Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

- Tips Bunda dan BayiBelajar Menjadi Pendengar yang Baik

Mei 14, 2018 Add Comment
Belajar Menjadi Pendengar yang Baik ?

.
.

Banyak orang yang lebih suka jika dialah sang pembicara, sementara yang lain mendengarkan perkataannya�

.
.

Banyak diantara kita tatkala mendengarkan saudaranya berbicara, maka segera dia potong
Padahal saudaranya belum selesai berbicara�

.
.

Diantara adab yang tinggi yang diajarkan oleh salaf adalah mendengarkan pembicaraan saudara dengan baik�

.
.


?? ????: ????? ????????? ?????????????? ?????????????? ?????????? ???? ???????? ???? ??????????? ?????? ??????????
?????? ???? ????????
.
�Atoo rahimahullah berkata, �Sesungguhnya seseorang menyampaikan kepadaku tentang suatu pembicaraan, maka akupun seksama mendengarkannya, seakan-akan aku tidak pernah mendengarnya. Padahal aku telah mengetahuinya, sebelum ia dilahirkan� (Siyar A�laam An-Nubalaa 5/86)

.
.

Tidak semua orang bisa sabar mendengar pembicaraan orang lain, terutama pembicaraan berbelit-belit, atau yang sudah ia ketahui dan telah ia dengarkan sebelumnya�

.
.

Belajar mendengarkan pembicaraan dengan baik, merupakan akhlak yang sangat mulia, karena :
. � Sikap ini menunjukkan ketawadhu�an seseorang�
.
� Menunjukkan penghargaannya. terhadap saudaranya�
.
� Menjaga perasaan saudaranya�
.
� Menyenangkan hati saudaranya yang tentunya senang jika pembicaraannya didengarkan dengan seksama.

.
.

Terlebih lagi dalam hal pengasuhan, saling "mendengarkan" adalah soft skill dan modal utama dalam mengajarkan adab pada anak kita.
Jadi sebelum kita ingin didengar oleh anak-anak kita, kita lah terlebih dahulu yg menjadi pendengar setia anak-anak kita. Atau bisa juga dengan pasangan kita.

.
.

Apalagi usia teteh Alula yg beranjak 2 tahun ini, kosakatanya sudah mulai banyak. Suka gemes dan seneng aja gitu Unna nya nanggepinnya ????
Kalau kita ga mendengarkan dgn baik nih, siap-siap di protes sama dia ????

.
.

Yuk Bunda.. Mari menjadi pendengar yang baik untuk anak dan pasangan kita ???

#YukBerubah #KeluargaRKTIM

- Tips Bunda dan BayiMendidik Anak Pre-Aqil Baligh Bersama Suami di Rumah

Mei 01, 2018 Add Comment



Ayahnya dulu ambil jurusan perkuliahan teknik, memahami bagaimana mengatur segala sesuatunya bisa berjalan dengan sistematis, berfungsi dgn baik dan memeliharanya..
Unnanya dulu ambil jurusan perkuliahan psikologi, memahami bagaimana jiwa seorang manusia..

.
.

Ko beda jauh sih?
Lalu apa ada yg salah?
Engga.. Semua udah takdir Allah yg mempertemukan kita, ibaratnya nih kita pribadi pun ada alasan untuk hidup di dunia ini, lalu dipertemukan dgn pasangan kita..
Sempurna lah separuh agama kita dan tinggal berkolaborasi lah bersama pasangan kita yg pastinya ada alasan kenapa Allah mempertemukan kita.. So deep ??
Ga sekedar cuman cicintaan yaa bro-sist.. ??

.
.

Banyak hal, misal terkait aktualisasi diri kita yg statusnya sudah berbeda bukan lagi single, tp sudah punya gelar, ayah dan Bunda ??
Musti berfikir 2-3x untuk berbuat sesuatu dan mengambil keputusan..
Ingin tetap berkarya tapi bisa ko dari rumah dan terlibat semua anggota keluarga..

.
.

Terkait pendidikan anak, nah yg ini kita masih bau kencur ?? jauh dari pengalaman mereka yg sudah berhasil mendidik dan membanggakan keluarga, negara, dan agama..

.
.

Baru diamanahi seorang anak sholehah (insyaallah) yg beranjak menuju 2 tahun, mau di didik apa sih? "Ntar aja kalau dah gede.. Skg mah main main aja dulu..", mereka bilang.

