Tampilkan postingan dengan label Bunda Cekatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda Cekatan. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiModal Komunikasi Baik Benar Menyenangkan

Maret 14, 2017 Add Comment

Selagi Alula boci, saya mau sedikit bercerita, begini..

Seorang Bunda mengeluh anaknya (usia 6th) susah nurut, maunya dituruti. Suka tantrum.  Waktu ketemu si anak ternyata dia jinak banget, bahkan sampai gak mau pulang. Betah main  di klinik Ykbh.
Apa yg membuat dia suka? Modalnya cuma KBBM (komunikasi baik, benar dan menyenangkan).

Seperti waktu dia menolak utk diajak pulang.
Ke mamanya dia bilang : "Aku gak mau pulang sekarang, maunya nanti yang lama"  Sambil memainkan stopwatch.
Nah ini saatnya kita menggunakan tehnik mendengar aktif (MA)
Saya (MA) : " kamu suka ya main di sini"
Anak : mengangguk sambil tersenyum
Saya (PS/pesan saya) : "Aku juga suka main sama kamu." Sambil senyum juga.
"Kamu boleh main ke sini lagi kok" Senyumnya makin lebar.
Lanjutkan dengan BMM : "Sekarang kamu mau main sampai angka 5, atau angka 10? Tanyaku sambil menyetel angka di stopwatch.
Anak : " 10 aja yg banyak"
Saya: " oke kita main sampai 10 ya"
Anak : main sambil memperhatikan stopwatch . Sampai angka 10, dia langsung menyerahkannya sambil pamitan : " udah 10 angkanya, aku pulang dulu ya"

Bundanya heran : kok dia Gak tantrum ya. Padahal biasanya tantrum kalau di larang.
Hehehe Bunda... Kan saya gak melarang.  Cuma memberi pilihan.   Anak sendiri yang memutuskan untuk berhenti bermain dan pulang. Jadi anak tidak merasa dipaksa, dan diapun melakukan dengan senang hati.

 Allah SWT pun sebetulnya mendidik kita dengan memberi pilihan. Bila beriman maka Jannah balasannya. Bila ingkar maka neraka jahanam konsekwensinya.
Kenapa kita tidak mengikuti cara Allah? Dengan memberikan pilihan sebagai arahan. Bukan dengan telunjuk dan kata harus, pokoknya, mama gak suka dll.

Memberi pilihan memberi pengalaman  utk berpikir, memilih dan memutuskan sendiri.  Sehingga anak akan mandiri dalam bersikap. Mengapa perlu kemampuan ini? Agar  nanti  dia bisa menolak atau memilih bila di ajak temannya melakukan hal negatif.  Gak jadi menjadi robot atau boneka yang harus serba nurut.

Tinggal kita orangtuanya yg perlu belajar lebih kreatif merumuskan pilihannya sesuai usia anak  dan  tetap berada dalam koridor Allah..

Sumber : Perwitasari Mulyaningsih, Psi

dapet poinnya ya bun?
Jadi, masih mau maksain kepengen kita ke anak ?? ????
Berikan pilihan.. A atau B atau C

Kalau masih bayi gimana, ya gpp, saya juga kalau menyiapkan menu MP-ASI Alula suka beragam pilihan tekstur dan rasa..

Nah, KBBM (Komunikasi Benar Baik dan Menyenangkan) itu sebenernya masih banyak lagi contohnya.. nanti saya share lagi ya, insyaallah secepatnya...

Apa kah ada ummi bunda emak disini yang ingin mencontohkan, silahkan yaa ????

- Tips Bunda dan BayiNice Home Work 5 : Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Maret 09, 2017 Add Comment

Apa itu?
Yaps. Yang sedang teman-teman lihat di atas adalah, tangga ke-istiqomah-an versi saya.
Ko simple banget?  Hehe iya 
Saya bikin simple aja ya biar nanti pas saya butuh recharge motivasi saya tinggal lihat tangga itu lagi.. 
Karena untuk mencapai keistiqomahan dalam belajar sesuatu itu sebenarnya simple..
Berfikir sebelum bertindak, untuk apa saya belajar sesuatu itu.. kenapa saya harus belajar itu.. berapa lama, kapan, dan dimana saja saya bisa mempelajarinya..
Analisis lah kemudian, kayanya cocok nih dengan minat bakat saya jika saya mempelajari hal itu.. 
Planning lah rencanakan kapan saja dan dimana tadi ya bisa juga disini� atau seminar apa saja yang akan di ikuti.. 
Try. Ya lakukan, terjunlah, nyemplunglah.. 
Kelelep?? DO.. DO AGAIN.. 
Terakhir tinggal kita istiqomah menjalankannya dan amanah dengan ilmu yang telah kita pelajarinya. 
Ketika nanti saya menurunkan bagaiamana proses belajar ke anak saya, cukup sederhanakan saja dan tidak terlalu berekspetasi tinggi. Karena proses itu sendiri yang membuat kita untuk terus belajar dan bersabar.

