka dan Bisa..  jawablah pertanyaan �BE  DO HAVE� di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE) 
Leader reseller dan Bunda Profesional
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Membantu para orangtua untuk menghadirkan Home Education dirumahnya Dan share ilmu dan pengalaman tentang Parenting. Kenapa? Karena parenting ini perlu untuk melahirkan generasi jempolan penerus bangsa.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
anak yg sholeh-sholehah, HOME EDUCATIOM/Perpustakaan di rumah, tim / partner yang solid dan rumah yang NYAMAN. 

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
kemuliaan, ridho Allah, kesehatan keluarga, kelancaran Rezeki, bermnafaat bagi orang lain, habluminallah dan habluminanas
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
Bisnis berjalan dengan lancar dan semakin berkembang.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Omzet 70 jt/tahun dan memiliki 100 buku bacaan untuk perpustakaan di rumah.

Sekian detail real NHW misi saya yang berbasis pada kemampuan saya. Nah, Berarti sekarang tinggal saya memulai dan berkomitmen untuk �BERUBAH� dari kebiasaan-kebiasaan yang memang harus diubah. 


Salam Bunda Ceria ????

- Tips Bunda dan BayiNIce Home Work 7 : Tahapan Menuju Bunda Produktif

Maret 10, 2017 Add Comment






















apaa yaa itu ?

Ada yang tau?

kayanya udah ga aneh deh.. kalau yang baca temen-temen kuliah saya .. haha

ya, itu adalah tipologi dan gambaran bakat diri saya :D

Untuk apa sih pake tes segala..
Jadi tes bakat ini bertujuan untuk melihat kelebihan dan kekurangan kita, dilihat dari kecenderungan kita memilih pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan suatu profesi.

Nah, foilaaa. Itu lah hasil tes saya..

Ketika di suruh di cocokan dengan tugas NHW yang sebelum-sebelumnya.. memang saya sudah menyadari kelebihan dan kelemahan diri saya, Hasilnya pas cocok hehe.. maka dari itu saya lebih coba fokus kepada hal-hal yang bikin saya naik gunung.. bukan turun gunung.. itu pun kalau ingin melakukan percepatan..
Jika ada hal yang saya belum bisa saya lakukan, saya bisa coba delegasikan atau minta bantuan orang lain.. Keep it simple..

Tahap selanjutnya, kita buat kuadran aktivitasnya.. ini hasil kuadran saya..


Nah.. hasil kuadran ini bisa jadi salah satu tools untuk Talent Maping kita..
Nantinya juga akan membuat kita lebih berbinar lagi ketika sudah menjadi Bunda Produktif.

Saya selalu ingat mindset bahwa Bunda Produktif itu bukan melulu tentang Uang, bukan melulu tentang masa depan yang cerah..
Tetapi, Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan �MISI PENCIPTAAN� dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya �BERBINAR-BINAR".
Dan tanpa melalaikan ketaatan pada-Nya dan tanpa mengorbankan amanah-Nya..
ATAU harus sesuai dengan value Bunda Produktif yaitu bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga. Maka jika, hal tersebut bukannya malah memuliakan anak dan keluarga mu, maka tinggalkanlah..

Ahh.. dalam sekali materi ke-7 ini.. saya sampai berulang-ulang baca materi ini dan saya share ulang ke teman-teman dan ke mamah saya..

Baiklah..
Silahkan dicoba ya..
Dan selamat menikmati tahapan Bunda Produktif..

Selalu ingat..
Rezeki itu pasti, tapi kemuliaanlah yang harus di cari..

