Tampilkan postingan dengan label Bunda Sholeha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda Sholeha. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiNice Homework 9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan

Maret 24, 2017 Add Comment


Assalamu�alaikum sahabat-sahabat semua. Semoga selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan rezeki oleh Allah.
Kali ini saya akan sharing ilmu tentang �being agent of change� yang sempat saya bahas di awal-awal NHW.  semoga bermanfaat :)


Perempuan khususnya seorang Bunda adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan.
Maka berkali-kali di Bunda Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena
�mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi".


Maka apabila ada 1 Bunda membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya. Seru?? Lanjut ya sahabat-sahabat..


Darimanakah mulainya?
Di NHW minggu kemarin, saya sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah melihat isu sosial di sekitar saya tinggal, maka dari situ saya belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.


Karena, rumus yang dipakai yaitu :
PASSION + EMPATHY = SOCIAL VENTURE


Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.


Wow..
Awal membaca prolognya saja saya udah mikir nih, mau bikin apa dan seperti apa. Karena saya basicnya belum pernah bergerak di bidang sosial. Dan saya keingetan kalau suami itu jiwa sosialnya tinggi dan sudah banyak acara berbau sosial yang dia pegang. Salah satunya seperti Camping Care dan yang saat ini sedang soft launching yaitu GERAKAN ORANG TUA ASUH.


Sebenarnya sih awalnya ini ide dari suami dan mentornya. Dan kebetulan banget NHW terakhir ini bisa berhubungan dengan Ide sosial dari suami. Karena di lihat dari isu sosial yang ada di lingkungan masyarakat tempat kami tinggal, salah satunya yaitu keterbatasannya kemampuan untuk melanjutkan sekolah lebih lanjut dan lebih tinggi sesuai dengan harapan anak-anak.


Gerakan Orang Tua Asuh itu sendiri diselenggarakan oleh Karang Taruna Gempol Sari & Badan Implementasi Zakat bekerjasama dengan para donatur (orang tua asuh) untuk biaya SMA sederajat.


Dan kabar baiknya, program ini baru akan di mulai. Jadi, kita masih banyak sounding ke kerabat atau para calon donatur yang ingin bergabung.


Untuk orang tua asuh punya komitmen membiayai selama masa belajar 3 th/sma sederajat, yang nantinya ada MoU sama orang tua/wali anak. Siswa diutamakan dari wilayah Gempol Sari soalnya selain disekolahkan formal, disini ada pembinaan akhlak/rohani minimal 2x dalam seminggu.


Donasi minimalnya sesuai biaya spp /bulan di Sekolah, jadi sekolahnya nanti ada kesepakatan antara orang tua asuh & anak mau dimana tempatnya.


Selain itu, akan ada program parenting yang di dalamnya akan ada sosialisasi dan pentingnya ilmu parenting. Program pendampingan bagi anak asuh dan orang tua asuh. Itu baru beberapa ide awalan saya. Mudah-mudahan ide ini di acc oleh suami yah..??
Mungkin nanti sembari berjalan dan silaturahmi bareng sahabat-sahabat, bakalan ada ide-ide keren lainnya.


Mari bergabung menjadi orang tua asuh. ??
Atau jika ingin menjadi kakak asuh untuk berbagi pengalaman, mendidik, dan bermain bersama juga boleh, silahkan saya tunggu partisipasinya.


Loh, maaf ya saya jadi seperti promosi yah.. maklum soft skill nya mulai keluar .. hehhe promosi demi memuliakan keluarga dan meningkatkan kualitas masyarakat kenapa tidak??


BUNDA, SUDAH SIAPKAH MENJADI AGEN PERUBAHAN ? ??