Iya betul ko.. Anak itu dunianya bermain ??
Tapi kita sedang berusaha tuk hadirkan home education sesuai dgn usianya..
Setiap tempat adalah sekolahnya..
caranya ?
? mengenalkan dgn penciptanya
? memberikan contoh yg sesuai syariat agama kita
? mengajarkan adab dulu sebelum ilmu
? mengajak belajar bersama Alam
? mengenalkan kearifan lokal dan bahasa Bunda
? optimalisasi golden age

.
.

Jadi, saya dan suami tidak bisa saling tuduh/menyalahkan, kamu yg didik anak krn kamu lebih paham jiwa..
kamu aja yg sempet jadi guru..
kamu kan imam kamu yg wajib tanggung jawab..
kamu yg full di rumah yg lebih tau..

.
.

No..
Ga ada kata aku kamu..
Kita berkolaborasi,
Saling mengisi,
Saling mengkoreksi,
Dan saling support...
Semua orang adalah guru..
Terutama kitalah yg Allah percayakan untuk mendidiknya..

Kita pegang tangan anak kita dengan erat..
Jaga amanah-Nya ini, bidadari surga ini.. ????

- Tips Bunda dan Bayithe sweet pancake

Maret 22, 2018 Add Comment
?? the sweet pancake??

.
.

Semalem, Alula mengalami demam yg cukup bikin saya kaget. Karena mendadak ke titik 38,8 dercel. Padahal sebelumnya anaknya ceria dan aktif.

.
.

Ketika pagi harinya, alhamdulillah demamnya hilang dan anaknya ceria dan aktif kembali. Tetapi datang lah tamu yg tak di undang, si GTM (gerakan tutup mulut) ????

.
.

Baiklah ini bukan pertama kalinya kedatangan tamu GTM. Yang penting mamak tenang jangan khawatir. Tawarkan apa saja yg ada.. Dan yg terpenting, saya harus KREATIF ??

.
.

Kreatif dalam hal menu makanannya dan juga cara mengajak agar makan. Kalau bhasa sunda nya sih di olo ya ????
Ya begitu kan? Seharusnya jadi Bunda, tidak mudah menyerah dan tetep berusaha kasih yg terbaik untuk anaknya..

.
.

Hah.. Kira-kira bikin apa..
Apalagi lucunya Alula tuh sekarang lagi fase bicara dan berkata "gak.." ????
Wah.. Di tawarin ini itu , jawabnya "enggak" hahah antara lucu dan sedih hahaha .makin bingung kepala unna ??

.
.

Aha!
Kepikiran deh bikin martabak aja..
Pertama saya perlihatkan gambar martabak manis, eh Alula langsung bilang, "kueh.. Kueh.." hihi masuk perangkap kamu nak ??
Kedua, saya bilang, "yuk bikin yuu.."
Alula jawab, "Aaaook" dalam artian hayu ??
"Oke, unna bikin dulu ya.. Ula tunggu disini atau mau ikut bikin??", tanya saya.
" kut... Kut.. ", jawab Alula sambil ngangguk-ngangguk. Oh berarti dia mau ikut bantu.

.
.

Dan ikutlah dia bantu bikin adonan,belum jadi aja udah dicolek-colek sambil bilang "kueh kueh". "haha sabar yaa teteh Ula.. Adonannya mesti kita diemin dlu sejam " , jelas saya lagi.

.
.

Dan bener aja setelah matang martabaknya, langsung Alula santap..
Nyam nyam nyam (�?�)
ada yg mau icip ??

.
.

Note : pancake versi indonesia =martabak ??

#tantangan10hari
#level9
#harike1
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

- Tips Bunda dan BayiMENDIDIK KEMANDIRIAN EMOSI

September 27, 2017 Add Comment


????????????
Cemilan Rabu 3

??MENDIDIK KEMANDIRIAN EMOSI??

Seorang lelaki duduk beristirahat dibawah pohon. Matanya menatap seksama kepompong kecil yang tergantung di cabang pohon tempatnya berteduh. Kepompong itu bergerak-gerak, nampaknya ada yang berusaha keluar dari dalam kepompong itu. Sungguh kesempatan langka, pikir si lelaki. dan iapun memperhatikan dengan lebih seksama. Cukup lama juga, kepompong itu terus bergerak-gerak, hingga akhirnya sedikit tersobek di salah satu sisinya. sobekan itu masih sangat kecil, belum cukup untuk pintu keluar bagi si penghuni kepompong. Maka iapun masih terus mengeluarkan tenaga, yang menyebabkan kepompongnya terus berguncang.

