Tampilkan postingan dengan label Fitrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fitrah. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiMateri Pokok 10 - Teknis Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun

September 27, 2017 Add Comment


????????????????

*Materi Pokok ??*

*Teknis Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun*

_Ditulis oleh : Ustadz Harry Santosa_

??????????

Menurut bapak Prof Daniel Rosyid, inti berumah tangga hanya 2, mendidik generasi dan membangun kepemimpinan berbasis potensi atau enterpreneurship bersama (berdakwah, berkomunitas, bersosial bisnis etc). Tanpa dua fungsi sejati itu hidup akan kehilangan gairah. Namun, tidak perlu juga menjadi panik dan tergesa-gesa atau membuat pacuan kuda. Ustadz saya, Ustadz Adriano menganjurkan *Optimistic Parenting*. _Esensinya mendidik anak perlu rileks namun konsisten, Ithminan namun istiqomah. Sebagaimana sunnatullah, semua ada waktu dan tahapan._

Saya melihat ada *periode kritis* di usia 8-10. Pada usia 7 tahun sholat mulai diperintah, dan usia 10 tahun boleh dipukul. Apa maknanya? Ada waktu 2-3 tahun, agar anak _berlatih dan membangun kesadaran_ sehingga tidak perlu dipukul karena meninggalkan shalat.

Bagaimana membimbing anak-anak untuk dapat mencapai fitrah-fitrah baiknya dalam fase ini?

_?? Fitrah Keimanan_
_Keteladanan dan Membangun Kesadaran_

Walau kewajiban Syar'i jatuh ketika aqil baligh, latihan dan pembiasaan dengan cara keteladanan dan membangun kesadaran mesti dimulai sejak 7 tahun, dan 10 tahun adalah titik kritis. Bila tahap ini gagal, dengan berbagai alasan misalnya pemaksaan, trauma atau pendidikan tidak berhasil membuat terbangun kesadarannya, maka fase berikutnya akan sulit recovery.

Masa 7/8 - 10 tahun adalah masa transisi awal dari masa egosentris sebagai anak di usia 0-6 tahun, kepada kesadaran awal sebagai makhluk Tuhan dan makhluk sosial.

Nah, kembali ke tahap 8-10 tahun. Jika imaji ttg sholat dan ibadah lainnya sudah "negatif" di usia 0-6 tahun, di usia 7 tahun batas untuk memulai kesadaran kembali. Ada waktu 8-10 tahun untuk kembali membangun kesadaran positifnya tentang kebenaran. Jadi jangan sampai dipukul. Seingat saya tidak ada satu hadits pun yang menceritakan Rasulullah SAW pernah memukul anak. Nah, sholat adalah contoh. Ada begitu banyak nilai-nilai kebenaran yang bersemayam dalam fitrah keimanan anak-anak kita yang sebaiknya disadarkan.

_?? Fitrah Belajar_
_Intellectual Curiosity_

Intellectual Curiosity adalah salah satu cara membangkitkan fitrah belajar. Yang paling efektif adalah experiental learning atau project based learning atau biasa disebut menggali hikmah bersama peristiwa sehari-hari, atau dari sejarah atau yg ada di alam semesta.

Tidak ada yang kebetulan dari peristiwa sehari-hari. Beternak kelinci misalnya, bukan hanya fitrah belajarnya yang digali, tetapi fitrah-fitrah lainnya. Misalnya ketika ada kelinci yang wafat, kita bisa menemukan hikmah-hikmah dibalik kematian kelinci dan musibah lalu bagaimana menyikapinya. Bagaimana imaji postif dibangun dari peristiwa itu bukan sebalikanya. Jangan remehkan peristiwa dan imaji di masa anak-anak. Banyak orang dewasa yang bersikap negatif terhadap musibah, menjadi terpuruk, depresi dstnya. Itu karena ada imaji negatif, yang membuat luka persepsi lalu melahirkan pensikapan yang buruk ketika dewasa.