- Tips Bunda dan BayiNice Home Work 6 : Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Maret 09, 2017 Add Comment

Nice home work yang ke � 6 ini sangat menarik, karena dapat membantu kita nih terutama bunda full rumah tangga yang kadang ngerasa �aduuuh kerjaan aku ko ga beres-beres yah.. gimana mau bisnis, gimana mau bikin mainan tuk baby, gimana mau kreasi masakan dsb�.
Hehe, tenang bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap �belajar menjadi manajer keluarga yang handal.
Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.
Hal-hal yang sempet saya sebutkan tadi di atas kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup kita. Hal tersebut bernama yaitu RUTINITAS.
Ya, meskipun kadang kita merasa ya ini memang sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab saya, dan kalau bukan saya yang harus menyelesaikannya, ya siapa lagi??
Tidak apa jika kita menjalankan pekerjaan rutin yang tidak kunjung selesai, tetapi ingat hal itu bisa membuat kita merasa sBundak sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka ikutilah tahapan-tahapan menurut bunda profesional sbb :
Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
DO: 
?memasak untuk anak dan suami sedari subuh hingga pagi
?memposting konten di sosmed atau update materi / ilmu terbaru 
?menemani dan mendampingi Alula
DON�T:
? mengobrol berjam-jam dengan tetangga
? menumpukkan cucian piring dan baju
? telat menyiapkan makanan anak dan suami
Waktu Kamu selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Menemani dan mendampingi Alula
Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras
Dari ketiga poin di atas itu sudah merasa paling penting dari berbagai kegiatan penting lainnya. Hanya saja masih ada yang kurang karena lebih mengutamakan menemani Alula.
Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan �kandang waktu�, dan patuhi cut off time ( misal Kamu sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
Terlampir di jadwal harian
Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
Insyaallah tetapi saya masih harus bisa adaptasi dengan aituasi ataupun kondisi yang dadakan atau di luar kendali saya.
Setelah tahap di atas selesai Kamu tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah Kamu kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 � jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
Jadwal Rutin
04.00 � 06.00 : menyiapkan Makanan anak dan suami, ibadah, belanja. 
06.00 � 06.30 : grooming 
06.30 � 07.00 : menemani anak makan
07.00 � 09.00: memandikan anak, sarapan, moyan dan silaturahmi tetangga
Jadwal Dinamis: 09.00 � 12.00
Jadwal Rutin
12:00 � 13:00 : menemani anak makan siang dan ibadah
Jadwal Dinamis: 13.00 � 15.30
Jadwal rutin
15.30 � 17.00 : ibadah, memandikan anak, menemani anak makan sore
17.00 � 18.00 : masak sore dan grooming 
18.00 � 20.00 : ibadah, makan malam dan membereskan dapur
20.00 � 21.00 : menemani anak tidur
Jadwal dinamis:  21.00 � esok hari
Ket: Untuk jadwal dinamis, kadang ada yang berbeda setiap harinya. Kadang saya masih belum menyelesaikan jadwal rutin sehingga bergeser jamnya. Atau saya harus mengikuti kegiatan di luar rumah sekalipun saya pasti membawa Alula. Karena 24 jam saya untuk Alula ????
Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.
Baiklah, sekian jadwal rutin dan jadwal dinamis harian saya. Semoga saya dan teman � teman semua yang sudah mau mencoba jadwal yang sama bisa tetap istiqomah dalam menjalankannya.. semangat ??
Salam,
Unna Alula :):)

- Tips Bunda dan BayiNice Home Work 5 : Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Maret 09, 2017 Add Comment

Apa itu?
Yaps. Yang sedang teman-teman lihat di atas adalah, tangga ke-istiqomah-an versi saya.
Ko simple banget?  Hehe iya 
Saya bikin simple aja ya biar nanti pas saya butuh recharge motivasi saya tinggal lihat tangga itu lagi.. 
Karena untuk mencapai keistiqomahan dalam belajar sesuatu itu sebenarnya simple..
Berfikir sebelum bertindak, untuk apa saya belajar sesuatu itu.. kenapa saya harus belajar itu.. berapa lama, kapan, dan dimana saja saya bisa mempelajarinya..
Analisis lah kemudian, kayanya cocok nih dengan minat bakat saya jika saya mempelajari hal itu.. 
Planning lah rencanakan kapan saja dan dimana tadi ya bisa juga disini� atau seminar apa saja yang akan di ikuti.. 
Try. Ya lakukan, terjunlah, nyemplunglah.. 
Kelelep?? DO.. DO AGAIN.. 
Terakhir tinggal kita istiqomah menjalankannya dan amanah dengan ilmu yang telah kita pelajarinya. 
Ketika nanti saya menurunkan bagaiamana proses belajar ke anak saya, cukup sederhanakan saja dan tidak terlalu berekspetasi tinggi. Karena proses itu sendiri yang membuat kita untuk terus belajar dan bersabar.

