- Tips Bunda dan BayiSmart hafiz itu apa sih?? Tips Saat Perjalanan Jauh

Juli 10, 2017 Add Comment
Smart hafiz ini gadget bukan sih?? .
.

yang pasti smart hafiz ini bukan tablet, bukan android, dan bukan gadget, tapi tentu aktifitasnya bersama si kecil harus dibatasi.
coba cek lagi screen time bagi usia anKamu tersayang berapa lama. Biar kebersamaan orangtua dan anak jauh lebih utama..
.
Lho, jadi smart hafiz ini kapan dan dimana digunakannya sih???
hmmm, nih ya tips dari saya sih.
coba bawa smart hafiz ini saat jalan-jalan.
kebayangkan kondisi jalanan kota sekarang selalu macet.
pasti anak suka bosennn, nah smart hafiz ini bisa jadi salah satu alternatif..
.
jangan lupa dibawa ya mic nya biar dijalan bisa nyanyi-nyanyi,
atau setor hapalan juga bisa...hehehe..
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
asik ya punya smart hafiz.
apalagi kalo lagi macet dijalan.hehe .
.
Booking sekarang yukk
Tanya tanya juga boleh
Cicit bisikin promo bulan ini jga busa bangettt

#smarthafizready #resellersmarthafiz #smarthafizbandung #jualansmarthafiz #produkpremium

- Tips Bunda dan BayiTips Stimulasi Rambatan dan Berjalan pada Bayi

Juli 04, 2017 Add Comment
Sharing ini Beliau tulis untuk group Gema Indonesia Menyusui

Judul : stimulasi rambatan dan berjalan
Oleh : Bia Adeeva
Usia : 8-10 bulan


Fase rambatan dan berjalan dimulai dari bayi mampu menopang seluruh badannya menggunakan kaki kemudian berdiri sendiri dg berpegangan

Stimulasi Rambatan
1. Letakkan media rambatan untuk bayi (fence, sofa, box bayi dll)
Pastikan terbuat dari bahan yg ramah bayi
2. Letakkan mainan disamping kiri atau kanan bayi dan pancing bayi untuk meraih mainannya.
Jangan terlalu banyak mainan (stimulasi) agar bayi fokus meraih satu mainan
3. Jika bayi terjatuh, jangan panik, biarkan saja, tanamkan kalimat positif, dan berikan semangat untuk mencoba lagi
4. Tubuh Bunda juga bisa dijadikan media rambatan lho,
Bunda duduk dg kaki ditekuk didepan dada, minta bayi berdiri menggunakan tangan kiri Bunda, tangan kanan memegang mainan/apa saja yg menarik perhatian bayi, minta dia mengambilnya, bayi akan merambat ke lutut Bunda kemudian mencoba mengambil mainan
Cara ini juga akan meningkatkan bonding bayi dg Bunda

Stimulasi Berjalan
1. Gelar playmat yg permukaannya licin (fungsi playmat untuk melindungi bayi ketika terjatuh dan agar benda yg didorong bisa bergeser)
2. Letakkan mainan/meja/kursi tanpa roda atau kardus bekas yg bersih diatas playmat didekat bayi, tinggi mainan tidak lebih tinggi dari bahu bayi
Bayi yg sudah bisa berdiri akan mencoba berdiri berpegangan pada benda disampingnya
3. stimulasi bayi untuk mendorong mainan/benda didepannya dg cara membuat suara didepan bayi
Bayi akan mencoba mendekati Bunda dg cara mendorong mainannya
4. Bagi bayi yang sdh bisa mendorong benda tanpa terjatuh, berikan dia mainan (push walker) atau meja/kursi beroda (playmat tidak diperlukan)
Tetap awasi bayi ya
5. Duduk didepan bayi, ulurkan kedua tangan Bunda ke bayi, minta dia untuk meraihnya, ketika bayi sudah memegang tangan Bunda, tarik tangan Bunda dan bayi keatas, bayi akan mengikuti dg berdiri, kemudian tarik perlahan bayi untuk berjalan kearah Bunda, Bunda bisa bergeser ke belakang agar langkah bayi semakin banyak, ketika sudah mencapai tubuh Bunda, peluk bayi dan ucapkan kalimat positif
6. Titah bayi kapan pun bayi mau dan dimanapun berada, pakai alas kaki ataupun tidak pakai alas kaki, pastikan bayi berjalan diatas material yg aman
7. Bayi yang sudah kuat kakinya dan sdh mahir berjalan dg berpegangan 2 tangan lama2 akan berpegangan hanya dg satu tangan, lakukan stimulasi yg sama dg menggunakan 1 tangan
Setelah cukup kuat
Bayi akan berdiri tanpa berpegangan
Tralaa ini saatnya bayi melangkah tanpa berpegangan
Ketika dia berdiri tanpa pegangan, Bunda duduk didepan anak berjarak kurang lebih 60cm dg memegang mainan kesayangannya, minta bayi untuk meraihnya
Jika bayi sudah bisa melangkahkan kakinya beberapa langkah, Bunda bisa mundur untuk menstimulasi bayi melangkah lebih banyak