- Tips Bunda dan BayiNIce Home Work 3 : Membangun Peradaban Dari Rumah

Maret 09, 2017 Add Comment

Bismillahirrahmanirrahim..
Tiba juga di NHW yang ke-3 ini. Tema kali ini tentang bagaimana kita membangun peradaban di dalam keluarga kecil kita.
Hellow.. peradaban?? Yang serius nih.. kita kan hanya dan baru saja hidup bertiga, duh peradaban lingkupnya terlalu besar terlalu mengangan-angan..
Eits, jangan salah ya..
Masih ingat ga kalau Bunda itu Agent of Change, lalu amanah anak itu proyek BESAR dan rumah kita adalah pondasinya Nah, disitulah poinnya.
� Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita. � (materi matrikulasi #NHW3)
Dengan mengerjakan NHW3 ini, sebisa mungkin menjabarkan dan membuat saya lebih memahami kenapa saya dipertemukan dengan Aa hehe :oops::oops: (panggilan sayang saya ke dia padahal awal kenal manggil Abah haha, aw aw mulai nih baper).
Lalu, bagaimana saya bisa melihat potensi lebih atas anak yang telah di amanahi pada kita berdua. Dimana saya tidak hanya menciptakan keturunan yang biasa saja dari suami saya. Selain itu saya pun diajak pmencari apa potensi diri saya yang pastinya sudah secara anugrah di berikan kelebihan oleh Allah SWT tinggal saya pintar mencari apa misi spesifiknya itu.
Dan terakhir ketika saya dengan peka melihat peluang diluar sana. Bagaimana kondisi lingkungan tempat tinggal saya saat ini. Sehingga nanti muncul lah apa peran spesifik keluarga saya di muka bumi ini.
Pertama, saya di tugaskan untuk merasakan jatuh cinta kembali kepada suami saya dan buatkan dia surat cinta. Haha, bingung dong mati gaya secara saya ga PD  dan ga biasa bikin love letter gitu yah.. bukan kita banget deh haha..
Tapi ini patut dicoba karena dengan begitu bisa me-recall kembali masa-masa yang dulu saat kita yakin saling memilih satu sama lain dan menarik jika sudah melihat bagaimana responnya. Dan membuat romantisme muncul lagi disaat kejenuhan rutinitas keseharian ngurus anak lah, kerjaan lah, dsb.
Tapi untuk tipe yang cuek dan ga banyak komentar sih ga usah di paksa ya hehe, yang penting sudah usaha.
Bonusnya sih kalau love letternya di bales dan tiba-tiba suami ngajak honeymoon lagi. (Kode keras) hihihi :oops::oops:
Berhari-hari mikir nulis apa ya, buka-buka folder camera dulu dan screenshot percakapan kita dulu. Ha?? Masih ada dong :oops::oops:????
 I get it.. tapi karena saya tipenya visual jadi saya berniat kalau di bikin vidio aja deh jadi love movie gtu haha niat banget ya ??
Disitu saya rangkai foto-foto beralur dari awal ketemu dan hingga saat ini. Lalu saya selipkan kata-kata dengan menitik beratkan pada alasan kuat kenapa dia memilih saya dan kenapa saya memilih dia. Memilih sebagai teman hidup dan sebagai orangtua dari anaknya kelak :oops::oops:
yang mau kepo silahkan lihat video nya disni yaa 
Bismillah deh dalem hati, cari moment yang tepat dan dari jauh hari saya ga berharap dapat balasan atau komentar yang sama �manisnya� haha karena saya hafal tipe suami saya ini seperti apa ????
Alhamdulillah sampai pagi ini saya belum dapat responnya, hehe.. 
Gapapa, yang penting saya posting dulu aja tugasnya ????
Kedua, tugasnya yaitu membaca potensi anak saya. Agak sulit ya kalau masih bayi hehe. Tapi dilihat saja dulu bagaimana tumbuh kembangnya saat ini. Sedikit bercerita tentang Si imut BOSCAN (Boss Cantik) nya Ayah dan Unna yang seminggu lagi usianya tepat 7 bulan, alhamdulillah !! ????