Salah satu yang dapat kita gali dari Siroh Nabawiyah ketika Nabi saw berusia 8-10 tahun adalah melakukan perjalanan jauh berdagang ke Syam bersama Pamannya. Dunia luar membuka cakrawala.... Nabi SAW menyaksikan beragam suku bangsa bertemu di Syam, melihat bagaimana nasib pedangan yang jujur dan pedangang yang curang.

Silahkan dieksplorasi cara-cara untuk INSiDE OUT semua fitrah-fitrah baik yang ada dalam diri anak kita....

_?? Fitrah Bakat_

Fitrah bakat yang dimaksud adalah potensi keunikan terkait personality yang merupakan bawaan lahir. Orang menyebutnya bakat, talent, strength, grit dll.

Setiap bayi adalah unik, dan keunikannya adalah keistimewaannya yang bila dikembangkan akan menjadi peran peradabannya, misi spesifiknya sebagai khalifah. Tidak ada bayi yang lahir tanpa bakat dan keunikan. Inilah sesungguhnya panggilan hidup yang sudah Allah rancang. Nampak pada sifat-sifat dominannya sejak kecil misalnya suka memimpin, suka mengatur, suka guyub, suka meneliti, suka berfikir, suka mengaitkan, suka curigaan atau waspada dll. Maka amatilah, catatlah, fokus dan konsisten menumbuhkannya.

_??Fitrah Perkembangan_

Fitrah ini sangat terkait dengan tahapan usia. Ada cara dan metode yang berbeda untuk tiap tahap usia dan tiap jenis fitrah.

Dasar pemahaman adanya fitrah perkembangan :
- Bahwa segala sesuatu di muka bumi dan di alam semesta memiliki sunnatullah perkembangan terkait waktu dan tahapan. Fitrah adalah ibarat benih, maka punya tahapan merawat dan menumbuhkannya.
- Bahwa fitrah perkembangan punya tahun-tahun perkembangan manusia, yang sepenuhnya mengambil dari tahun-tahun yang disebut dalam alQuran maupun alHadits, yaitu 2,7,10 dan 14-15. Dimana 14-15 adalah batas antara anak dan bukan anak, antara bukan mukalaf dan mukalaf, antara tidak wajib memikul beban syariah dan wajib memikul beban syariah, antara pedagogi dan andragogi
- Bahwa semua tahapan adalah Golden Age dalam pandangan Islam, asal memahami pada tahapan apa, fitrah apa, akan mengalami puncaknya dengan cara bagaimana.

??????????

- Tips Bunda dan BayiMateri Pokok 9 - Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun

September 27, 2017 Add Comment


??????????????????????

*Materi Pokok* 9?

?? *Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun* ??

Ditulis oleh : *Ustadz Harry Santosa*
___________________________

Kita akan membahas konsep pendidikan berbasis potensi fitrah dan akhlak, untuk periode pre aqil baligh (usia 8-10 tahun). Tentu tahap 8-10 ini akan lebih mudah kita jalani apabila tahap 0-7, pertumbuhan fitrah keimanan, fitrah bakat, fitrah belajar anak2 kita berkembang secara utuh.

Baik teori psikologi perkembangan anak, maupun perjalanan sirah Nabwiyah, melihat usia 8-10 atau ada juga yg menulis 7-10 merupakan penentu kesiapan tahap latih di usia 11-14 menuju aqil baligh.

Secara syariah, fitrah keimanan, ditandai dengan perintah sholat yg dimulai ketika usia 7 tahun, dan batas penyadarannya sampai di usia 10 tahun. Bila di usia 10 tahun masih belum tumbuh fitrah keimanannya dengan sholat sebagai wujud simbolnya maka boleh dipukul. Fase keimanan Rububiyatullah (kholiqon, roziqon, malikan), bergeser meningkat ke Mulkiyatullah (waliyan dan hakiman). Wujudnya adalah perintah sholat.