Semangat mak ??

- Tips Bunda dan BayiSmart Parenting Cara Atasi Sikap Materialisme Pada Diri Anak

Juli 04, 2017 Add Comment

Smart parenting � Mungkinkah Kamu adalah orang tua yang memiliki anak suka �jajan�? Ada produk bagus sedikit, langsung pengen untuk membeli. Ada barang lucu sedikit, pengen untuk mengambil dan comot. Padahal Kamu bukanlah tipe �Bunda�  yang suka jajan pula. Akan tetapi mengapa anak Kamu memiliki kebiasaan yang tergolong �materialistik� ?

Sikap suka membeli  dalam intensitas yang sering dan terlalu banyak memang tidak baik. Akan memunculkan sifat boros, menghambur-hamburkan uang yang ada, tidak membiasakan hidup hemat, dan lain sebagainya. Selain menghabiskan uang, manfaat yang ada pada barang yang tidak di butuhkan tersebut juga cenderung kecil dan sedikit. Bahkan ada juga yang sekedar membeli  hanya karena �keinginan sesaat�.

Anak Kamu tentu belum bisa mengontrol dirinya untuk berhenti belanja barang � barang yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. Oleh sebab itu, Kamu sebagai orang tua sekaligus Bunda, yang harus mengontrol dan mengendalikan keinginan tersebut. Lantas seperti apa sajakah yang bisa di lakukan untuk mengatasi kebiasaan materialistik anak ? Simak ulasan tentang smart parenting, cara atasi sikap materialisme anak.

*Biasakan Untuk Tegas Katakan �TIDAK� pada anak*

Susah memang  untuk menolak keinginan anak. Terutama anak tersebut adalah anak pertama anda. Rasanya apa yang diinginkan bisa dipenuhi semua. Namun perlu Kamu perhatikan, jika Kamu membiasakan anak mendapatkan apa yang diinginkan maka ia tidak bisa belajar mengendalikan diri. Lantas, anak akan marah. Jangan khawatir untuk itu, anak tidak akan marah dengan Kamu dalam waktu yang lama. Biarkan ia marah dan mengerti kesalahannya sendiri.

Tugas Kamu adalah memperhatikannya, jika ia bertindak yang membahayakan dirinya. Setelah marah sang anak reda, maka tugas Kamu adalah memberiakn pengertian dan kasih syang. Dengan begitu sang anak akan tau, bahwa apa yang dilakukannya dengan marah tidak akan berhasil apa-apa. Kecendrungan diantara kita saat sanga anak marah, justru merespon kemarahan tersebut, akibatnya sang anak seolah di perhatikan, saat ia sedang marah dan membuatnya mengulang perlakuan yang sama saat keinginannya tidak dituruti.

*Tidak semua barang diinginkan harus dimiliki*

Setidaknya Kamu harus mengatakan apa yang baik untuk anak anda, dan apa yang tidak baik untuk  dirinya. Jika semua barang yang diinginkan bisa dimiliki, anak tidak akan belajar untuk menghargai. Bahkan menganggap semuanya bisa dibeli. Belajar mengendalikan diri untuk tidak membeli apapun yang diinginkan membantu anak mengontrol nafsunya. Selain itu sebagai pelajaran, bahwa tidak semua yang diinginkan bisa didapatkan dengan mudah.