Nah, sudah bisa apa aja sih Neng boscan Alula ini.
Berikut beberapa tahapan tumbuh kembang yang sudah di capai Alula :
  • BB saat ini kurang lebih 6 � 6,2 kg (beda timbangan saat di posyandu dan Dokter) 
  • TB saat ini 60-65 cm (lagi-lagi berbeda ukurannya)
  • Sudah bisa guling-guling di kasur, tanpa bantuan.
  • Tidurnya juga sudah bisa muter-muter ngabisin lapak ayah dan unnanya.
  • Sudah mulai hafal mana Unnanya. Misal saat main dengan siapa pun, kalau lihat unnanya kadang malah jadi ngerengek manja kayak minta mimik. Sambil bilang �neng� nen.. nen..� ????
  • Meraih, melempar, dan mengambil benda yang didekatnya (sesulit apapun itu, diusahakan banget harus dapet, pake acara guling atau muter dulu).
  • Sudah mulai merespon candaan orang lain meski hanya sedetik dua detik bunyi tawanya, tapi kalau tersenyum lebar banget ????????
  • Memegang benda dengan satu dan dua tangan. Memindahkan, menggoyangkan atau melemparnya.
  • Semakin mahir menggerakan bibir dan lidahnya saat makan dan minum. 
  • Semakin expresif ketika diajak main ci-luk-ba dan saat diceritakan dongeng.
  • Mulai merespon dan menoleh ketika namanya disebut.
  • Semakin kuat dan lama latihan onggong-onggongnya. Sudah bisa menggerakkan kakinya maju-mundur. Tinggal melatih tangannya yang bergerak.
  • Celotehnya udah makin banyak, lalala, nanana, dadada, jajaja, gingging, nah yang saat ini lagi sering yaitu �neng.. nen..� terutama saat dia kesal karena lapar, pasti itu yang dia ucapkan.
  • Mulai ada kepengen untuk belajar duduk dan berdiri, tetapi masih harus di topang.
  • Ketika didudukan di meja makan, sudah senang pukul-pukul meja dan sambil menggoyang-goyangkan kakinya.
  • Sudah mahir minum menggunakan gelas dan Alula juga sudah bisa menjulurkan tangannya ketika melihat ada yang sedang minum.
  • Sudah bisa makan sendiri ala ala BLW. Tentunya masih tahapan awal ya. Belum jago banget, hhe masih belajar tekstur. Tapi sudah bisa mengambil dan memasukkan langsung ke mulutnya. Dengan satu tangan atau pun kedua tangannya. Sudah bisa mengeluarkan potongan yang besarnya juga dengan sendiri.
  • Menempelkan kepala bila merasa nyaman kalau di pangku unna atau meronta kalau merasa tidak nyaman. Biasanya kalau udah ga mau makan, langsung deh meronta-ronta di kursinya.
  • Berusaha memegang buku dan meraba-raba. Senang melihat warna-warni dan suka pengen tahu apa yang ayah-unnanya lakukan dengan buku itu.
  • Suka seperti memperhatikan orang sedang berbicara di telefon.
  • Kalau dilihat-lihat dan menerima banyak komentar tim hore hehe (keluarga,teman,tetangga) banyak yang bilang Alula ini cerewet mirip Unnanya. Haha maafkan.. ?????? tapi ya mudah-mudahan kalau pun iya cerewet asal cerewet positif dan produktif ya nantinya hhehe
Mungkin baru segitu yang terobservasi oleh saya seputar tumbuh kembangnya Alula. Nanti kalau ada yang inget lagi saya tambahkan ??? Selalu sehat, ceria, dan tumbuh kembang sesuai usianya ya Alula ????
Tugas ketiga, membaca potensi diri sendiri. Setelah hampir seperempat abad saya menjalani berbagai bidang  dan dari beberapa pengalaman sendiri. Saya mulai menemukan beberapa poin yang menarik untuk saya gali lagi. Seperti Teori Bunda Septi, �menarik tapi tidak tertarik�. Bisa jadi salah satunya yaitu potensi diri saya. Dimana kalau membaca kembali NHW pertama saya, ilmu yang ingin di dalami yaitu illmu Bunda profesional.
