Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiKomunikasi Produktif dengan Pasangan #Day8

Juni 13, 2017 Add Comment

Masih dalam masa merawat 2 pasien yang belum kunjung membaik, padahal sudah masuk hari ke-3. Ga banyak yang saya praktekan kaidah komprod hari ini.

Tapi akhirnya saya lebih membiasakan menggunakan kaidah mengendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah nan penuh kesabaran. Dan dengan rumus 7-38-55. Masih ingat kan ?

Kenapa saya banyak menggunakan kaidah itu, karena kalau orang yang sedang sakit pastinya ingin di layani dan diperhatikan. Jadi ya saya perbanyak kaidah itu saja. Supaya komunikasi hari ini berjalan baik.

#level1
#day8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

- Tips Bunda dan BayiKomunikasi Produktif dengan Pasangan #Day7 : Katakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan

Juni 12, 2017 Add Comment

Alhamdulillah saya dikasih kepercayaan lagi sama Allah buat jadi perawat pribadi dari 2 orang pasien, yaitu suami dan anak bayi.
Lucunya mereka berdua ini kalau sakit barengan, jadi kebayangkan gimana sBundaknya dan keteterannya saya.

Kalau anak bayi sakit ya wajar jadi sering nangis, mau mimik terus di eyong-eyong. Nah, kalau ayahnya sakit suka jadi sensitif dan ga sabaran. Ya, namanya juga orang sakit, mana berdaya buat gerak sendiri.

Cuman bingungnya kalau yang satu udah nangis kejer, eh satunya lagi juga sama minta tolong sesuatu dan mesti gerak cepet.

Dua hari berlalu berulang seperti itu, tapi ya rada lumayan sekarang kondisi ayahnya sudah mulai bisa di ajak ngobrol santai. Saya coba pakai kaidah choose the right time, saat kita sedang menulis alamat pengiriman paket.

�Aa, neng teh pengan kalau aa lagi sakit teh coba sabar.. Apalagi ini Ula juga sama lagi ga enak badan, pasti kerjaannya nangis sama mimik terus.. Mungkin kalau Ula udah bisa ngomong, bakalan sama kayak Aa, ingin ini itu ga sabaran yah.. Kan sakit itu penggugur dosa kalau kitanya ikhlas dan sabar..", ucap saya langsung menggunakan kaidah apa yang saya inginkan.

"Nyaa daa sakit atuh kumaha hehe", jawab suami cengengesan sambil nahan sakit. Emang sih kasian suami lagi bengkak gusi-gusinya, dan mulai bermunculan sariawan. Kebayangkan cenut-cenutnya kepala suami pas denger suara bayi nangis.

Sering banget orang sedang sakit memang senstif. Mungkin saya juga kalau sakit bakal kayak gitu. Tapi semenjak saya jadi Bunda RUMAH TANGGA, ga ada tuh dalem kamusnya sakit yg kelamaan. Mesti langsung dilawan. Sabar aja, insyaAllah Allah lah sebaik-baiknya penolong.

Ya, pada intinya salah satunya cara komunikasi dengan kita langsung mengucapkan apa yang kita inginkan kepada pasangan, pesan kita akan langsung tersampaikan.
Dan memang hari tadi suami jadi lebih bersabar dari yang kemarin. Terimakasih yaa Ayah Alula... ??

#level1
#day7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

- Tips Bunda dan BayiBagaimana Melatih Anak Berpuasa?

Mei 30, 2017 Add Comment
Bagaimana Melatih Anak Berpuasa?



Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School | www.auladi.net

Sudah jelas pendapat para ulama manapun bahwa ibadah wajib seperti sholat dan shaum hanya diwajibkan untuk anak-anak yang mencapai usia baligh (pubertas). Umumnya anak-anak mencapai usia pubertas pada usia 12 tahun untuk anak perempuan dan 14 tahun untuk anak laki-laki.

Namun demikian, sebagaimana ibadah-ibadah ritual ini memerlukan latihan, tidak serta merta begitu saja dilaksanakan baru setelah wajib. Seumpama olahraga, konsistensi kekuatan fisik dan pikiran akan dicapai jika sudah berlatih lebih dulu berulang-ulang.