Ketika ego sentrisnya terpuaskan di usia 0-6 tahun, maka di usia 7 tahun mulai melebar kepada sosial dan tanggungjawab moral. Maka di saat yang sama, anak2 harus dibangkitkan fitrah keimanannya pada aspek ketaatan pada hukum (hakiman) dan ketaatan/kecintaan tunggal (waliyan).

Secara fitrah perkembangan, usia 7 tahun, anak2 mulai mengenal nilai2 sosial di sekitarnya. Maka mereka mulai mengenal Allah sebagai pembuat hukum dan Zat yang harus ditaati secara totalitas. Di saat yang sama, pada usia 7 tahun, fitrah belajar dan fitrah bakat juga mulai dibangkitkan dengan beragam aktifitas yang menjadi minat dan passionnya. Pada tahap ini perbanyak aktifitas belajar di masyarakat dan aktifitas yang sesuai kepribadiannya. Agar di usia 10 tahun, ketiga fitrah ini (fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat) sudah matang untuk dilatih secara serius.

Usia 10 adalah batas evaluasi apakah sudah kenal Allah dengan baik (sholat dengan kesadaran) dan kenal diri dengan baik (ku tahu yg ku mau). Para Pelatih FIFA, juga menjadikan usia 10 tahun sebagai batas dari latihan �bermain-main saja walau berbakat� menjadi latihan �teknik dan muscle memory�. Di Jerman penjurusan sekolah dimulai ketika kelas 4 SD, atau sekitar usia 10 tahun.

Rasulullah SAW, mulai magang berdagang bersama pamannya ke Syams sekitar usia 10  atau 11 tahun.

Abu Bakar Ra, mengatakan ada dua hal yang paling utama untuk dikenal, yaitu kenal Allah dan kenal diri. Menurut saya kenal Allah (fitrah keimanan) dan kenal diri (fitrah bakat) sebaiknya sudah selesai di usia 10 tahun.

=====================

- Tips Bunda dan BayiMateri Pokok 8 - Teknik Pendidikan Pre Aqil Baligh 0-7thn

September 17, 2017 Add Comment
??????????????????????

*Materi Pokok* 8?

*Teknik Pendidikan Pre Aqil Baligh 0-7thn*

_Ditulis oleh: Bunda Septi Peni Wulandani_



????????????

Pada anak usia 0-7 tahun, anak dBundaat kaya wawasan. Memperkaya wawasan berbeda dengan menjejalkan (outside in).

Memperkaya wawasan dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah adalah dengan keyakinan bahwa tiap anak sudah memiliki fitrah belajar, konsep-konsep dasar berpikir, sehingga mampu menalar. Tugas kita sebagai orang tua adalah menyadarkan anak-anak dengan menginspirasi, menunjukkan, mengencourage dstnya, sehingga mereka akan belajar dengan sendirinya. Istilahnya kerennya, �dont too much teaching, but more learning�.

??Usia 0-2 tahun adalah masa anak-anak mengikat bonding fisik dan psikis dengan kedua orangtuanya, terutama Bunda yang menyusui. Kita boleh menganggap anak-anak sebagai seorang bayi "hanya" di usia ini (0-2 tahun). Mengapa ditekankan "hanya" karena banyak diantara kita memperlakukan anak-anak di bawah 5 tahun (balita) sebagai bayi, contohnya : semua serba dibantu.

Usia 0-2 tahun hak anak adalah mendapatkan makanan terbaik untuk fisiknya yaitu ASI, maka penuhilah secara tuntas. Sambil menyusui selalu masukkan harapan Kamu dari lubuk hati yang terdalam.

Ayah jangan lewatkan moment ini, ikutlah berpartisipasi aktif bermain dengan anak-anak usia 0-2 tahun. Berikan sentuhan kasih sayang ke anak, ajaklah mereka bicara menjelang tidur, tanamkan value keluarga Kamu kepada anak-anak sedini mungkin.