*Kendalikan apa yang ditonton anak di rumah*

Apa yang paling mengendalikan diri anak Kamu di rumah ? Benar, televisi menjadi alat yang paling mudah mempengaruhi pribadi anak. Kadang Kamu menemukan anak sudah belajar hal baru dari dalam observasi pada tv.  Padahal tidak semua tayangan yang ada di dalam tv itu mendidik. Beberapa perlu pengawasan dari orang tua. Oleh sebab itu, jaga anak Kamu dan biasakan untuk tidak melihat televiisi terlalu sering.

*Habiskan waktu bersama keluarga*

Paling ampuh untuk melindungi anak adalah keluarga Kamu sendiri. Jika Kamu sebagai Bunda membawakan suasana rumah menjadi hangat, anak dan suami semakin betah. Bahkan saat kumpul bersama, kehadiran Kamu dan suami lebih berarti dari pada seluruh permainan dan acara tv yang ada. Lakukan kegiatan bersama � sama, seperti memasak bersama, makan bersama, dan lain sebagainya.

*Menjaga harga diri anak*

Perlu Kamu tanamkan pada anak, bahwa harga diri bukan pada apa yang dikenakan. Melainkan harga diri adalah siapa diri Kamu sebenarnya. Semua peralatan, seperti baju, alat elektronik, dan lain sebagainya mungkin justru membuat anak minder. Agar terlihat sama dengan yang lain, maka anak berusaha ingin memiliki semuanya. Sebagai Bunda, berikan pemahaman bahwa harga diri bukan soal apapun yang dipakai anak. Tetapi tentang hati dan pikiran yang ada dalam anak.

*Jangan jadikan �uang/benda� sebagai reward*

Jika anak mendapatkan �upah� setelah mengerjakan suatu hal disebut reward. Saat anak Kamu berhasil mengerjakan sesuatu, jangan berikan ia reward berupa upah. Misal barang atau uang. Justru berikanlah tepuk tangan, pelukan, pujian, senyuman, dan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang. Dengan cara seperti inilah anak akan lebih mudah memahami dan peduli pada orang lain.

Smart parenting cara mengatasi sikap materalisme anak di atas semoga dapat menjadi corong inspirasi, bagaimana caranya bersikap dengan baik terhadap perlakuan anak. Kita mungkin bukanlah orang tua yang sempurna bagi mereka, namun kita bisa menjadi yang terbaik untuk mereka. Tetap semangat dan sukses selalu, Bunda/bapak di manapun Kamu berada.
By: Izzatur Rosyida

Sumber: Psikoma

- Tips Bunda dan BayiReview Tantangan 10 Hari, Materi Bunda Sayang #1, Institut Bunda Profesional, KOMUNIKASI PRODUKTIF

Juli 04, 2017 Add Comment



*KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI*

Dari �TANTANGAN 10 HARI� sebenarnya kita bisa melihat pola komunikasi dengan diri kita sendiri, bagaimana kita memaknai satu kalimat di atas.

Limit yang kita tentukan bersama di tantangan ini adalah 10 hari, maka kita bisa melihat masuk kategori tahap manakah diri kita :

*a. Tahap Anomi* : Apabila diri kita belum memperlihatkan tanda-tKamu awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator, belum mulai menulis tantangan 10 hari satupun, karena mungkin belum memahami makna dari sebuah konsistensi.

*b.Tahap Heteronomi* : Apabila diri kita sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tKamu awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator, tapi belum konsisten. Kadang menuliskannya, kadang juga tidak. Hal ini karena dipicu oleh pemahaman dan mendapatkan penguatan dari lingkungan terdekat yang membentuk opini dan persepsi sendiri.

*c. Tahap Sosionomi* : Apabila diri kita sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tKamu awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator, dan sudah mulai konsisten. Menjalankan tantangan tepat 10 hari. Hal ini karena dipicu sebuah kesadaran dan mendapat penguatan dari lingkungan terdekat.