Bukan saya yang bicara, tapi Utusan Tuhan yang bicara. Dalam hadits shahih tentang pendidikan sholat untuk anak misalnya, Rasulullah memerintahkan para orangtua untuk mengajak sholat usia 7 tahun. Padahal, wajibnya sholat ya mulai anak baligh kan?

Para sahabat Rasulullah pun melatih anak untuk melakukan puasa jauh sebelum anak-anak mereka baligh. Disebutkan dalam hadits Rubayi�bin Muawidz ra, bahwa Rasulullah Sallallhu 'alaihi wassallam mengutus sahabat di hari Asyura (10 Muharam) untuk mengumumkan, �Barangsiapa yang sejak pagi sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya. Barangsiapa yang sudah makan, hendaknya dia puasa di sisa hairnya.�

Para sahabat mengatakan �Setelah itu, kami puasa dan menyuruh anak-anak kami untuk puasa. Kami pergi ke masjid dan kami buatkan mainan dari bulu. Jika mereka menangis karena minta makan, kami beri mainan itu hingga bisa bertahan sampai waktu berbuka (HR. Bukhari No1960, no.1136).

Ibnu Hajar mengatakan �Hadits ini adalah dalil disyariatkannya membiasakan anak-anak untuk berpuasa, karena anak yang berusia sebagaimana yang disebutkan dalam hadtis belum termasuk usia mendapatkan beban syariat. Namun mereka diperintahkan puasa dalam rangka latihan.� (fathul Bari, 4201)

Lalu kabar baik pula, meski belum wajib, anak-anak tetap mendapatkan pahala saat melaksanakan ibadah, seolah seperti tabungan masa depan anak.

Ibnu Rusyd mengatakan, �Sesungguhnya bagi anak kecil, perbuatan dosanya tidak dicatat dan perbuatan baiknya dicatat, menurut pendapat yang lebih kuat.�

Dalam At-Tamhid, Ibnu Abdil Bar membawakan riwayat dari Abul Aliyah, dari Umar bin Khatab radhiallahu �anhu, bahwa beliau mengatakan, "Perbuatan baik anak kecil dicatat dan perbuatan dosanya tidak dicatat.� (At-Tamhid, 1:106)

Jadi umur berapa anak mulai diperintahkan puasa? Jika disandingkan (di-qiyas-kan) dengan ibadah sholat, maka perintah ibadah puasa pun dapat dilakukan saat anak mulai usia 7 tahun.
Disebutkan dalam riwayat dari Zubair bin Awam bahwa beliau memerintahkan anaknya untuk berpuasa jika mereka sudah mampu, dan beliau memerintahkan anaknya untuk shalat jika sudah mumayyiz (Riwayat Ibnu Abid Dunya dalam Al-Iyal, 1:47).

Apakah boleh langsung tamat sampai maghrib? Jika anak kuat melaksanakan dan tidak membahayakan kesehatan, tentu saja boleh. Al-Auza�i mengatakan �jika seorang anak mampu berpuasa tiga hari berturut-turut dan dia tidak lemah maka dia diminta untuk puasa. Demikian keterangan Ibnu Hajar�. (Fathul Bari, 3:5).

Bagaimana pula dengan anak di bawah 7 tahun? Apakah diperbolehkan anak-anak balita puasa? Semua ada tahapannya, yang dimaksud sejak dini mengenalkan ibadah itu usia berapa? Apakah berarti sedini mungkin itu sejak usia sedini-dininya, seperti mulai bayi?

Sebaik-baiknya contoh adalah Rasulullah dan para sahabatnya. Rasulullah sudah jelas-jelas memerintahkan usia 7 tahun dalam ibadah sholat, jika bersikeras bahwa lebih dini lebih baik, mengapa Rasulullah tidak memerintahkan orangtua mengajarkan sholat usia 5 tahun? Mengapa tidak 3 tahun? Mengapat tidak sejak bayi sekalian? Saya sih tidak mau merasa lebih pintar dari Utusan Tuhan itu.

