Tampilkan postingan dengan label Kuliah Bunsay IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Bunsay IIP. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan Bayithe sweet pancake

Maret 22, 2018 Add Comment
?? the sweet pancake??

.
.

Semalem, Alula mengalami demam yg cukup bikin saya kaget. Karena mendadak ke titik 38,8 dercel. Padahal sebelumnya anaknya ceria dan aktif.

.
.

Ketika pagi harinya, alhamdulillah demamnya hilang dan anaknya ceria dan aktif kembali. Tetapi datang lah tamu yg tak di undang, si GTM (gerakan tutup mulut) ????

.
.

Baiklah ini bukan pertama kalinya kedatangan tamu GTM. Yang penting mamak tenang jangan khawatir. Tawarkan apa saja yg ada.. Dan yg terpenting, saya harus KREATIF ??

.
.

Kreatif dalam hal menu makanannya dan juga cara mengajak agar makan. Kalau bhasa sunda nya sih di olo ya ????
Ya begitu kan? Seharusnya jadi Bunda, tidak mudah menyerah dan tetep berusaha kasih yg terbaik untuk anaknya..

.
.

Hah.. Kira-kira bikin apa..
Apalagi lucunya Alula tuh sekarang lagi fase bicara dan berkata "gak.." ????
Wah.. Di tawarin ini itu , jawabnya "enggak" hahah antara lucu dan sedih hahaha .makin bingung kepala unna ??

.
.

Aha!
Kepikiran deh bikin martabak aja..
Pertama saya perlihatkan gambar martabak manis, eh Alula langsung bilang, "kueh.. Kueh.." hihi masuk perangkap kamu nak ??
Kedua, saya bilang, "yuk bikin yuu.."
Alula jawab, "Aaaook" dalam artian hayu ??
"Oke, unna bikin dulu ya.. Ula tunggu disini atau mau ikut bikin??", tanya saya.
" kut... Kut.. ", jawab Alula sambil ngangguk-ngangguk. Oh berarti dia mau ikut bantu.

.
.

Dan ikutlah dia bantu bikin adonan,belum jadi aja udah dicolek-colek sambil bilang "kueh kueh". "haha sabar yaa teteh Ula.. Adonannya mesti kita diemin dlu sejam " , jelas saya lagi.

.
.

Dan bener aja setelah matang martabaknya, langsung Alula santap..
Nyam nyam nyam (�?�)
ada yg mau icip ??

.
.

Note : pancake versi indonesia =martabak ??

#tantangan10hari
#level9
#harike1
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

- Tips Bunda dan BayiKenapa Lebih Baik Suka Dahulu, Sebelum Bisa Matematika

November 22, 2017 Add Comment


Bismillah .. Untuk tantangan kali ini gampang gampang susah menurut saya, soalnya selain mesti berdasarkan konsep matematika logis. Tetapi sebenarnya hal-hal tersebut sudah ada di kehidupan kita sehari-hari.

Misalnya dari hal sesederhana sekali pun seperti dengan menyanyikan lagu 2 mata saya.. Sambil di tunjukan mata dan jumlahnya pun itu ternyata sudah termasuk ke dalam konsep matematika logis.. Asalkan tidak dipaksa kan untuk menghafal, itu tidak masalah.
Karena yg jadi masalah yaitu jika saat ini terus dijejali dan di paksa menghafap bilangan lalu lambang lalu tabataku langsing, nantinya bisa-bisa ketika besar nanti sudah lupa lagi akan rumus-rumus matematika. Dan dalam kehidupan sehari-harinya kurang mampu dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya.

Lewat materi ke-6 ini, saya jadi banyak tercerahkan. Ya sebelum terlambat. Lebih baik membuat Alula suka terlebih dahulu, daripada bisa dulu. 
Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing.

Yang perlu saya dan teman-teman pelajari di Bunda Profesional adalah Bagaimana kita sebagai orangtua bisa merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak. 
Dan ternyata banyak sekali kegiatan yang bisa kita lakukan di rumah atau dimanapun, diantaranya :
Bermain pasir, bermain di dapur, bermain puzzle, Belajar di meja makan, dan masih banyak lagi. Dan juga bisa disesuaikan dgn tahapan perkembangan usianya. 
Insyaallah beberapa hari kedepan saya akan mulai share kegiatan saya dalam menstimulus matematika.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#AlulaHFSukaMatematika
#AlulaHF16m

- Tips Bunda dan BayiCIRI ANAK MANDIRI DAN TAHAPAN PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN

September 27, 2017 Add Comment
Re

???? Cemilan Rabu #2 ????