??Memasuki usia 2-7 tahun (thufulah) saatnya kita menanamkan ketauhidan dengan sangat kuat. Di usia inilah (2-7th) anak-anak sedang membangun pola, maka jangan sampai salah. Berikan teladan yang benar. Hati-hati jangan sampai anak-anak gagap value di usia ini. Antara apa yang Kamu katakan dengan apa yang mereka lihat. Apabila anak-anak usia 2-7 th melakukan kesalahan, tidak bisa kita biarkan, harus segera dibetulkan saat itu juga, karena itu masa pembentukan pola. Di usia ini orang tua harus tegas, karena itu masa pembentukan, semakin bertambah usia makin longgar.

??Panduan teknis untuk mengembangkan fitrah anak di usia 0-7 tahun yaitu:

a. Fitrah Keimanan : mulailah mengenal Allah s.w.t dan menikmati segala kebesarannya

b. Fitrah Belajar : kuatkanlah bahasa Bunda anak-anak serta explored isi alam ini dengan kegiatan bermain bersama di alam

c. Fitrah Bakat : tour de talent, gunakan waktu Kamu untuk melihat segala macam bakat yg diberikan Allah ke setiap orang, sehingga fitur unik ini digunakan untuk menjalankan misi hidupnya. Explore bakat anak.

Salah satu contoh dengan mengajak anak untuk melihat keanekaragaman bakat/profesi yang ada di muka bumi ini, agar mereka kaya wawasan, sehingga kaya akan mimpinya untuk masa depan

d. Fitrah Perkembangan: Gunakanlah pola rasul dlm menguatkan fisik anak, mulai pola makan, pola tidur, pola OR dll

????????????

- Tips Bunda dan BayiMateri Pokok 7 - Konsep Pendidikan Pra Aqil Baligh 0-7 tahun

September 17, 2017 Add Comment
????????????????????

*Materi Pokok* 7?

*Konsep Pendidikan Pra Aqil Baligh 0-7 tahun*

_Ditulis oleh: Ust. Harry Santosa_




Ayah bunda, esensi pendidikan sejati adalah pendidikan berbasis fitrah. Tugas kita adalah menemani anak-anak kita menjaga fitrahnya, menyadari fitrahnya lalu membangkitkannya menjadi peran-peran sesuai fitrah yg Allah kehendaki itu. Inilah esensi pendidikan berbasis potensi dan akhlak. Dengan fitrah Allah itulah Allah menciptakan manusia. Tiada yg berubah dari ciptaan Allah swt.

Fitrah itu setidaknya meliputi fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah perkembangan.

Topik saat ini adalah pendidikan utk usia 0-7 tahun, tentu saja pendidikan fitrah-fitrah yg ada juga harus melihat fitrah perkembangan. Tiap tahap memiliki sunnatullahnya sendiri, memiliki cara dan tujuan mendidik yg khusus.

_Pendidik sejati adalah seperti petani sejati._ Pendidikan ibarat taman bukan pabrik atau perkebunan. Para petani harus memahami tahapan menanam, dia mesti memperlakukan tiap anak-anaknya bagai bunga-bunga di taman, yg masing-masing memiliki kekhasan, keunikan dan keindahannya. *Maka cara memperlakukan setiap bunga adalah khas, tidak bisa seragam.* Petani sejati _harus rileks dan konsisten_, dia tdk boleh bernafsu menggegas dan menyeragamkan demi produktifitas dan kepentingan siapapun yang tidak relevan dengan tanamannya. Petani sejati tidak boleh sembarang memakai bahan kimia yang menggegas pertumbuhan tanaman, yang malah merusak tanaman itu sendiri. Petani sejati harus meyakini qodrat Allah swt terhadap segala sesuatu yang ada pada tanamannya dan yang ada di sekitarnya.

Dasar panduan kita adalah jelas, bahwa tiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Tugas kita bukan merubahnya, merekayasanya, menuntutnya sesuai obsesi kita tetapi _menemaninya._

Imaji-imaji positif yg baik akan melahirkan persepsi positif, dan persepsi positif akan memunculkan pensikapan yg baik ketika mereka dewasa kelak. Imaji-imaji negatif akan memunculkan luka persepsi, dan luka persepsi akan melahirkan pensikapan yang buruk ketika mereka dewasa kelak.