7 tahun itu START latihan, bukan PEAK nya. Sebagian orang memahami salah kaprah bahwa 7 tahun itu anak harus sudah bisa khatam sampai magrib. Jika demikian itu seperti menuntunt sholat anak 7 tahun sholat langsung bisa sholat 5 waktu dengan benar, tanpa menunda-nunda sholat apalagi bolong-bolong. Padahal sudah jelas dalam hadits shahih tentang sholat, pukullah 10 tahun. Artinya PEAK dari latihan sejak usia 7 tahun itu justru 10 tahun. Jika tidak mau, baru boleh dipaksa.

Tapi jika hanya ingin mengenalkan puasa untuk anak dibawah 7 tahun, boleh-boleh saja. Tapi ingatlah lho ya, namanya �mengenalkan� artinya sesekali, bukan sering kali. Sekali ini puasa, besok tidak, ya tidak apa. Bahkan dalam 1 bulan hanya puasa 3 hari pun tidak apa. Namanya juga sesekali kan?

Bagaimana jika anaknya yang mau? Padahal orangtua tidak memerintahkan? Pantau Kesiapannya. Anak-anak yang memang di hari-hari biasa malas makan atau sedikit makan, maka puasa bagi mereka adalah kesempatan emas untuk tidak disuruh-suruh makan lagi.

Meski demikian, biasanya anak dibawah 7 tahun itu akan semangat di awal pagi hari, tapi saat hari menjelang siang sampai sore, keluhan-keluhan lapar akan keluar dari mulut mereka. Bersiaplah! Untuk anak-anak balita biarkan mereka berpuasa, tapi kita sebut dengan puasa setengah hari.

Lalu bagaimana melatih anak 7 tahun atau lebih berpuasa? Bolehkah langsung khatam sampai maghrib?

1. Agar tak kaget, melatih anak puasa sebaiknya bertahap, tidak langsung tamat 1 hari penuh. Tapi jika anak memang bersemangat sampai maghrib, tentu saja diperbolehkan.

2. Dalam 1 tahun pertama anak-anak melaksanakan puasa Ramadhan, dari awal diinfokan bahwa mereka akan sahur 2x, pertama sahur betulan, bersama orang dewasa saat sebelum Subuh dan kedua �sahur� pada siang hari. Sahur kedua ini hanya istilah untuk anak, bukan sahur yang sebenarnya seperti aturan syariat.

3. Meski misalnya anak tidak tamat 1 hari penuh, pembiasaan sahur tetap dilaksanakan, agar anak dapat merasakan �suasana puasa Ramadhan� sesungguhnya kelak. Jadi bukan sahur pada jam 6 pagi.

4. Tidurlah lebih awal agar lebih dibangunkan lebih awal.

5. Diluar sahur 2x tadi, anak-anak tetap tidak diperbolehkan untuk makan dan minum. Ingatkan berulang-ulang �kita lagi puasa�.

6. Bersiaplah dengan �ujiannya�. Umumnya, �muqoddimahnya� dimulai dari dzuhur dan memuncak sebelum maghrib, sebagian anak akan terus melancarkan berbagai keluhan pada orangtua, tidak sekali, berkali-kali:

�Aduh lapar� �

�Sudah tak tahan��

�Nanti kalau dedek sakit bagaimana?�

�Kapan sih adzan magribnya?�

�Adek adzan duluan ya, biar maghribnya duluan�.

�Bisa nggak sih jamnya dipercepat?�

7. Buat anak sBundak jika keluhan datang bertubi-tubi. Anak makin merasakan �lapar� karena banyak nganggur. Utamanya antara ashar - magrib, puncak lemas-lemas tubuh, jika anak diam nganggur maka makin mudah bagi anak merasakan �kebosanan� menunggu adzan magrib. Jadi, sBundakkan anak dengan berbagai permainan, seperti para sahabat memberikan mainan dari buku-bulu agar anak teralihkan kebosanannya.

8. Reward puasa diperbolehkan jika memang belum usia baligh, tapi tidak diberikan kepada anak baligh. Umumkan dari awal bahwa reward hanya diberikan dalam rangka latihan, setelah baligh tidak akan diberikan. Tidak ada reward untuk perbuatan yang sudah wajib. Setelah ibadah jadi wajib, katakan pada anak bahwa rewardnya langsung dari Allah, lebih besar, bukan dari orangtua.