- Tips Bunda dan BayiNice Home Work 4 : Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Maret 09, 2017 Add Comment
Setelah hampir seperempat abad saya menjalani berbagai bidang  dan dari beberapa pengalaman sendiri. Saya mulai menemukan beberapa poin yang menarik untuk saya gali lagi. Seperti Teori Bunda Septi, �menarik tapi tidak tertarik�. Bisa jadi salah satunya yaitu potensi diri saya. Dimana kalau membaca kembali NHW pertama saya, ilmu yang ingin di dalami yaitu illmu Bunda profesional.
Tetapi yang namanya Bunda profesional itu wajib mengetahui segala ilmu dan tentunya harus sudah pintar membaca potensi diri. Jadi saya mengerucutkan saja potensi saya ada di 2 bidang, yaitu bidang parenting anak (psikologi) dan bidang enterpreneur (wirausaha). Yaps, meskipun ilmu kedua-duanya masih saya upgrade terus dan menerus.
Merasa klop banget dan sefrekuensi dengan suami yang berprofesi sebagai pengusaha juga. Jadi, saya bisa bantu dia dalam markomnya, sellernya dan pembukuannya. Selain itu kita pun bisa saling bertukar pikiran dan saling memberi masukan. Hhe, untungnya saya dipertemukan dengan dia yang sama-sama �tukang jualan� . Mungkin itulah yang disebut kalau jodoh itu saling melengkapi. Tetapi tetap yang dijadikan prioritas pertama yaitu anak dahulu. Tapi untuk pendalaman ilmu berbisnisnya saya barengi juga dengan parentingnya. Atau kalau bahasa kerennya sih mompreneur ya. Aamin ??
Maka dari itu bisa saya tarik kesimpulannya ;
Misi hidup saya: mampu produktif dan menjadi bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan tanpa harus meninggalkan anak
Bidang: Parenting dan entrepreneur
Peran: mompreneur
Berikut ilmu-ilmu apa saja yang saya perlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut sesuai dengan tahapannya: 
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar parenting, ilmu-ilmu seputar psikologi perkembangan dan pendidikan anak, Ilmu tentang pendidikan agama islam bagi anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga, ilmu kemandirian finansial, ilmu mengatur keuangan, ilmu masak memasak.
3. Bunda Produktif : ilmu optimasi sosial media dan SEO, ilmu desain komunikasi visual, ilmu marketing, ilmu seputar wirausaha
4. Bunda Shaleha : ilmu tentang membuat keluarga yang sakinah mawadah warohmah, ilmu tentang membentuk generasi tebar manfaat
Milestone
Saya menetapkan KM 0 pada usia 25 th, 
KM 0 � KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 1 � KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 2 � KM 3 (tahun 3-4 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan dan Bunda Shaleha
Sebenernya dalam setiap tahunnya saya bakal menyerap juga ilmu bunda lainnya. Tapi saya akan coba untuk fokus satu bidang dalam satu tahunnya terlebih dahulu. Itu menurut dan saran dari teteh teteh fasil, karena melihat kesuksesan Bunda Septi dengan membuat sejarahnya sendiri seperti itu. Semoga saya bisa istiqomah ya, seperti doa kedua orangtua saya yang mereka selipkan di nama saya. 
Kenapa saya simpan bunda produktif di tahun pertama ini, karena selagi anak masih usia satu tahun ke bawah masih belum extra perhatiannya. Saya coba comot ilmu bunda produktifnya, untuk bisa langsung di aplikasikan.
Jadi saya masih bisa menyambi ikutan training online atau sekedar seminar bisnis. Sedangkan nanti usia anak saya mulai masuk 2 tahun maka saya mulai fokus bunda sayang, karena saya ada rencana untuk membuat program preschool untuk anak saya nanti. Dan dari sekarang juga saya sudah mulai cicil materi-materinya.
Untuk KM 3 besar harapan saya, saya sudah bisa lebih settle dalam hal bisnis. Sehingga bisa lebih fokus lagi dalam mengatur keluarga, lebih gotongroyong dan romantis lagi dengan suami dan bisa mencoba exsist kembali tebar manfaat bersama anak. Aamiin Yaa Rabb ???? 
Salam Bunda Ceria ??