Tetapi yang namanya Bunda profesional itu wajib mengetahui segala ilmu dan tentunya harus sudah pintar membaca potensi diri. Jadi saya mengerucutkan saja potensi saya ada di 2 bidang, yaitu bidang parenting anak (psikologi) dan bidang berdagang (wirausaha). Yaps, meskipun ilmu kedua-duanya masih saya upgrade terus dan menerus.
Merasa klop banget dan sefrekuensi dengan suami yang berprofesi sebagai pengusaha juga. Jadi, saya bisa bantu dia dalam markomnya, sellernya dan pembukuannya. Selain itu kita pun bisa saling bertukar pikiran dan saling memberi masukan. Hhe, untungnya saya dipertemukan dengan dia yang sama-sama �tukang jualan� . Mungkin itulah yang disebut kalau jodoh itu saling melengkapi.
Ketika lahirnya Alula, semakin munculah jiwa naluri keBundaan saya. Disitu saya mulai buka-buka buku psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, parenting dsb. Saya merasa seperti mulai kuliah lagi nih, hhe.. hampir setiap harinya cari lagi dan dapet lagi ilmu-ilmu baru seputar parenting. Jadi ilmu saya dulu ketika saya kuliah, memang kepake banget untuk anak saya sendiri. Hanya tinggal perlu di upgrade.. jangan lelah tuk terus belajar ;);)
Disitulah saya amat sangat bersyukur dan mulai lebih memahami, inilah skenario Allah SWT.
Dan tugas terakhir yaitu bagaimana membaca lingkungan dimana saya tinggal dan sejauh mana supportnya. Ceritanya ketika saya resign dari tempat saya mengajar, banyak sekali komentar yang masuk. Dimulai dari komentar yang komersil abis hehe nanti ga punya uang, nanti ga produktif, sayang gelarnya, dsb, dan saya hanya kasih senyum aja :):) sambil jawab, insyaallah Allah sudah atur semua.
Hhe, bijak banget yah, padahal sih dalam otak lagi berfikir keras gimana caranya supaya tetap produktif tanpa harus meninggalkan anak dan rumah.
Setelah menikah, saya di boyong oleh suami ke tempat tinggalnya. Jika melihat lingkungan dimana saya tinggal saat ini, lingkungannya sudah baik dan �hidup�. Ketika sudah hampir setahun tinggal disini dan bersosialisasi dengan tetangga-tetangga disini. Berkenalanlah saya dengan salah satu guru yayasan di komplek ini. Ketika sering sharing dan bercerita, dia menceritakan ada beberapa anak yang memang membutuhkan seorang konselor dan helper.
Salah satunya kasus tentang anak remaja dan kasus anak usia 5 tahun. Secara tidak langsung beliau meminta bantuan saya yang notabene saya sebagai sarjana psikologi. Disitulah saya merasa tertantang, merasa perlu di recall kembali nih ilmu yang dulu-dulu dan tentunya merasa diakui karena bisa bermanfaat di lingkungan sendiri. Suami pun sudah sangat sering mengingatkan untuk main ke saung, yaps kita menyebutnya saung RAJAB.
Mungkin kedepannya saya akan mencoba menfokuskan dan serius dalam membantu disana. Perlu memantapkan hati kembali agar lebih percaya diri. Sekali lagi mungkin inilah mengapa keluarga saya dihadirkan disini. Meskipun secara profit tidak menjanjikan tetapi untuk menjadi produktif tidaklah salah satunya profit yang menjadi tujuan. Karena kita tahu, yang akan dipertanggungjawabkan nanti salah satunya adalah sudah sejauh mana kita mengamalkan ilmu kita.
Wallahualam� ????
Salam bunda ceria ????