9. Selalu dampingi anak saat bukan puasa. Anak yang berlatih puasa diperbolehkan diberikan makanan atau minuman istimewa sesuai permintaan anak, selama makan dan minuman yang �direquest� anak masih halalan thayyiban. Tapi setelah anak baligh, biasakan anak untuk makan sederhana. Jangan sampai alasan agar anak tertarik puasa, menyajikan makanan lebih mewah, menjadi keterusan sampai anak berusia baligh. Puasa mengendalikan nafsu tubuh dan pikiran, bukan malah memuliakannya. Ingat, Puasa seharusnya memuliakan jiwa bukan memuliakan perut.

@abahihsan

- Tips Bunda dan BayiMitos vs Fakta Anak Demam

April 17, 2017 Add Comment
sumber @Bundapedia_id


Pasti Bunda masih ingat kan saat kita kecil dulu mengalami demam, Bunda kita dengan sigap mengompres dengan air dingin di bagian dahi.
.
Ternyata, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebaiknya kompres anak yang demam dengan air hangat bersuhu sekitar 38C di bagian lipat ketiak dan lipat selangkangan.
.
?? Air hangat bisa membuat pembuluh darah melebar sehingga pori-pori terbuka dan membuat panas yang terperangkap dalam tubuh menguap keluar.
.
?? Sedangkan air dingin justru membuat demam tak kunjung menurun karena air dingin membuat pori-pori mengecil dan panas tubuh tidak bisa menguap.
.
?? Mengompres di bagian dahi juga tidak efektif karena terhalang tengkorak kepala. Sebaiknya dikompres di bagian lipatan karena daerah tersebut dilalui oleh pembuluh darah besar yang bisa mengirimkan pesan ke otak untuk menurunkan suhu tubuh.
.
?? Kompreslah bagian tersebut selama 10 menit. Bila handuk sudah tidak hangat, basahi lagi dengan air hangat. Kompres sampai suhu anak turun. Setelah mengompres, keringkan bagian yang basah dengan handuk dengan cara menekan-nekan kulit anak.
.
?? Jangan pula dikompres dengan alkohol karena anak bisa menghirup alkohol tersebut dan membuatnya mati lemas atau mengalami hipoglikemia (gula darah turun drastis dalam waktu singkat).
.
??Bawa anak ke rumah sakit bila bayi demam tinggi:
?? Suhu 38C untuk bayi kurang dari 3 bulan.
?? Suhu 38,5C untuk bayi usia 3-6 bulan.
?? Suhu 40C selama 72 jam untuk anak di atas 6 bulan.
.
Untuk info lengkap seputar penanganan demam pada anak, Bunda bisa klik link (https://goo.gl/3Uegl3) yang ada di bio ??

Punya trik khusus menurunkan demam pada anak? Bagikan pengalaman Bunda di sini yuk! ??




su


- Tips Bunda dan BayiTips Merawat Gigi Susu Anak - Resume Kuliah WhatsApp #curhatBella

Maret 28, 2017 Add Comment
Assalamualaikum bunda, mamah, emak, ummi, umma, ummu, Bunda, ambu yang cantik dan sholehah.. :)

Pada kesempatan ini, saya akan merangkum sedikit dari materi kuliah WA tanggal 24 Maret 2017mengenai "TIPS PINTAR MERAWAT GIGI ANAK" yang dilaksanakan oleh MamiBelle dan Kejora Indonesia. Karena pada waktu itu keburu full seat grupnya. Padahal sampai 3 grup, jadi saya bantu share disini aja ya .. 

Semoga Bermanfaat :)

Materi ini diisi oleh dua orang dokter gigi cantik yang dalam kesehariannya berkecimpung dengan masalah kesehatan gigi anak, yaitu Drg. Tara Pratitha dan Drg. Adela Andartya.