CIRI ANAK MANDIRI DAN TAHAPAN PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN

Kemandirian anak usia dini berbeda dengan kemandirian remaja ataupun orang dewasa. Jika pengertian mandiri untuk remaja dan orang dewasa adalah kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas apa yang dilakukan tanpa membebani orang lain, sedangkan untuk anak usia dini adalah kemampuan yang disesuaikan dengan tugas perkembangan.

Adapun tugas-tugas perkembangan untuk anak usia dini antara lain belajar berjalan, belajar makan, berlatih berbicara, koordinasi tubuh, kontak perasaan dengan lingkungan, pembentukan pengertian, dan belajar moral.

Empat ciri kemandirian anak yang perlu diketahui:
1. Anak dapat melakukan segala aktivitasnya secara sendiri meskipun tetap dengan pengawasan orang dewasa.
2. Anak dapat membuat keputusan dan pilihan sesuai dengan pandangan, pandangan itu sendiri diperolehnya dari melihat perilaku atau perbuatan orang-orang di sekitarnya.
3. Anak mampu bersosialisasi dengan orang lain tanpa perlu ditemani orang tua.
4. Anak bisa mengontrol emosinya bahkan dapat berempati terhadap orang lain.

Lima tahapan perkembangan kemandirian anak yaitu:
1. Anak mampu mengatur kehidupan dan diri anak sendiri, misalnya: makan, ke kamar mandi, mencuci, membersihkan diri, dan memakai pakaian sendiri.
2. Anak bisa melaksanakan ide-ide anak sendiri dan menentukan arah permainan.
3. Anak bisa mengurus hal-hal yang ada dalam rumah dan bertanggung jawab terhadap sejumlah pekerjaan domestik, mengatur bagaimana menyenangkan dan menghBundar diri sendiri dalam alur yang diperbolehkan, dan mengelola uang saku sendiri.
4. Anak bisa mengatur diri sendiri di luar rumah, misalnya di sekolah, menyelesaikan pekerjaan rumah, menyiapkan segala keperluan kehidupan sosial di luar rumah.
5. Anak mampu untuk mengurus orang lain baik di dalam rumah maupun di luar rumah, misalnya menjaga adiknya ketika orang tua sedang mengerjakan sesuatu yang lain.

Dalam mendidik anak mandiri ini dBundatuhkan kesabaran dan pengetahuan yang cukup.  Jangan lupa bahwa anak bukanlah miniatur orang dewasa.  Oleh karena itu anak tidak boleh dituntut menjadi orang dewasa sebelum waktunya.

Salam Bunda Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

?? Sumber bacaan :
http://www.al-maghribicendekia.com/2013/09/ciri-anak-mandiri-dan-tahapan

- Tips Bunda dan BayiKemandirian

September 27, 2017 Add Comment


?? *Cemilan Rabu 1*??
12 Juli 2017

*KEMANDIRIAN*

Kemandirian atau bergantung pada diri sendiri adalah konsep yang harus diperhatikan untuk ditanamkan pada jiwa anak.
Banyak anak yang menjadi kurang mandiri pada era sekarang ini. Hal ini nampak jelas dirumah-rumah karena mereka sering kali bergantung pada pembantu. Begitu juga dalam mengerjakan tugas - tugas dan belajar. Sikap tersebut membuat nilai kemandirian pada anak berkurang.
Dengan demikian, pada orangtua dan pendidik harus melatih anak agar belajar percaya diri serta dapat mandiri dalam perkara ibadah dan kehidupan.

Berikut beberapa hal yang dapat membantu untuk menanamkan nilai kemandirian pada diri anak.

*1.* *_Membiasakan Anak untuk Mengerjakan Urusan Rumah Sendiri_*

Misalnya, merapikan kamar, belajar dan mengerjakan tugas dengan tetap memberikan perhatian untuk membantunya pada saat tertentu.

*2.*  *_Membiasakan  Anak untuk Membeli Sesuatu dari Toko (Warung) dan Memberi Mereka Tugas Kecil_*

Misalnya  memberikan mereka catatan belanja dan membiarkan mereka belanja sendiri, lakukan berkali-kali sampai akhirnya mereka terlatih.

*3.* *_Pemilihan Baju_*

Memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih bajunya sendiri. Saat tidak cocok kita bisa bertanya dan mengarahkannya saja.