*d. Tahap Autonomi* : Apabila diri kita terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten, tidak  hanya berhenti pada tantangan 10 hari, Kamu terus melanjutkannya meski tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang menilai. Berkomunikasi produktif sudah menjadi budaya dalam kehidupan anda.
�10 Hari� adalah Limit terendah kita, hal tersebut hanyalah sebuah tetapan untuk mempermudah tercapainya sebuah tujuan.

Maka komunikasi kita dengan diri sendiri harus bisa terus mengupgrade limit tersebut. Dari sekarang kita harus paham benar bahwa limit kita adalah unlimited. Tidak ada yang mampu membatasi kita kecuali diri kita sendiri. Dengan konsep tersebut maka tidak ada yang tidak mungkin. Tentukan limit Kamu setinggi mungkin untuk diraih dan selalu diperbarui. Kuncinya adalah komunikasi produktif dengan diri sendiri.

_The greater danger of most of us is not that our aim is too high and we miss it, but it is too low and we reach it_ � Bahaya besar bukan karena kita mempunyai target tapi tak mampu mencapainya. Akan jauh lebih berbahaya jika kita mempunyai target yang terlalu rendah dan kita berhasil mencapainya � Michael angelo

- Tips Bunda dan BayiBERKOMUNIKASI SESUAI BAHASA CINTA ANAK

Juli 03, 2017 Add Comment
BERKOMUNIKASI SESUAI BAHASA CINTA ANAK



Menurut Gary Champan & Ross Campbell, MD, dalam buku mereka yang bertajuk The Five Love Languages of Children, terdapat *5 cara anak dan manusia memahami dan mengekspresikan cinta*, yakni;

1. Sentuhan Fisik,

2. Kata-kata Mendukung,

3. Waktu Bersama,

4. Pemberian Hadiah,

5. Pelayanan.


Umumnya setiap anak bisa menerima cinta melalui 5 bahasa di atas, namun ada satu bahasa yang paling dominan pada masing-masing anak. Berikut adalah tips dalam berkomunikasi dengan si kecil sesuai bahasa cintanya.

*1. Apabila bahasa cinta anak kita adalah Sentuhan Fisik*
* Saat bertemu dan berpisah dengan si kecil, berilah pelukan.
* Saat si kecil stres, beri belaian untuk menenangkannya.
* Peluk dan cium si kecil saat ia tidur malam dan bangun pagi.
* Setelah mengajar disiplin pada si kecil, beri pelukan sejenak dan jelaskan bahwa pengajaran yang diberikan adalah untuk kebaikannya dan Kamu tetap sayang padanya.
* Saat memilih hadiah untuknya, beri benda yang dapat ia pegang/peluk, seperti bantal, boneka, atau selimut.
* Saat menghabiskan waktu bersama si kecil, seperti menonton televisi bersama, duduklah berdekatan dengannya, sambil berpelukan.
* Sering-seringlah bertanya padanya apakah ia mau digandeng atau dipeluk.
* Apabila ia terluka, pegang dan peluk mereka untuk memberi kenyamanan.

*2.Apabila bahasa cintanya adalah Kata-kata Mendukung*
* Saat menyiapkan bekal untuknya, masukkan kertas kecil berisi kata-kata mendukung.
* Saat ia berhasil mencapai prestasi, tunjukkan rasa bangga Kamu dengan memberi kata-kata membangun, seperti �Mama bangga dengan adik bermain adil di permainan tadi,� atau �Kakak baik sekali membantu adik membangun rumah-rumahan itu.�
* Simpan hasil karya si kecil, seperti lukisan atau tulisan, dan pajang dengan tambahan tempelan kertas mengapa Kamu bangga dengan karyanya itu.
* Biasakan mengucap kata, �Mama sayang kamu,� tiap berpisah dengan si kecil atau menidurkannya di malam hari.
* Saat si kecil bersedih, bangun kepercayaan dirinya dengan mengucapkan alasan-alasan yang membuat Kamu bangga padanya.