Berikut slide materinya ... ^^





























Lalu ini, sesi tanya jawabnya ..... ^^

Tanya: Ana Habibah, Madiun

saya Ana Habibah, dari Madiun.. Bunda dari Zalfa(23m) ... dia belum bisa berkumur, setiap gosok gigi pasti di telan, .. ..bagaimana agar anak bisa berkumur? dan pasta gigi pigeon (maaf menyebut merk) apakah aman apabila di telan? tks

Jawab:

Halo Bunda Ana, memang tidak mudah mengajarkan anak untuk berkumur, ajarkan anak terus berkumur dengan dicontohkan. Kumur dengan air mineral agar jika tertelan tidak berbahaya. Anak biasanya sudah bisa berkumur sekitar usia 2 tahun. Beri penjelasan pada anak kalau pasta gigi bukan makanan, berbahaya jika tertelan terus menerus. Bisa juga sikat gigi sambil bernyanyi dan sisipi dengan lirik untuk berkumur, atau memakai boneka yang mengajak anak untuk berkumur. Dapat dilihat dalam kemasan pasta gigi apakah pasta itu aman untuk anak-anak. Diperhatikan jumlah penggunaan pasta gigi, pada anak usia 0-3 tahun hanya diperbolehkan seoles tipis 1,5-3mm. Meskipun aman tertelan, pasta gigi bukanlah makanan, sehingga tetap latihlah anak untuk berkumur.

tanya : saya punya 2 baby. 1 umur 35mo. udah belajar gosok gigi dr tumgi pertama. awalnya ga pake odol cmn sikat gigi aja terua karena nyontohinnya ortunya pake odol hana jd ikutan. dr awal pake odol hana langsung kesenengan katena mungkin  rasanya enak ya jd dia pasti minta odol terus buat dimakan dg alasan gosok gigi sampe kira2 umur menjelang 2th sudah mulai mengerti kalau gosok gigi itu buat membersihkan gigi dr kuman (ulat2 jahat klo Bundanya bilang) skw masih suka sama odol tp tidak dimakan dan sudah bisa berkumur dg baik. nah adek nya ini yg baru berumur 16 bulan yg berkumur selalu ditelan. dan akhirnya pertanyaannya sm kaya yg diatas. sebatas mana odol aman tertelan masuk mulut? dan apakah berakibat beser ato yg lain. terimakasi mom bella 
Jawab: Iyaaa...ya betul..
Itu sepengalaman saya..
Dulu jaman kakak masih kecil..pakek nyanyinya upin dan ipin yg gosok gigi..trs qt jg ikutan kumur2.. 
Kalo khawatir tertelan bs pakai air matang..jadi aman..
Jadi dia tau kalo air yg hbs buat kumur dkeluarin

Tanya: Yuanita, Surabaya
Masalah gigi yang paling ditakutkan dan lebih sering dibahas kan gigi berlubang nih...
Nah saya malah penasaran dengan gigi tumpuk, gigi yang tumbuhnya menumpuk/berdesakan.
Bagaimana ya cara mencegahnya sejak dini? Ada yang bilang gigi tumpuk itu karna kelebihan kalsium, apakah itu benar?

Jawab:

Halo Bunda Yuanita, masalah gigi bertumpuk bukan disebabkan oleh kelebihan kalsium. Gigi yang bertumpuk memiliki bermacam-macam penyebab diantaranya: gigi yang tanggal terlalu cepat, akar gigi yang terlalu kuat sehingga pada waktunya dia tanggal gigi tersebut belum tanggal, faktor genetik, dan sebagainya. Cara mencegah agar gigi tidak bertumpuk, periksakan anak ke drg jika gigi sudah goyang namun belum juga tanggal padahal gigi tetapnya sudah tumbuh.Hal ini dapat menyebabkan gigi tetap tumbuh di luar tempat seharusnya. Jika gigi sudah bertumpuk, disarankan agar memeriksakan gigi yang bertumpuk itu ke dokter gigi untuk diperiksa dan ditindak lebih lanjut.