Seorang pendidik yang arif mengatakan bahwa kesan baik sehari saja ketika anak-anak, akan menyelamatkan banyak hari ketika mereka dewasa kelak. Aqidah atau fitrah keimanan perlu dan sebaiknya ditumbuhkan dengan pola-pola seperti ini. Silahkan berkreasi.

Fitrah belajar juga demikian. Setiap anak yang lahir adalah pembelajar tangguh, para ilmuwan menyebut bayi yang lahir adalah scientist. Itu krn Allah telah mengkaruniai fitrah belajar ini pada setiap anak. Tidak ada bayi yang memutuskan untuk merangkak seumur hidupnya, ketika mereka belajar berjalan dan jatuh berkali-kali.

Fitrah keimanan pada usia 0-7 tahun, disadarkan dengan membangun imaji-imaji positif, inspirasi kisah, bacaan bersastra baik, bahasa Bunda yg sempurna, banyak bermain di alam terbuka. Rasulullah saw ketika kecil hidup di gurun, mendaki bukit, menggembala kambing, bertutur fasih dari bahasa Bunda yg murni, mengenal akhlak-akhlak dan tradisi baik warga desa. Bagi anak-anak imaji positif penting, karenanya melarang perbuatan keras yg merusak imaji-imaji ini. Rasulullah saw membiarkan Hasan dan Husein bermain kuda-kudaan ketika beliau Sholat, membiarkan Aisyah kecil bermain boneka dan kain bergambar dstnya. Ini semata-mata untuk melahirkan imaji-imaji positif, atau kesan baik tentang Allah, tentang ibadah, tentang dirinya, tentang orangtua (yang sementara menjadi standar kebaikan dan keburukan sebelum mereka mengenal Rabbnya dan syariah-Nya), tentang alam, tentang masyarakatnya.

Tugas kita, para ortu sekali lagi, hanyalah menemani mereka, memberi semangat, menunjukkan hal-hal yg baik, memfasilitasi, lalu rileks dan konsisten, tenang dan istiqomah, sabar dan syukur.

Bunda Septi memberi tips utk membangkitkan kesadaran fitrah belajar ini dengan istilah intelectual curiosity, dsbnya

Penelitian-modern menjelaskan bahwa anak-anak akan bisa belajar mandiri hanya dengan diberi "jalan" saja, tidak perlu dijejalkan, tdk perlu banyak formalitas yang bahkan mengekang kebebasan, kemerdekaan memilih dan curiositynya. Ada ahli parenting yang bilang bahwa anak-anak kita lebih pandai menjawab, daripada pandai bertanya.

======================

- Tips Bunda dan BayiMateri Pokok 5 - Parenting On Waiting

September 17, 2017 Add Comment
????????????????????????

*Materi Pokok 5?*

*PARENTING ON WAITING*

*_(Home Education bagi Orangtua Yang Menanti Buah Hati)_*

Disampaikan oleh : Ustadz Adriano Rusfi

???????????



Tak pelak lagi, memiliki buah hati adalah sebuah harapan besar. Ia adalah bagian dari mimpi besar pernikahan, dan awal dari sebuah cita-cita peradaban. Lengkap sudah, kala sebuah rumah tangga kemudian dihiasi oleh sang penyejuk mata sibiran tulan. Karena ia adalah obat jerih dan pelerai demam. Sebuah kata bijak bahkan berujar bahwa �Orang yang memiliki anak bagaikan orang yang akan hidup selamanya�. Ya, karena melalui anak sebuah mimpi dapat dititipkan, diteruskan dan dilanjutkan, bahkan pada sekian generasi berikutnya. Maka tak heran jika ada begitu besar asa penantian akan kehadirannya, ada sekian banyak uang yang rela dikeluarkan agar ia segera hadir, ada berBunda cemas bersama doa dan airmata agar Sang Khalik menitahkan kehadirannya di dunia.