*4.* *_Kemandirian Iman_*

Kemandirian Iman maksudnya adalah kita mengajari anak untuk menjaga ibadahnya sendiri. Ini juga tidak berarti membiarkannya, dan kita tetap harus mengawasi dengan tepat dan dan mengingatkannya  untuk beribadah.

*5.* *_Mengajarinya Perencanaan Sederhana_*

Misal membuat jadwal yang harus anak kerjakan setiap harinya dengan sederhana saja. Hal ini akan membantunya merencanakan aktivitasnya dengan baik, dengan demikian anak bisa belajar cara mengatur waktunya dan menjaganya agar efektif.

*6.* *_Mengambil Manfaat dari Rekreasi dan Perjalanan dalam Menanamkan Konsep  Kemandirian_*

Misal menjadikannya penanggung jawab dalam hal merapikan kamar atau mengelola sejumlah uang. Hal ini akan membantunya mandiri dalam mencari cara untuk menyelesaikan sesuatu yang dituntut darinya.

*7.* *_Kerjasama_*

Agar dalam kemandirian tidak menimbulkan hal-hal yang kurang baik seperti individualisme, sombong, dan rasa tidak memerlukan orang lain, perlu ditanamkan konsep bekerja sama dengan orang lain dalam bentuk yang baik.

Itulah beberapa cara yang dapat membantu kita menanamkan konsep kemandirian dan bergantung pada diri sendiri di jiwa anak. Jika konsep ini dilakukan dengan baik,  akan lahir generasi positif dengan izin Allah ta'ala.semoga bermanfaat... ??

Salam Bunda Profesional
/Tim Fasilitator Bunda Sayang /

Sumber
Dr.  Yaser Nashr, _Mencetak Anak Berkarakter Positif, Unggul, Kreatif dan Berakhlak Mulia_

- Tips Bunda dan BayiReview Tantangan 10 Hari, Materi Bunda Sayang #1, Institut Bunda Profesional, KOMUNIKASI PRODUKTIF

Juli 04, 2017 Add Comment



*KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI*

Dari �TANTANGAN 10 HARI� sebenarnya kita bisa melihat pola komunikasi dengan diri kita sendiri, bagaimana kita memaknai satu kalimat di atas.

Limit yang kita tentukan bersama di tantangan ini adalah 10 hari, maka kita bisa melihat masuk kategori tahap manakah diri kita :

*a. Tahap Anomi* : Apabila diri kita belum memperlihatkan tanda-tKamu awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator, belum mulai menulis tantangan 10 hari satupun, karena mungkin belum memahami makna dari sebuah konsistensi.

*b.Tahap Heteronomi* : Apabila diri kita sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tKamu awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator, tapi belum konsisten. Kadang menuliskannya, kadang juga tidak. Hal ini karena dipicu oleh pemahaman dan mendapatkan penguatan dari lingkungan terdekat yang membentuk opini dan persepsi sendiri.

*c. Tahap Sosionomi* : Apabila diri kita sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tKamu awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator, dan sudah mulai konsisten. Menjalankan tantangan tepat 10 hari. Hal ini karena dipicu sebuah kesadaran dan mendapat penguatan dari lingkungan terdekat.

*d. Tahap Autonomi* : Apabila diri kita terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten, tidak  hanya berhenti pada tantangan 10 hari, Kamu terus melanjutkannya meski tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang menilai. Berkomunikasi produktif sudah menjadi budaya dalam kehidupan anda.
�10 Hari� adalah Limit terendah kita, hal tersebut hanyalah sebuah tetapan untuk mempermudah tercapainya sebuah tujuan.

Maka komunikasi kita dengan diri sendiri harus bisa terus mengupgrade limit tersebut. Dari sekarang kita harus paham benar bahwa limit kita adalah unlimited. Tidak ada yang mampu membatasi kita kecuali diri kita sendiri. Dengan konsep tersebut maka tidak ada yang tidak mungkin. Tentukan limit Kamu setinggi mungkin untuk diraih dan selalu diperbarui. Kuncinya adalah komunikasi produktif dengan diri sendiri.

_The greater danger of most of us is not that our aim is too high and we miss it, but it is too low and we reach it_ � Bahaya besar bukan karena kita mempunyai target tapi tak mampu mencapainya. Akan jauh lebih berbahaya jika kita mempunyai target yang terlalu rendah dan kita berhasil mencapainya � Michael angelo