Tanya: Lia, Bekasi
apabila pd gigi seri atas dekat dg gusi pd bayi 18mo sdh terbentuk white spot, bagaimana cara memperbaikinya agar tdk berkembang menjadi karies gigi lebih parah? apakah penggunaan pasta gigi berfloride dan toothmousse dpt memperbaiki kerusakan tsb ? thx

Jawab:

Halo Bunda lia. White spot memang merupakan tKamu awal sebelum terjadinya lubang gigi,white spot yang tidak dirawat dapat berubah menjadi lubang pada gigi. Sebaiknya, penyikatan gigi harus rutin dilakukan setiap hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Untuk memperkuat gigi, pasta gigi berfluoride dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan gigi terhadap asam, dengan dosis sesuai usia anak (0-3 tahun selapis tipis, 3-6 tahun sebesar bulir jagung) dan bisa menggunakan tooth mousse yang dapat memberikan asupan kalsium dan fosfat yang dapat memperkuat gigi, namun pasta gigi atau tooth mouse tidak dapat menghilangkan karies gigi, hanya bisa mencegah perkembangan karies. Semoga anak Bunda selalu rajin menggosok gigi ya bu.

Tanya:
Assalamu'alaikum, perkenalkan nama sy Atin Lestari Bunda dr 1 orang putri usia 7bln asal Tegal yg mau saya tanyakan apa yg mempengaruhi cepat tidaknya gigi susu tumbuh? Dan bagaimana cara merawat gigi susu yg sudah tumbuh? Serta bagaimana cara menangani panas pada anak yg giginya tumbuh kemudian tdk.mau makan? Trimakasih bunda sblmnya salam kenal

Jawab: 
Walaikumusalam bu Atin. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lambatnya pertumbuhan gigi susu, diantaranya usia kehamilan (pada bayi prematur, pertumbuhan gigi susu lebih lama), bayi berat lahir rendah, asupan nutrisi yang kurang pada bayi (seperti vitamin D), penyakit yang diderita pada bayi baru lahir, dan lainnya. Gigi susu yang sudah tumbuh awalnya dapat dibersihkan dengan sikat jari/kassa, jika sudah mulai tumbuh banyak, ganti dengan sikat kecil berbulu halus dan dapat diberi pasta gigi. Jika anak demam karena giginya akan tumbuh dapat diberikan parasetamol drops sesuai dengan dosisnya. Mengakali anak yang tidak mau makan karena tumbuh gigi, Bunda bisa menyiapkan makanan yang agak dingin seperti buah yang dibekukan, ataupun apapun kesukaan anak Bunda agar rasa tidak nyaman pada anak Bunda bisa sedikit teratasi. Kemudian apabila menggunakan teether, teether tersebut bisa dimasukkan kedalam kulkas ketika akan digunakan, hal ini biasanya dapat memberikan rasa nyaman pada anak Bunda ketika dalam proses tumbuh gigi.

Tanya:
Pagi Bunda Bella.
Saya Puput dari Tangerang, Bunda dari anak usia 14 bulan. Usia berapa anak sebaiknya mulai sikat gigi sesudah makan dan sebelum tidur? Mulai penggunaan pasta gigi sebaiknya mulai usia berapa?

Jawab:

Halo bu Puput, sebaiknya anak sudah disikat giginya 2x sehari sejak sudah ada gigi yang tumbuh. Diawali dengan menggunakan sikat jari/kassa bertahap diganti dengan sikat kecil berbulu lembut jika giginya semakin bertambah. Penggunaan pasta gigi dapat diberikan di saat anak sudah memiliki beberapa gigi yang sulit dibersihkan hanya dengan sikat saja. Lihat petunjuk pada pasta gigi, pastikan pasta gigi yang diberikan adalah pasta gigi anak, yang dosisnya sudah disesuaikan dengan usia anak. Untuk pasta gigi berfluoride, dosis penggunaannya yang aman adalah selapis tipis untuk anak usia 0-3 tahun, sedangkan untuk anak usia 3-6 tahun ukuran pasta gigi sebulir jagung. Ajarkan anak untuk berkumur sedini mungkin, jika anak masih belum bisa diberi pengertian dan belum bisa diajarkan berkumur serta menganggap pasta gigi hanya sebagai makanan untuk diemut, tunda dulu pemakaian pasta gigi.

Nah.. apa sudah mewakili rasa penasaran bunda? ^^
jangan lupa share info mengenai #curhatBella ini ke teman-teman Mami supaya bisa bareng-bareng jadi Smart Mami! ^^