Namun mungkin banyak yang lupa bahwa sang anak adalah sebuah amanah raksasa, yang kehadirannya telah membuat sebelah kaki kita ada di tubir neraka. Menuntunnya menuju jalan shaleh hari ini adalah sebuah misi nyaris gila, yang hampir-hampir mustahil dijalani di tengah goda maksiat dan kebathilan di mana-mana. Seorang Bunda bahkan putus asa, lalu membunuh anak-anak saat lelapnya, ketika ia gelisah menatap badai gelap di masa depan sana. Karena setiap amanah adalah tanggung jawab, dan sebuah laporan pertanggungjawaban adalah keletihan yang menyiksa di Hari Pengadilan kelak. Maka, tak pelak lagi Allah menyindir manusia yang asyik-masyuk berburu amanah dalam sebuah firmanNya sebagai �amat zalim dan bodoh�. (QS Al-Ahzab : 72).

Tapi apa hendak dikata, bagaimanapun menanti sang buah hati adalah fitrah, bagian dari naluri terdalam relung hati manusia. Tak pernah ada yang salah dari sebuah rindu penantian. Tak ada yang keliru dari sebuah ikhtiar untuk menghadirkan. Terlalu dapat dimengerti akan rasa cemas dan gelisah, ketika tubuh kecil nan lucu itu belum juga hadir dalam hangatnya pelukan. Namun, ketika sebuah rindu, asa dan gelisah terakumulasi berlebihan, maka ia malah kontraproduktif bagi kelahiran sang idaman. Karena cemas akan mengurangi kualitas sperma dan membuat cairan vagina menjadi asam. Itulah sebabnya saya berkata pada pasutri yang telah tujuh tahun menanti : *�Cemaslah secukupnya, dan berharaplah tanpa batas...�*. Lalu, kinipun mereka telah berputra dua.

Sungguh, di luar sana ada rBundaan anak tak berayahbunda. Mereka juga berhajat akan kehangatan dan asuhan, bukan panti asuhan. Seringkali mereka adalah anak-anak kita yang hadir lewat rahim yang lain. Tataplah mata mereka, bukankah mereka sungguh anak-anak kita ? Mereka juga butuh diasuh oleh fitrah keayahbundaan dan oleh parenting dari buku dan seminar. Kelak, andai kita bisa tuntun mereka ke tangga keshalehan, maka doa mereka untuk kita. Ya, bukan satu-dua doa anak shaleh, tapi puluhan doa anak shaleh. Kelak, andai kita bisa didik mereka ke jalan kebenaran, sungguh mereka akan bersama Rasulullah SAW di dalam surga, karena setiap yatim adalah kekasih Beliau  SAW. Lalu, mereka akan berbisik ke telinga Rasulullah SAW tentang syafa�at untuk kita.

Ayahbunda, terkadang sebuah karunia dan amanah butuh penjemputnya. *Penjemputnya adalah ilmu dan tekad untuk memenuhi prasyaratnya.* Jika ayahbunda ingin dikaruniai sebuah mobil, maka belajarlah mengemudi, buatlah SIM dan bangunlah garasi di rumah, walau hari ini belum punya sekeping rodapun. Agar Allah *�membaca�* sebuah tekad, kesungguhan dan harap yang terwujud nyata. Dan, ketika ayahbunda mendamba hadirnya benih peradaban yang ingin disemai di dalam rumah, maka tunjukkanlah padaNya betapa ayahbunda telah begitu siap untuk mendekapnya dan mengasuhnya, lewat kedalaman parenting bagi anak-anak lain. Dan jika Allah ternyata tak jua menghadirkannya, itulah cara Allah Yang Maha Pengasih untuk mengurangi beban hambaNya di akhirat kelak.

???????????
Materi ini adalah edukasi untuk (calon) ayah bunda dimana apa yang dijelaskan dalam materi adalah bahasa ilmiah yang tidak bisa dihindari dalam konteks pembahasan reproduksi manusia.

???????????
_Tim Fasilitator ?atrikulasi#5 HEbAT Community_