*3. Apabila bahasa cintanya adalah Waktu Bersama*
* Coba libatkan anak dalam aktivitas-aktivitas Anda, seperti belanja ke supermarket, memasak, mencuci piring, dan lain sebagainya.
* Saat si kecil ingin bercerita, hentikan sejenak aktivitas Kamu untuk benar-benar menatap dan mendengarnya.
* Ajak si kecil memasak bersama, seperti membuat kue atau camilan lainnya.
* Tanyakan kepada si kecil mengenai tempat-tempat yang ingin ia kunjungi, dan jika ada kesempatan, beri kejutan dengan mengajak mereka ke tempat-tempat tersebut.
* Biasakan untuk memintanya menceritakan hari yang ia lalui di sekolah atau aktivitas lain yang telah ia lakukan.
* Saat mengajak si kecil bermain, bermainlah bersamanya ketimbang hanya menonton.
* Jika Kamu memiliki lebih dari 1 anak, tetapkan jadwal bermain dengan masing-masing anak secara individu, tanpa melibatkan yang lain.


*4. Apabila bahasa cintanya adalah Pemberian Hadiah*
* Kumpulkan hadiah-hadiah kecil (tak perlu mahal) untuk diberikan kepada si kecil di saat-saat yang pas.
* Bawa permen atau camilan kecil lain yang dapat Kamu berikan pada si kecil saat sedang bepergian.
* Beri makanan kesukaan si kecil, Kamu bisa memasaknya sendiri atau mengajak si kecil ke restoran kesukaannya.
* Buah sebuah �kantong hadiah� berisi hadiah-hadiah (tak perlu mahal) yang dapat dipilih si kecil saat ia melakukan prestasi.
* Saat menyiapkan bekal untuknya, selipkan hadiah kecil untuknya.
* Buatkan semacam permainan teka-teki untuknya mencari hadiah dari Anda.
* Daripada membeli hadiah ulang tahun yang mahal, buatkan pesta ulang tahun meriah di tempat yang ia sukai.


*5. Apabila bahasa cintanya adalah Pelayanan*
* Temani ia saat mengerjakan pekerjaan rumahnya.
* Saat ia sedih atau menghadapi kesulitan, buatkan makanan kesukaannya.
* Daripada menyuruhnya tidur, gendong atau gandeng mereka ke tempat tidur.
* Saat sedang bersiap-siap berangkat ke sekolah, bantu mereka memilih pakaian untuk hari itu.
* Mulai ajarkan si kecil mengasihi orang lain dengan memberi contoh membantu orang lain atau memberi sumbangan kepada orang yang kurang mampu.
* Saat si kecil sakit, angkat semangatnya dengan menonton film, membaca buku, atau masak sup yang ia sukai.
* Saat menyiapkan sarapan, makan siang, atau makan malam, selipkan makanan penutup atau camilan kesukaan mereka.

Cara mengamati bahasa cinta anak :

*1.  Amati cara si Kecil mengekspresikan cintanya pada Mama*
Apabila si Kecil seringkali mengucapkan �Aku sayang Mama� atau �Terima kasih Mama atas makan malam yang enak�, Bahasa Cinta yang dominan padanya mungkin adalah �Kata-kata Mendukung�.

*2. Amati cara si Kecil mengekspresikan cinta kepada orang lain*
Apabila si Kecil seringkali ingin memberikan hadiah kepada teman atau gurunya, mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah �Pemberian Hadiah�.

*3. Pelajari apa yang seringkali diminta oleh si Kecil*
Apabila si Kecil sering meminta Mama untuk menemaninya bermain atau membacakan cerita untuknya, maka Bahasa Cinta yang dominan padanya mungkin �Waktu Bersama�. Sedangkan kalau si Kecil sering meminta pendapat Mama mengenai apapun yang sedang dilakukannya, seperti �Mama suka ga sama gambarku?� atau �Bajuku bagus ga Ma?�, mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah �Kata-kata Mendukung�.

*4. Pelajari apa yang seringkali dikeluhkan oleh si Kecil*
Apabila si Kecil sering mengeluh mengenai kesBundakan Mama atau Papa diluar rumah, seperti �Papa kok kerja terus yah� atau �Mama kok ga pernah mengajakku ke taman lagi,� maka mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah �Waktu Bersama�.