- Tips Bunda dan BayiNice Home Work 4 : Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Maret 09, 2017 Add Comment
Setelah hampir seperempat abad saya menjalani berbagai bidang  dan dari beberapa pengalaman sendiri. Saya mulai menemukan beberapa poin yang menarik untuk saya gali lagi. Seperti Teori Bunda Septi, �menarik tapi tidak tertarik�. Bisa jadi salah satunya yaitu potensi diri saya. Dimana kalau membaca kembali NHW pertama saya, ilmu yang ingin di dalami yaitu illmu Bunda profesional.
Tetapi yang namanya Bunda profesional itu wajib mengetahui segala ilmu dan tentunya harus sudah pintar membaca potensi diri. Jadi saya mengerucutkan saja potensi saya ada di 2 bidang, yaitu bidang parenting anak (psikologi) dan bidang enterpreneur (wirausaha). Yaps, meskipun ilmu kedua-duanya masih saya upgrade terus dan menerus.
Merasa klop banget dan sefrekuensi dengan suami yang berprofesi sebagai pengusaha juga. Jadi, saya bisa bantu dia dalam markomnya, sellernya dan pembukuannya. Selain itu kita pun bisa saling bertukar pikiran dan saling memberi masukan. Hhe, untungnya saya dipertemukan dengan dia yang sama-sama �tukang jualan� . Mungkin itulah yang disebut kalau jodoh itu saling melengkapi. Tetapi tetap yang dijadikan prioritas pertama yaitu anak dahulu. Tapi untuk pendalaman ilmu berbisnisnya saya barengi juga dengan parentingnya. Atau kalau bahasa kerennya sih mompreneur ya. Aamin ??
Maka dari itu bisa saya tarik kesimpulannya ;
Misi hidup saya: mampu produktif dan menjadi bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan tanpa harus meninggalkan anak
Bidang: Parenting dan entrepreneur
Peran: mompreneur
Berikut ilmu-ilmu apa saja yang saya perlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut sesuai dengan tahapannya: 
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar parenting, ilmu-ilmu seputar psikologi perkembangan dan pendidikan anak, Ilmu tentang pendidikan agama islam bagi anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga, ilmu kemandirian finansial, ilmu mengatur keuangan, ilmu masak memasak.
3. Bunda Produktif : ilmu optimasi sosial media dan SEO, ilmu desain komunikasi visual, ilmu marketing, ilmu seputar wirausaha
4. Bunda Shaleha : ilmu tentang membuat keluarga yang sakinah mawadah warohmah, ilmu tentang membentuk generasi tebar manfaat
Milestone
Saya menetapkan KM 0 pada usia 25 th, 
KM 0 � KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 1 � KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 2 � KM 3 (tahun 3-4 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan dan Bunda Shaleha
Sebenernya dalam setiap tahunnya saya bakal menyerap juga ilmu bunda lainnya. Tapi saya akan coba untuk fokus satu bidang dalam satu tahunnya terlebih dahulu. Itu menurut dan saran dari teteh teteh fasil, karena melihat kesuksesan Bunda Septi dengan membuat sejarahnya sendiri seperti itu. Semoga saya bisa istiqomah ya, seperti doa kedua orangtua saya yang mereka selipkan di nama saya. 
Kenapa saya simpan bunda produktif di tahun pertama ini, karena selagi anak masih usia satu tahun ke bawah masih belum extra perhatiannya. Saya coba comot ilmu bunda produktifnya, untuk bisa langsung di aplikasikan.
Jadi saya masih bisa menyambi ikutan training online atau sekedar seminar bisnis. Sedangkan nanti usia anak saya mulai masuk 2 tahun maka saya mulai fokus bunda sayang, karena saya ada rencana untuk membuat program preschool untuk anak saya nanti. Dan dari sekarang juga saya sudah mulai cicil materi-materinya.
Untuk KM 3 besar harapan saya, saya sudah bisa lebih settle dalam hal bisnis. Sehingga bisa lebih fokus lagi dalam mengatur keluarga, lebih gotongroyong dan romantis lagi dengan suami dan bisa mencoba exsist kembali tebar manfaat bersama anak. Aamiin Yaa Rabb ???? 
Salam Bunda Ceria ??