Lama kelamaan, si lelaki merasa jatuh kasihan, begitu banyak tenaga sudah dikeluarkannya, belum juga si penghuni berhasil keluar. Dilihatnya kepompong itu lebih dekat. Rupanya sobekannya masih juga terlalu kecil. Akhirnya diambilnya inisiatif untuk menolong si penghuni itu untuk bisa segera keluar. Segera diguntingnya kepompong tersebut sehingga terbuka lebar sisinya, agar si calon kupu-kupu bisa segera keluar.

Tapi sungguh diluar dugaan, yang keluar dari kepompong itu bukanlah kupu-kupu cantik, tetapi kupu-kupu dengan bentuk aneh. Kepala dan perutnya besar, sementara sayapnya lemah tak bisa terentang. Kupu-kupu cacat itu langsung terjatuh ke tanah, dan hanya bisa menggelepar-gelepar tak berdaya.

Ternyata tindakan si lelaki untuk menolong dengan menggunting kepompong itu yang justru menyebabkan cacatnya kupu-kupu itu. Sesungguhnya susah payahnya si kupu-kupu keluar dari kepompong, termasuk proses akhir pertumbuhan bandannya. Melalui kerja kerasnya mengguncang kepompong sampai tersobek itulah yang justru akan mengecilkan kepala dan badannya hingga ke ukuran yang pas. Sementara otot sayapnya menjadi kuat sehingga cukup kuat untuk mengepakkan sayapnya.

Tetapi campur tangan seseorang mengeluarkannya terlalu cepat, maka proses pertumbuhan terakhir itu tak sempat dilewatinya. Yang terlahir adalah kupu-kupu berkepala dan badan yang bengkak, dengan sayap yang loyo tak berkekuatan.

??CAMPUR TANGAN YANG MERUSAK??

Seperti kupu-kupu itu pulalah nasib anak-anak kita, jika orang tua terlalu banyak ikut campur tangan dalam pembentukan kemandirian emosi mereka. Ketika anak sudah sampai pada tahap pengendalian diri maka hampir seluruh upaya mereka lakukan sendiri. Orang tua hanya berperan sebagai fasilitator saja.

Saat anak berupaya mengendalikan emosi kemarahan, kesedihan atau kekecewaan yang menyerang dirinya, maka ayah Bunda hanya bisa memotivasi saja, sementara si anaklah yang harus memutuskan sendiri, apakah ia akan lakukan atau tidak. Jika orang tua memberikan campur tangan dan bantuan untuk menyelesaikan masalah anak, maka anak tidak akan memperoleh pembelajaran hidup.

Ketika dua orang anak bertengkar, bukanlah tugas orang tua untuk melerai dan memutuskan siapa yang bersalah dan harus minta maaf. tetapi semestinya anak-anak itu sendirilah yang menyelesaikannya. Yang bisa dilakukan orang tua adalah memotivasi kedua anak yang sedang berseteru untuk berempati satu sama lainnya, sehingga perseretuan bisa diakhiri. Masing-masing bisa menghormati hasil fikiran temannya serta saling menghormati.

Bisa saja orang tua memaksa salah satu pihak yang dianggapnya salah untuk mengaku  salah dan minta maaf, tetapi bukannya menyelesaikan masalah, justru akan memperburuk masalah. Bukannya empati yang timbul dihati anak tapi justru rasa iri, merasa dipojokkan , pilih kasih  yang menimbulkan rasa dendam.

Disinilah orang tua belajar tega untuk tidak buru-buru menolong anak yang sedang berjuang menempuh ujian kehidupan. sehingga orang tua tidak terlibat dalam campur tangan yang merugikan. Sepintas nampaknya menolong anak keluar dari kesulitan yang dihadapi, akan tetapi justru menggagalkan pengembangan kemandirian emosi anak.

Salam Bunda profesional
/Tim Fasilitator Bunsay 2/

Sumber Inspirasi
    Istadi, Irawati. Melipat Gandakan Kecerdasan Emosi Anak. Bekasi. Pustaka Inti:2006