*5. Beri 2 pilihan kepada si Kecil*
Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, Mama bisa menanyakan apa yang diinginkan si Kecil, untuk menemukan Bahasa Cinta yang dominan padanya. Pertanyaan yang diberikan dapat berupa pilihan antara 2 Bahasa Cinta. Contohnya, saat Mama ada waktu luang, dapat memberi pilihan kepada si Kecil seperti �Sore ini adik mau Mama temani jalan-jalan atau mau Mama betulkan rok adik yang rusak?�, dengan memberi pilihan ini maka Mama memberikan pilihan antara Bahasa Cinta �Waktu Bersama� atau �Pelayanan�.


_Sumber bacaan_:

_Gary Chapman & Ross campbell M.D, The 5 Love language of children, jakarta, 2014_

_Eric Berne, Games people Play, jakarta_

_Eric Berne, Transaksional Analysis, jakarta._
.

- Tips Bunda dan BayiMateri komunikasi Produkti: Komunikasi dengan Pasangan

Juli 03, 2017 Add Comment
*KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN*

Dalam prakteknya ternyata ini menjadi bagian yang sangat seru yang dihadapi oleh teman-teman semua. Karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola komunikasi Kamu dengan pasangan
yaitu :

*a. Faktor Eksteropsikis ( Ego sebagai Orangtua)*

Yaitu bagian dari kepribadian yg menunjukkan sifat-sifat orang tua, berisi perintah (harus & semestinya). Jika individu merasa dan bertingkah laku sebagaimana orang tuanya dahulu, maka dapat dikatakan bahwa individu tersebut dalam status ego orang tua. Status ego orang tua merupakan suatu kumpulan perasaan, sikap, pola-pola tingkah laku yang mirip dengan bagaimana orang tua individu merasa dan bertingkah laku terhadap dirinya..

contoh : Seperti tindakan menasihati orang lain, memberikan hBundaran, menguatkan perasaan, memberikan pertimbangan, membantu, melindungi, mendorong untuk berbuat baik adalah sikap yang nurturing parent (NP).

Sebaliknya ada pula sikap orang tua yang suka menghardik, membentuk, menghukum, berprasangka, melarang, semuanya disebut dengan sikap yang critical parent (CP).


*b. Faktor Arkeopsikis ( Ego sebagai anak-anak)*
Yaitu bagian dari kepribadian yang menunjukkan ketidakstabilan, reaktif, humor, kreatif, serta inisiatif,masih dalam perkembangan, berubah-ubah, ingin tahu dan sebagainya. Status ego anak berisi perasaan, tingkah laku dan bagaimana berpikir ketika masih kanak-kanak dan berkembang bersama dengan pengalaman semasa kanak-kanak

contoh : Dibedakan antara natural child (NC) yang ditunjukkan dalam sikap ingin tahu, berkhayal, kreatif, memberontak. Sebaliknya yang bersifat adapted child (AC) adalah mengeluh, ngambek, suka pamer, dan bermanja diri.


*c. Faktor Neopsikis ( Ego sebagai orang dewasa)*
Yaitu bagian dari kepribadian yg objektif, stabil, tidak emosional, rasional, logis, tidak menghakimi, berkerja dengan fakta dan kenyataan-kenyataan, selalu berusaha untuk menggunakan informasi yang tersedia untuk menghasilkan pemecahan yang terbaik dalam pemecahan berbagai masalah. Dalam status orang dewasa selalu akan berisi hal-hal yang produktif, objektif, tegas, dan efektif dan bertanggung jawab dalam menghadapi kehidupan. Jika individu bertingkah laku sesuai dengan yang telah disebutkan tadi, maka individu tersebut dikatakan dalam status ego dewasa..

contoh : Mengambil kesimpulan, keputusan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Suka bertanya, mencari atau menunjukkan fakta-fakta, ber�sifat rasional dan tidak emosional, bersifat objektif dan sebagainya, adalah ciri-ciri komunikasi orang dewasa.

Ketiga Ego tersebut dimiliki setiap orang, kita lihat dari caranya berkomunikasi, kalimat yang dipilih dan bahasa tubuh yang digunakan.

*ANALISIS TRANSAKSIONAL KOMUNIKASI*

*a. TRANSAKSI KOMPLEMENTER*
jenis transaksi ini merupakan jenis terbaik dalam komunikasi antarpribadi karena terjadi kesamaan makna terhadap pesan yang mereka pertukarkan, pesan yang satu dilengkapi oleh pesan yang lain meskipun dalam jenis sikap ego yang berbeda. Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama, sikap dewasa. Transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer. Kedua sikap itu adalah sikap orang tua dan sikap anak-anak. Komunikasi antarpribadi dapat dilanjutkan manakala terjadi transaksi yang bersifat komplementer karena di antara mereka dapat memahami pesan yang sama dalam suatu makna.

Contoh :
ketika suami meminta kita berbicara berdasarkan fakta, maka balas komunikasi tersebut dengan hal-hal yang logis.( ego dewasa)
suami : : �Arloji yang biasanya di meja ini, kok tidak ada ya mah?�( menggunakan data dan logika  - ego dewasa)
istri : �ayo kita  cari tahu bareng, terakhir ayah lepas arloji itu dimana? ( menggunakan e go dewasa)


*b. TRANSAKSI SILANG*
terjadi manakala pesan yang dikirimkan komunikator  tidak mendapat respons sewajarnya dari komunikan. Akibat dari transaksi silang adalah terputusnya komunikasi antarpribadi karena kesalahan dalam memberikan makna pesan. Komunikator tidak menghendaki jawaban demikian, terjadi kesalah�pahaman sehingga kadang-kadang orang beralih ke tema pembicaraan lain.

Contoh :
ketika partner kita mengajak komunikasi berdasarkan  ego dewasa, kita menanggapinya dengan ego anak-anak.

Suami : �Arloji yang biasanya di meja ini, kok tidak ada ya mah?�( menggunakan data dan logika  - ego dewasa)

Istri : �Mana kutahu, aku udah capek seharian ngurus anak-anak,  masih diminta ngurus arloji� ( menggunakan ego anak-anak )

pasti akan menyulut respon emosi.

*c. TRANSAKSI TERSEMBUNYI*
jika terjadi campuran beberapa sikap di antara komunikator dengan komunikan sehingga salah satu sikap menyembunyikan sikap yang lainnya. Sikap tersembunyi ini sebenarnya yang ingin mendapatkan respons tetapi ditanggap lain oleh si penerima. Bentuk-bentuk transaksi tersembunyi bisa terjadi jika ada 3 atau 4 sikap dasar dari mereka yang terlibat dalam komunikasi antar�pribadi namun yang diungkapkan hanya 2 sikap saja sedangkan 1 atau 2 lainnya ter�sembunyi.

Contoh:
Seorang Bunda masuk ke dalam sebuah toko untuk membeli sebuah lemari es. Sang penjual memperlihatkan beberapa merk, dengan menyebutkan harganya. Sang Bunda melihat lemari es yang tinggi dan bertanya: �Berapa harga yang tinggi itu?� (ungkapan dari ego state dewasa dan mengharapkan respon dari ego state dewasa juga).

Penjual itu kemudian menanggapi: �Yang itu terlalu mahal bagi Bunda.� Tanggapan ini memang terlihat sebagai transaksi antara ego state dewasa dan dewasa, tetapi ada unsur tersembunyi di dalamnya yang tidak jadi terumuskan, yaitu: �Bunda tidak mempunyai cukup uang untuk membeli yang mahal itu�. Kemudian sang Bunda merasa tersinggung, dan memang begitulah maksud penjual itu, menyinggung perasaan sang Bunda dengan mengatakan bahwa Bunda itu tidak mampu membeli lemari es yang mahal.

Menanggapi pernyataan itu, untuk membuktikan bahwa dirinya mampu membeli barang mahal itu, sang Bunda lalu berkata: �Yang tinggi itu mau saya beli!�.